Category: Uncategorized

Ketika Nanti Saya Berusia Cantik

Di India, baru baru ini ada kontes menulis bertema When I am 64. Pesertanya siswa sekolah. Mereka diminta menceritakan tentang rencana kegiatan ketika umur mereka mencapai angka 64-an. What will they do.

Rentang usia ketika berstatus siswa sekolah hingga usia kepala 6 itu jauh sekali, lho. Tapi mereka sudah diminta membayangkan ingin punya kehidupan seperti apa di hari tuanya.

Merencanakan hidup bukan hal tabu. Termasuk impian-impian apa yang ingin dicapai ketika usia berada pada angka sekian-sekian.

Merancang Hidup, Menata Masa Depan. Meminjam istilah dari judul bukunya Doktor Marwah Daud Ibrahim. Tapi, menggandakan uang tidak termasuk dalam life plan ini, ya 😀

Begitu pun dengan saya.

Sekarang saya masih berada di periode #UsiaSeksi, eh.

Yakali, kalau usia mereka yang berada di angka 35-45 disebut #UsiaCantik, maka saya dan yang lain yang usianya dibawah angka 35, shohih dong kalau menyebut diri sedang berada di #UsiaSeksi atau #UsiaMenawan atau #UsiaMempesona  😀 Terserah memilih sebutan yang mana. Mari kita buat kesepakatan-kesepakatan yang menyenangkan, ahaha

Nah, ketika berada di fase #UsiaCantik nanti, saya merencanakan, setidaknya saya sudah atau sedang mengerjakan beberapa impian.

Maka, mari kita bermimpi…

***

il_340x270-427093124_6mx3
Sumber: http://www.quotesgram.com

“Mbak Sofi, saya dari Universtas xxx. Ingin mengadakan acara bertema bla bla bla pada tanggal sekian. Mbak bisa menjadi salah satu pembicaranya? Target kami, auditorium berkapasitas 4 ribu orang, penuh. Dengan buku Mbak yang lagi happening, kami yakin target itu bisa tercapai.”

Sebuah pesan masuk ke email.

Cek jadwal di hari itu, kosong.
Suami ngasih lampu hijau, karena tidak mepet dengan jadwal keberangkatan kami ke Benua Biru. Sip.

“In Sha Allah bisa,”balas saya

Maka, H-1, saya terbang ke tempat acara di pulau tetangga. Alhamdulillah, seperti acara-acara sebelumnya, respon peserta luar biasa. Sesi book signing molor dari jatah waktu yang ditentukan. Saking banyaknya peserta yang ingin saya membubuhkan tanda tangan di buku mereka.

Andai bisa, tanda tangannya pakai stempel. Tinggal tok tok tok, selesei. Cepat. Tapi bagaimanapun, tanda tangan asli lebih otentik dan nyeni. Meski ada sensasi kemeng di tangan juga 😀

Atas pencapaian itu, saya hanya bisa bilang: hadza min fadhliy robbi.

Ini bukan tentang berapa eksemplar buku saya yang terjual, tapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa saya berikan. Salah satu dinamika hidup saya di #UsiaCantik.

***

Road show dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya bisa ribuan kilometer, ditambah dengan mengurus keluarga kecil bahagia, tanpa didukung fisik yang prima, akan sulit terlaksana dengan sempurna.

Demi bisa memiliki fisik sehat dan prima di #UsiaCantik, tentu ada ikhtiarnya. Menjaga pola makan dan olahraga teratur mampu mewujudkan impian saya tentang tubuh idaman. Ini yang disebut makin tua, makin sehat dan bahagia. Bukan sebaliknya.

Rasa syukur semakin membumbung ketika ada yang berkomentar: “Di usia 35+, Mbak Sofi kelihatan lebih cantik dan segar. Terlihat lebih muda, juga” Ahhaaay, compliment yang membuat saya terbang.

Berbagi adalah middle name saya. Mendapat pujian seperti itu, saya balas dengan membeberkan rahasia saya terlihat awet muda. Kebaikan dibalas dengan kebaikan.

