Tag: Jelajah Gizi

Tempe, Dari Indonesia Membelai Lidah Masyarakat Dunia

Kisah Duta Tempe Di Inggris
William Mitchell, dari namanya terlihat jelas kalau dia bukan orang Indonesia. Namanya khas bule. Dia memang bukan orang asli sini, pun tidak memiliki keluarga berdarah Indonesia.

Dia adalah warga negara Inggris yang beberapa tahun menjadi guru di Jakarta. Fasih berbahasa Indonesia dan begitu mencintai salah satu makanan rakyat Indonesia, Tempe.

Sebegitu cintanya Mitchell pada tempe, hingga ketika dia harus balik ke Inggris, dia bertekad untuk bisa membuat tempe sendiri. Maka selama berada di negeri ini, salah satu fokus kegiatannya adalah belajar membuat tempe di berbagai produsen tempe termasuk produsen tempe di Malang.

Kini, toko tempe-nya telah berdiri di salah satu kota yang disebut sebagai A Leading Global City yaitu London Inggris. Bisa dikatakan bahwa William ikut andil membuat tempe semakin mengglobal. Salah satu faktor penyebabnya karena dia mendirikan usaha tempe di kota London yang sangat internasional. Konsumennya adalah masyarakat dari berbagai belahan dunia yang tinggal disana.

4

William bukan hanya seorang pedagang tempe biasa. Tapi dia adalah seorang produsen sekaligus pemasar tempe yang memiliki passion kuat terhadap makanan asli Indonesia itu.

“Saya bule tukang tempe. Saya punya tiga pekerjaan, buat tempe, masak tempe dan promosikan tempe,” ucap William.

Tempe, dalam perjalanan panjangnya telah melahirkan duta-duta yang siap mempromosikan dirinya. William ‘hanyalah’ salah satu orang yang menjadi kaki tangan Indonesia mengenalkan tempe kepada masyarakat dunia. Di berbagai belahan bumi yang lain, sudah banyak orang yang memproduksi dan mengenalkan tempe Indonesia kepada masyarakat sekitar. Salah satunya adalah Tofurky Company.

Tofurky Company yang berbasis di Amerika adalah perusahaan pembuat tempe sejak tahun 70-an. Dan produknya yang menjadi best seller hingga kini adalah tempe khas Indonesia.

Bangganya saya menjadi orang Indonesia…

Malang Kota Keripik Tempe

Seperti disebut diatas, William belajar membuat tempe salah satunya kepada produsen tempe di Malang. William pasti memiliki alasan kuat mengapa memilih belajar membuat tempe Malang, bukan tempe dari daerah lain. Meski tempe kini sudah menjadi makanan umum masyarakat Indonesia, tapi tetap ada daerah yang begitu lekat dengan identitas tempenya. Salah satunya Malang.

Tempe yang diproduksi di Malang berbeda dengan tempe yang diproduksi di daerah lain. Bahkan, Kota Kediri, yang notabene termasuk tetangga Kota Malang, sedikit banyak tempenya berbeda dengan tempe Malang. Itulah kenapa ada sebutan Tempe (khas) Malang.

Bersyukur, Malang memiliki anggota masyarakat yang kreatif-kreatif. Dikenal sebagai pusat tempe, warga Malang berupaya berpikir inovatif; bagaimana caranya supaya tempe bisa dikonsumsi menjadi lebih variatif. Tidak melulu menjadi tempe goreng. Hingga akhirnya muncullah ide membuat keripik berbahan baku tempe.

Sekarang keripik tempe menjadi icon oleh-oleh kota Malang. Rasanya tidak lengkap jika Anda berkunjung ke Malang tapi tidak membeli keripik tempenya. Sama seperti ketika Anda pergi ke Jogja tanpa membeli Bakpia-nya atau jalan jalan ke Bandung tanpa membeli peuyeum-nya.

2

Camilan keripik tempe tidak hanya dibuat dalam rasa original, tapi juga dihadirkan dengan berbagai varian rasa yang menggoda. Ada rasa keju, barbeque, pizza, balado, ayam bakar, jagung bakar dan lain sebagainya.

Sentra produksi keripik tempe di Malang ada di daerah Sanan Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing. Di daerah ini, sepanjang mata memandang akan ditemukan berbagai toko yang menjual aneka keripik tempe atau plang nama produsen keripik tempe.

3

Beberapa kali saya berkunjung ke sentra industri keripik tempe ini dan banyak hal yang membuat saya terpesona. Salah satunya adalah pengerjaan pembuatan keripik tempe yang dilakukan secara manual.

Batangan tempe yang besar-besar diiris memakai pisau tajam dengan ketipisan yang luar biasa. Calon keripik tempe memang harus dibuat tipis, karena tipis tidaknya tempe berpengaruh ke tingkat kerenyahan. Ketika saya berkunjung ke salah satu UKM disana, terlihat beberapa pegawai yang mengiris tempe sambil mengobrol. Pandangan matanya tidak selalu fokus ke tempe. Kalau bukan ahlinya, niscaya yang keiris bukan tempenya, tapi jari-jari tangannya, hiii…

Pesona keripik tempe aneka rasa sudah merambah kemana-mana. Tidak hanya terbatas di daerah Jawa Timur saja atau keluar pulau, namun juga sudah merambah mancanegara. Australia, Singapura, Jepang, Amerika adalah beberapa negara yang menjadi jujugan ketika keripik tempe hendak berlabuh.

Mengapa Tempe Begitu Mempesona?

Selain karena rasanya yang memang enak, mudah dimasak dan bisa dikonsumsi dalam berbagai kesempatan sebagai camilan, juga karena kandungan gizi yang dimilikinya.

Tempe merupakan makanan yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi. Proses fermentasi biji kedelei ini memakai beberapa jenis kapang Rhizopus, misalnya Rhizopus oryzae, Rhizopus Stolonifer atau Rhizopus oligosporus yang sering kita sebut sebagai ‘ragi tempe’.

Tugas dari kapang yang tumbuh di biji kedelei ini menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi lebih sederhana sehingga gampang dicerna oleh manusia.
Dari sisi kuantitatif, kandungan gizi yang ada pada tempe sedikit lebih rendah dibanding kandungan gizi pada biji kedelai. Tetapi, dari sisi kualitas, nilai gizi tempe lebih unggul.

Kandungan Gizi dan Khasiat Tempe

1. Asam Lemak

Selama terjadinya proses fermentasi tempe, asam lemak tidak jenuh atau polyunsaturated fatty acids PUFA mengalami peningkatan. Sedangkan asam linoleat dan asam palmitat mengalami penurunan. Meningkatnya asam lemak tidak jenuh bisa menurunkan kolesterol serum yang dampaknya bisa menurunkan efek negatif sterol dalam tubuh. Dalam bahasa yang berbeda, tempe adalah makanan yang rendah kolesterol.

2. Vitamin

Ada 2 kelompok vitamin dalam tempe, yakni vitamin larut air berupa vitamin B kompleks serta vitamin larut lemak yang terdiri dari vitamin A, D, E, K.

Bisa dikatakan bahwa tempe adalah sumber vitamin B yang cukup potensial. Ada vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B6 (piridoksin), asam nikotinat, asam pantotenat serta vitamin B12 (sianokobalamin).

Biasanya Vitamin B12 hanya dijumpai pada produk-produk hewani. Tidak ada makanan nabati yang mengandung vitamin B12. Perkecualian untuk tempe yang ternyata mengandung vitamin B12. Makanan ini menjadi satu-satunya bahan pangan nabati yang mengandung vitamin B12.

Dalam 100 gr tempe kering terkandung vitamin B12 yang berkisar antara 1.5 hingga 6.3 mg. Jumlah ini sudah bisa mencukupi kebutuhan vitamin B12 satu orang perhari.

Adanya kandungan gizi seperti ini tentu menjadi kabar gembira buat para vegetarian. Selama mereka menghadirkan tempe dalam menu sehari-hari, maka kebutuhan vitamin B12 akan tetap tercukupi meski mereka tidak mengkonsumsi daging.

3. Mineral

Selain kaya akan vitamin, tempe juga mangandung mineral baik makro maupun mikro dalam jumlah yang cukup. Dalam setiap 100 gr tempe terdapat mineral besi sebanyak 9.39 mg, tembaga 2.87 serta zink 8.05 mg.

Mineral-mineral yang terdapat di tempe ini bisa dimanfaatkan tubuh dengan lebih baik karena kapang tempe menghasilkan enzim fitase. Fungsi dari enzim fitase ini menguraikan asam fitat menjadi fosfordan inositol. Nah, dengan terurainya asam fitat ini, maka manfaat mineral-mineral pada tempe akan terserap secara maksimal.

4. Antioksidan

Saat ini, masalah penuaan dini menjadi momok bagi banyak kaum perempuan. Sehingga produk-produk anti penuaan banyak bermunculan di pasar.

Sebenarnya proses penuaan bisa diperlambat dengan cara mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan. Terkait dengan kandungan antioksidan, kabar gembira untuk para pencemas masalah penuaan, bahwa dalam makanan bernama tempe terdapat banyak kandungan antioksidan-nya.

Antioksidan yang ada pada tempe bentuknya isoflavon. Ada 3 jenis isoflavon dalam tempe yakni daidzein, glisitein serta genistein. Selain bisa menghambat penuaan, sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina menemukan bahwa genistein dan fitoestrogen yang ada pada tempe bisa mencegah terjadinya kanker prostat dan kanker payudara. Dua penyakit yang menakutkan bagi banyak kalangan manusia.

Cerita Tentang Gurihnya Keripik Tempe

Sebagai warga Malang, kehadiran keripik tempe selain enak di lidah, keripik tempe juga enak di kantong.

Lha, bagaimana bisa?

Jadi, tahun 2010, saya mengikuti kompetisi antar mahasiswa seluruh Indonesia bernama Program Wirausaha Mahasiswa (PMW).

Saya melihat bahwa keripik tempe menjanjikan potensi yang besar untuk diangkat sebagai produk bisnis di lingkungan kampus. Apalagi saat itu saya sedang kuliah di Universitas Brawijaya. Kampus dimana mahasiswa-mahasiswanya adalah representasi dari daerah seluruh Indonesia.

Berbisnis keripik tempe yang merupakan oleh-oleh khas Malang kepada para mahasiswa tentu sangat layak untuk dilakukan. Alhamdulillah ternyata saya dan tim menjadi salah satu pemenang dan berhak mendapatkan dana hibah belasan juta rupiah.

Akhirnya saya mendirikan stan sentra oleh-oleh khas Malang di lingkungan kampus Universitas Brawijaya dengan keripik tempe aneka rasa sebagai produk yang berada di garda depan. Alhamdulillah (lagi), ternyata keripik tempe menjadi produk terlaris di stan kami.

Inilah cerita saya tentang tempe dan contoh olahan tempe yakni keripik tempe yang sudah mendunia.

Indonesia kaya akan makanan yang sudah mendunia. Setelah bercerita tentang tempe, semoga selanjutnya saya bisa bercerita tentang makanan khas Indonesia dari daerah lain yang juga sudah mengglobal. Dimulai dari jelajah gizi di Padang, mungkin 🙂

poster-jelajah-gizi

Advertisements