Inilah 3 benda yang bersengkokol membantu saya menghadang tanda-tanda penuaan.

img_8983
http://thesmartlocal.com

Dengan kandungan Centella Asiatica (pegagan)-nya, produk ini mampu mengoptimalkan proses regenerasi kulit saya. Upayanya melindungan kulit saya dari paparan UVA dan UVB juga maksimal. Hasilnya, kekencangan kulit saya tetap terjaga meski umur terus bertambah. Produk perawatan wajah yang begitu praktis dan mampu memberikan hasil yang memuaskan.

***

“Mbak, file yang aku kirim kemarin gimana? Ada masukan?” Dalam salah satu kesempatan, sahabat saya bertanya lewat telepon. Kami sedang menjalani Long Distance Friendship. Saya di sini, teman saya diluar kota. Meski begitu, jauhnya jarak tidak menghalangi kami tumbuh dan membaik bersama.

Seperti beberapa hari sebelumnya, kami sukses melakukan presentasi bisnis di depan calon investor, yang semuanya dari luar negeri. Deal. Alhamdulillah.

Proyek kami tentang social entrepreneurship. Proyek bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara materi, tapi juga bisa memberi dampak positif untuk masyarakat luas terutama perempuan dan anak-anak.

Enaknya memiliki sahabat yang sekufu itu ya begitu.

***

Di #UsiaCantik, hidup saya terasa sempurna.

Dikelilingi oleh keluarga tercinta. Memiliki sahabat-sahabat yang suportif. Komunitas yang menyenangkan. Kondisi fisik yang prima. Kegiatan positif yang datang silih berganti. Prestasi demi prestasi yang berhasil digenggam. Semuanya membuat saya merasa begitu dilimpahi karunia yang luar biasa oleh Allah.

Hal-hal buruk ada juga yang menyapa, tapi saya selalu berusaha melihat semuanya dari sisi kacamata positif. That’s why, banyak yang mengatakan aura bahagia selalu terpancar dari wajah saya 🙂

Usia yang terus merambat hingga sampai ke level #UsiaCantik, tidak sampai membuat kami merana galau gundah gulindang tak berfaedah. Cukuplah kegalauan yang tidak perlu dihabiskan stoknya beberapa tahun silam  😀

Sekarang, bagaimana kami bisa sempat merasakan merana galau gundah gulana, jika banyak rencana-rencana menyenangkan sedang berbaris rapi di depan mata. Minta segera disapa 🙂

***

Ah, bayang-bayang #UsiaCantik saya yang begitu menyenangkan…:)

“Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.”

Advertisements

Eksis Disaat Krisis, Seni Mengolah Derita Saat Tanggal Tua Tiba

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

***
Konon, jika ingin keringat kita baunya terasa lebih mendamaikan di hidung tetangga, maka sering-seringlah makan daun beluntas. Ia bisa menjadi deodorant alami. Terserah mau dimakan dengan cara apapun. Dilalap enak. Dibuat bothok juga bisa.

Bagi kami, beluntas adalah hiburan saat Tanggal Tua tiba.

Adalah kakak saya, disuatu waktu ketika perut kami minta diisi sedang lauk tidak ada, akhirnya ngramban daun beluntas. Daun beluntas itu dicuci bersih terus dicampur dengan adonan tepung yang sebelumnya sudah diberi sedikit air, irisan dringu bawang dan cabe-cabean. Tidak lupa diberi sedikit garam. Beberapa butir vitsin ikut terjun juga ke adonan. Ingin turut menyedapkan makanan, katanya. Itu dulu, sekarang penyedapnya pakai Royco. Derajat ke-MSG-annya lebih rendah. Mari, tumbuh cerdas bersama MSG #eh

1
Bahan Membuat Deligu

Nah, setelah diaduk merata, digorenglah adonan itu dengan sedikit minyak. Bagusnya, proses menuang adonan ke wajan memakai teknik menuang seperti membuat rempeyek. Jadi tengahnya tebal, pinggirnya kriuk-kriuk asoy. Tapi jika tidak, juga tidak apa-apa. Setelah menunggu beberapa saat, pizza ndeso a la kami siap untuk disantap menemani nasi.

deligu

Kami menyebut makanan itu dengan Deligu. Plesetan dari Terigu. Selain beluntas, daun kenikir juga bisa digunakan untuk membuat deligu ini.

Enak? Sangat!.

Dengan modal beberapa sendok terigu, beluntas, bawang bawangan plus cabe-cabean, jadilah lauk lezat pelipur lara. Lupa sudah akan fakta bahwa saat itu dompet sedang tidak bergembira. Kalau dirupiahkan, modal makanan ini paling hanya seharga 1.500-an. Lha wong harga terigu yang dipakai seperempat kg- nya hanya 2000 rupiah. Sedang untuk membuat deligu bundar satu piring, kira-kira hanya perlu ¼ dari seperempat kg-nya.

Siapa sangka, kreasi makanan yang muncul saat-saat kepepet ketika kami masih duduk dibangku SMA-SMP dulu, justru akhirnya menjadi salah satu menu favorit kami saat ngumpul bareng, hingga kini. Ngobrol ngalor ngidul sambil menikmati deligu yang masih panas baru keluar dari penggorengan. Nyoss!

Awalnya hanyalah makanan yang sifatnya ‘daripada nggak ada yang dimakan’, tapi akhirnya malah jadi camilan primadona. Bolehlah kita sebut penemuan deligu di Tanggal Tua ini sebagai blessing in disguise.

Moral of the story: Jangan takut dengan Tanggal Tua. Bisa jadi, banyak hal-hal kreatif yang berhasil kita lakukan, sesuatu yang mungkin tidak terjadi ketika hidup berjalan normal.

***

2

Ada yang tahu, punya hubungan apa antara uang receh dan selotip ini?

Jadi, saat Tanggal Tua tiba, salah satu langkah saya untuk bisa eksis adalah dengan gerilya ‘recehan dollar’. Ketemu, dikumpulkan. Terus mencari sampai terpenuhi jumlah yang diinginkan. Uang receh yang diabaikan ketika dompet lagi makmur, tiba-tiba menjadi salah satu barang yang dicari begitu musim paceklik tiba.

Karena menyulitkan orang lain itu dekat dengan dosa, maka biar mudah menghitungnya, saya susun saja uang receh menjadi bertumpuk. Kadang pecahan 100 sebanyak 10 biji, jadilah 1000. Atau pecahan 500 disusun 10, jadilah 5000. Kemudian uang recehan yang bertumpuk itu, kita kasih selotip plastik transparan di kanan-kiri-atas-bawah sehingga mereka menjadi satu padu, tidak berlarian kemana-mana.

Kalau beli sesuatu ke toko, saya serahkan uang receh yang sudah dikelompokkan itu sambil berkata: “Bayarnya pake pecahan dollar, ya”.

Para penjual itu ho-oh ho-oh saja. Tidak menolak. Kok bisa? Bisa!

Pertama, uang-uang receh itu masih menjadi alat transaksi yang sah di negeri ini.

Kedua, uang recehan itu sudah tertata manis jadi satu. Jadi memudahkan para penjual untuk menghitungnya.

Ketiga, sesungguhnya dengan memberikan uang receh, saya sedang membantu mereka. Ketika stok uang receh mereka banyak, mereka bisa menghindarkan diri dari bilang ke konsumen: ‘Kembaliannya permen, ya’. Mereka, para pemilik toko itu, juga main media sosial, lho. Jadi mereka paham bahwa banyak netizen yang rasan-rasan soal uang kembalian yang diganti permen. Tahu dirilah ya, jadinya.

See, tanpa terasa, dengan membayar pakai recehan, saya membantu mereka menghindari mendholimi pembeli dengan tidak memberi uang kembalian dengan permen. Jadi pahala, kan? #SemacamMembesarkanHatiDiriSendiri

Itu secuplik cerita saya ketika menghadapi Tanggal Tua, bagaimana versi Anda?

***

Ada berapa orang di dunia ini yang pernah mengalami momen-momen Tanggal Tua? Pastinya buaanyyak. Tak Terhitung. Nah, orang-orang yang pernah mengalami momen Tanggal Tua itu pasti berada di situasi dan kondisi yang beraneka rupa. Maka, supaya lebih ringkes, saya coba klasifikasikan sikon Tanggal Tua menjadi 3 versi:

Versi Kelas Atas

Sesuai dengan golongannya, meski hidupnya mapan pan-pan-pan, ada saat-saat mereka juga mengalami momen Tanggal Tua. Tentu saja Tanggal Tua versi mereka. Misalnya begini:

‘Sorry, gue nggak jadi ikut Loe liat pameran mobil. Lagi Tanggal Tua. Ada uang, tapi udah gue alokasikan untuk liburan minggu depan. Khawatir gue cuma bisa ngiler.’ 

Versi Kelas Menengah

Kelas menengah, ketika mereka mengalami momen Tanggal Tua, mereka ada di situasi masih pegang uang. Cuma jumlahnya lebih sedikit dibanding jumlah biasanya. Meski Tanggal Tua, mereka masih bisa internetan dari smartphone. Dengan begitu, akses menjadi Pemburu Diskon masih tersedia.

“Din, letakkan hape loe bentar. Masa dari tadi gue dicuekin?”

“Bentar, gue lagi ngecek Matahari Mall, nih. Lagi butuh parfum. Siapa tahu ada diskonan”

“Kenapa ga beli di xxx, aja?”

“Lagi Tanggal Tua. Nyari diskonan. Lagian disini barangnya bagus-bagus dan banyak yang lebih murah”

Versi Kelas Bawah

Versi Tanggal Tua untuk masyarakat kelas bawah ya berarti benar-benar tidak ada uang. Sekedar untuk beli lauk sebagai partner nasi pun tidak ada.

Bu, lawuhe nopo?” [Bu, lauknya apa?]

Ganok lawuh. Ga nduwe duit gae blonjo. Sego, nyel” [Nggak ada lauk. Nggak punya duit untuk belanja. Cuma nasi saja]

Beda golongan, beda pula versi Tanggal Tua. Jadinya, segala advice yang cocok untuk golongan satu, tidak cocok untuk golongan lainnya. Misalnya, ada tips menghadapi Tanggal Tua dengan menyisihkan sebagian gaji bulanan. Begitu gaji bulanan cair, langsung disisihkan. Jaga-jaga ketika Tanggal Tua datang.

Bisa jadi saran ini cocok untuk golongan menengah keatas, tapi tidak cocok untuk kalangan bawah. Boro-boro menyisihkan, apa yang didapat hari ini, ya cukupnya untuk hari ini saja. Ngepres.

Meski begitu, setidaknya masih ada hal-hal umum yang bisa diterapkan oleh semua kalangan ketika menghadapi Tanggal Tua. Apa itu?

Pertama, pupuk keyakinan bahwa Allah Maha Segala-Galanya. Tidak sulit bagi-Nya untuk membuat  hambaNya terbebas dari derita Tanggal Tua. Entah dengan cara apa dan lewat siapa, yang penting keyakinan ini harus di install dulu.

sujiwotedjo

Kedua, jadilah sosok yang kreatif. Stok uang boleh menipis, tapi kemampuan berpikir jangan sampai ikut terkikis. Karena Tanggal Tua, maka muncullah ide kreatif membuat deligu. Karena Tanggal Tua, cerita tentang Budi akhirnya diabadikan.

Cerita Budi?

Iya. Tentang Budi yang bisa bertindak kreatif saat Tanggal Tua menyapanya. Kisahnya bisa dilihat disini. #JadilahSepertiBudi

Ayo ditonton. Siapa tahu menginspirasi.

Terakhir, yang penting, jangan Lupa bahagia bahkan ketika Tanggal Tua tiba.

Vic Hayes, Dari Belanda Merubah Peradaban Dunia

Bisa jadi, satu-satunya makhluk gaib yang tidak ditakuti dan justru menjadi incaran masyarakat modern saat ini adalah sinyal Wi-Fi. Kenapa disebut makhluk gaib? Karena ia tidak terlihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya nyata disekitar kita.

Dulu ada ungkapan: ‘Dimana ada gula, disitu ada semut’. Sekarang ungkapan itu sepertinya harus direvisi menjadi ungkapan yang lebih kekinian: Dimana ada ‘Free Wi-Fi’, disitu berkerumun manusia.

Hadirnya Wi-Fi menjadi salah satu faktor pendorong -selain internet- berubahnya peradaban manusia. Jika dulu interaksi antar sesama banyak dilakukan dengan cara face to face, sekarang model itu digantikan oleh interaksi dalam kultur virtual. Maka muncullah virtual traveler, virtual student, virtual office hingga virtual family.

Seperti kita ketahui, Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah produk teknologi yang membuat proses transfer data bisa dilakukan tanpa memakai kabel. Wi-Fi bekerja menggunakan gelombang radio elektromagnetik.

Berikut ilustrasinya:
Wireless LAN bekerja seperti halnya modem ketika melakukan transfer data dari dan ke internet. Ketika peralatan wireless itu akan mengirimkan data, maka alat-alat itu akan memainkan fungsinya dengan mengubah data digital yang ada menjadi sinyal radio. Kemudian ketika menerima, peralatan-peralatan itu akan berfungsi dengan mengubah sinyal radio menjadi data digital yang kemudian diolah oleh computer atau perangkat elektronik yang lain.

image001
Sumber: http://cara-kerja-wifi.blogspot.com/

Perubahan sinyal radio menjadi data digital memakai prinsip persamaan Maxwell. Persamaan ini merupakan hasil karya James Clerk Maxwell.

Kata Maxwell, setiap ada perubahan dalam medan magnet akan menghasilkan medan listrik. Begitu juga sebaliknya. Ketika arus listrik bergerak melalui konduktor, sebagian dari energinya akan terlepas dan membentuk medan magnet di ruang bebas. Medan magnet yang muncul dari energi yang dilepaskan itu akan membentuk medan listrik juga. Peristiwa saling melepas-menciptakan ini terjadi berulang-ulang dan bergantian sampai arus listrik yang pertama terputus. Energi yang muncul dari aktifitas ini yang kemudian disebut sebagai gelombang radio atau radiasi elektromagnetik.

Transmitter bertugas menghasilkan gelombang radio. Sedang yang bertugas menangkap atau mendeteksi gelombang radio di udara adalah receiver. Supaya kedua alat ini bisa bekerja maksimal sesuai dengan fungsi masing-masing, maka kehadiran antena begitu diperlukan.

Berangkat dari persamaan Maxwell ini, ketiga alat yang dijadikan satu ini dalam peralatan wireless LAN yang membuat computer atau gadget yang lain bisa melakukan tugasnya dalam proses transfer data.

Gambar diatas hanya ilustrasi cara kerja Wi-Fi. Kemudian, seperti apakah bentuk sinyal Wi-Fi itu?

Mewakili rasa penasaran jutaan manusia tentang seperti apa sih bentuk sinyal Wi-Fi itu, seorang ahli astrobiologi yang juga mantan pegawai NASA, Dr. Browning Vogel mencoba memvisualisasikan bentuk sinyal Wi-Fi. Kira-kira seperti inilah bentuk sinyal Wi-Fi. Keberadaannya memenuhi ruang udara.

image002
http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448
image003
Sumber: http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: siapa yang menciptakan Wi-Fi?
Ternyata, yang menciptakan Wi-Fi bukan ahli IT dari Sillicon Valley, tapi dari Belanda. Yes! Penemu teknologi Wi-Fi adalah Vic Hayes. Beliau adalah peneliti senior di Delft Technology University, Belanda.

Bersama dengan tim-nya di IEEE Standar Workgroup, beliau menyusun IEEE 802.11, standar jaringan tanpa kabel yang kemudian dikenal sebagai Wi-Fi. Standar WLAN 802.11 yang pertama ini dirilis pada tahun 1996.

Ketika Pak Hayes menemukan perangkat teknologi ini, namanya bukan Wi-Fi tapi standar IEEE 802.11. Supaya lebih mudah diucapkan –ini salah satu alasannya- akhirnya produk ini dinamakan dengan Wi-Fi.

Banyak penghargaan yang diraih Pak Hayes terkait dedikasinya yang luar biasa. Inilah infografis tentang biografi singkat Pak Hayes.

image004Bagaimana Pak Hayes bisa memiliki prestasi secemerlang ini? Dari kajian terhadap beberapa literatur, setidaknya ada 4 karakter yang beliau miliki yang menjadi factor utama hadirnya banyak prestasi di kehidupan beliau:
1. Memiliki passion yang kuat dibidang IT.
Kata orang tua: ‘Apapun profesi yang engkau geluti, berlakulah professional’. Sikap professional didorong oleh passion. Pak Hayes jelas memiliki passion di bidang IT. Buktinya adalah hasil dari perjuangannya yang sekarang kita nikmati yakni Wi-Fi. Banyak tantangan dan halangan yang beliau hadapi ketika menciptakan Wi-Fi ini, tapi tantangan dan hambatan itu bisa dengan mudah beliau atasi. Resepnya karena beliau mencintai pekerjaan itu.

2. Memiliki jiwa leadership yang tinggi.
Dengan jiwa leadershipnya, proses penciptaan Wi-Fi bisa dilakukan dengan sangat baik dan akhirnya bisa menghasilkan produk yang cukup murah sehingga memberi banyak manfaat untuk masyarakat luas.

Tugas inovator bukan hanya tentang menciptakan inovasi baru, tapi juga memelihara agar perjalanan inovasi itu tetap pada jalurnya.

Setelah mengomandani IEEE selama 10 tahun yang sukses menghasilkan Wi-Fi, sekarang Pak Hayes berada dalam posisi memelihara. Beliau sekarang mengepalai sub komite regulasi di Wi-Fi Alliance yang bersama-sama dengan pemerintah seluruh dunia memastikan bahwa mereka mengalokasikan spectrum yang sama untuk komunikasi menggunakan Wi-Fi.

Selain duduk di komite regulasi di Wi-Fi Alliance, sebagai upaya untuk ‘memelihara’ temuannya dan mengenalkannya kepada masyarakat luas, Pak Hayes bersama koleganya John Groenewege dan Wolter Lemstra, menerbitkan buku berjudul “The Innovation Journey of Wi-Fi: The Road Toward Global Success” yang terbit pada tahun 2010

3. Seorang inovator adalah seorang pemimpi
“In the beginning of the ’90s, we dreamed of having our chipset in each laptop. Then we were just dreaming. Now it’s real”, kata Pak Hayes. Mimpi yang dulu muncul, sekarang menjadi kenyataan setelah melalui kerja keras untuk mewujudkannya.

Bercerita tentang kesuksesan orang Belanda dalam menciptakan berbagai inovasi bukan hanya tentang menjadi ‘sosok di pinggir jalan yang memberi tepuk tangan’, tapi juga tentang menangkap hikmah atau pelajaran darinya. Sehingga semangat menciptakan prestasi yang ada disana, di negeri Belanda, bisa ditularkan dan diwujudkan disini, di negeri Indonesia.

Referensi

http://lbbonline.com/news/wi-fi-a-very-european-success-story/

http://www.networkworld.com/article/2202036/wireless/living-legend–vic-hayes.html

http://cara-kerja-wifi.blogspot.com/

http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448

Kiat Hidrasi Sehat Selama Puasa Dengan Formula 2-4-2

Aktifitas saya sebagai seorang penulis tidak otomatis berhenti ketika bulan Ramadhan tiba. Mentang-mentang karena puasa, tidak ada asupan makanan dan minuman sepanjang hari lantas menjadi sah-sah saja dengan tidak melakukan apa-apa. Alasannya badan lemes. Ini adalah pemikiran yang keliru. Justru selama bulan Ramadhan, produktifitas harus ditingkatkan, terutama menyangkut ibadah seperti sholat tarawih dan tadarus yang itu menuntut kondisi fisik yang prima.

Selama bulan puasa ini, hampir setiap hari harus setor tulisan. Ketika badan dalam kondisi lapar dan haus, masih harus mikir tulisan yang dibuat rasanya itu sesuatu banget. Ungkapan ‘Logistik mempengaruhi logika’ berlaku adanya. Tapi mau tidak mau, meski puasa, serangkaian tugas harus tetap dilaksanakan.

Saya dulu pecandu kopi. Meski tidak harus bergelas-gelas perharinya, tapi hampir setiap hari minum kopi. Rata-rata sehari ‘hanya’ ½ sampai 1 gelas saja. Ritual minum kopi biasanya saya lakukan ketika sedang menulis untuk mengejar target. Yang saya rasakan, kopi memang seperti minuman ajaib. Otak kusut saat nulis bisa tiba-tiba terurai dengan sendirinya setelah minum kopi.

Kecanduan kopi ini menjadi berkurang drastis ketika saya merasa ada yang tidak beres dengan anggota tubuh. Badan, terutama area pinggang sampai kaki terasa sakit. Dan anehnya itu hanya terjadi pada salah satu kaki. Akhirnya setelah saya periksakan ke dokter, ketahuan penyebabnya.

Penyebab munculnya rasa sakit itu karena kebiasaan saya: kurang minum air putih dan olahraga. Iya, sih. Ketika kopi sudah ada di depan mata, maka pengetahuan tentang pentingnya minum air putih seolah menguap entah kemana. Fokus perhatian saya terpenjara oleh adanya kopi.

Sejak saat itu saya merasa kapok dan perlahan-lahan mulai merubah gaya hidup. Air putih mendominasi, menggantikan kehadiran kopi. Meski beberapa kali masih cheating. Yah namanya juga kecanduan, jadi diminta melepas kopi langsung tentu akan sulit. Salah satu terapi yang bisa dilakukan adalah semakin menjaga jarak minum kopi dan kalaupun harus minum hanya ½ gelas saja.

Minum air putih 8 gelas sehari mulai saya biasakan. Meski saya akui untuk mengubah kebiasaan ini rasanya cukup sulit. Biasanya baru minum ketika sinyal haus sudah datang. Itupun seringnya tidak sampai 8 gelas perhari. Saya semakin sadar, kebiasaan baik untuk minum air putih sebanyak 2 liter perhari memang harus terus dilatih.

Kalau hari biasa, mengatur waktu konsumsi air putih sebanyak 8 liter termasuk cukup mudah karena ada waktu 24 jam. Berbeda ceritanya ketika bulan puasa bagi umat Islam telah tiba. Pada bulan ini, jam makan dan minum dibatasi waktunya. Mulai dari imsak hingga adzan magrib tidak boleh makan atau minum.

Lantas bagaimana caranya supaya hidrasi tercukupi ketika bulan puasa?
Gampang! Kita ganti saja formula minumnya.

Formula 2-4-2

Mungkin, ketika membaca formula ini, bayangan Anda langsung mengarah ke lapangan hijau, tempat dimana formasi angka begitu biasa. Tapi ini bukan tentang sepakbola. Ini tentang rumus mengkonsumsi air putih ketika bulan puasa. Bulan dimana waktu kita untuk makan dan minum terbatas.

Di Indonesia, puasanya sekitar 13 jam. Jadi kita hanya punya waktu makan dan minum 11 jam, itupun ada selingan tidurnya. Nah, meski waktu bebas makan dan minumnya relatif pendek, kita masih bisa menyiasati supaya asupan air putih 8 gelas perhari tetap terjaga.

Caranya?

Pakai Formula 2-4-2

242 1
Sumber: http://www.aqua242.com

2 Gelas Ketika Berbuka

Angka 2 pertama menunjukkan jumlah gelas yang harus diminum ketika waktu berbuka. Tidak sekaligus 2 gelas langsung tandas. Kalau caranya seperti ini, bisa-bisa kelempoken (perut penuh dengan air). Cara yang ideal adalah dengan minum 1 gelas sebelum menyantap menu utama. 1 gelas lagi setelah berbuka. Dengan cara ini, perut akan menyesuaikan kehadiran 2 gelas air yang datang secara beraturan.

Saya sudah lama meninggalkan takjil berbuka dengan takjil yang manis, misalnya es buah, kolak dan sebagainya. Salah satu penyebabanya karena saya sadar ketika takjilnya selalu berisi tentang kolak dkk-, setelah ramadhan berakhir, badan bukannya melangsing, tapi justru menggemuk.

Jadi, meski sejak hari pertama puasa, para tetangga rajin mengunjungi pasar takjil yang menyediakan makanan-makanan manis nan berlemak, saya sudah tidak tergoda. Sebagai pembasuh kerongkongan yang kering seharian, saya membasahinya dengan minum air putih. Pernah 3-4 kali dapat kiriman takjil nan manis dari tetangga, saya minumnya hanya sekedarnya saja, dengan tetap air putih yang menjadi pendampingnya. Saya anggap mengkonsumsi takjil manis sebagai selingan yang sifatnya rekreasional, bukan menu rutin yang harus selalu ada.

4 Gelas Saat Malam

Ini saya minum ketika selesai sholat tarawih dan tadarus. Karena saya harus menemani ibu sholat tarawih dirumah, saya yang selalu jadi imamnya. Memimpin sholat Isya plus sholat tarawih beberapa rokaat bisa membuat tubuh capek, berkeringat dan muncul rasa haus. Jadi, inilah saat yang tepat untuk minum air putih.

Selanjutnya ketika tadarus. Untuk memperpanjang nafas, biar tidak selalu ngos-ngosan, saya sedia aqua botolan. Ketika target khatam quran sudah dicanangkan, tentu setiap kali membaca al-quran tidak cukup hanya ½ atau 1 lembar. Harus berlembar-lembar sekali duduk jika ingin segera dapat 30 juz. Dan kehadiran air putih begitu berarti. Selain untuk ‘memperpanjang napas’, juga untuk mencegah mata mengantuk.

2 Gelas Saat Sahur

Selama bulan Ramadhan ini, saya akui, nafsu makan ketika sahur tidak seheboh beberapa tahun yang lalu. Lebih kalem dan tenang menghadapi makanan. Meski tidak antusias makan, saya usahakan minum air putih dengan takaran yang cukup. Karena perjalanan siang hari cukup panjang.

Meski berusaha disiplin minum air putih sesuai yang dianjurkan, tetap saja ada momen-momen untuk melakukan cheating. Misalnya beberapa waktu lalu ketika Ramadhan memasuki 10 hari terakhir, karena ingin segera khatam saya doping dengan kopi. Air putih ada, tapi inginnya hanya minum kopi. Jadi satu malam itu sebelum tidur saya habis 1 gelas kopi.

Kemudian ada pertanyaan, mengapa harus minum air putih 2 liter perhari? Mengapa tidak didiskon saja, misalnya hanya 2 gelas sehari semalam karena ini puasa.

Ternyata….

Ini dilakukan untuk menghindari dehidrasi. Dehidrasi diartikan sebagai kurangnya cairan dalam tubuh. Dehidrasi memiliki 3 tingkatan, mulai dari yang ringan hingga berat. Dehidrasi ringan antara lain ditandai dengan mengantuk, letih, lesu, bibir kekeringan dan sebagainya. Sedang dampak dehidrasi berat bisa menyebabkan heat stroke dan koma.

Selama puasa, meski organ pencernaan sedang beristirahat, tapi sesungguhnya proses mrtabolisme masih bertugas sebagaimana mestinya terutama ekskresi. Proses ini bertugas membuang sisa-sisa dari metabolism yang dikeluarkan dalam bentuk keringat maupun buang air kecil yang ternyata jumlah tidak berbeda disbanding ketika orang itu tidak puasa alias sama. Jadi, kebutuhan minum orang yang berpuasa dengan yang tidak tetaplah sama.

Mengapa harus air putih? Karena hanya air putihlah yang merupakan cairan alami yang bisa memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Air putih masih murni dan tidak tercampur dengan zat-zat tambahan lainnya.

Manfaat air putih sudah jelas, langkah selanjutnya untuk bisa memenuhi kebutuhan air dalam tubuh yang bisa dikatakan sebagai urat nadi kehidupan adalah mendapatkan air putihnya.

Salah satu keuntungan kita hidup di jaman ini adalah kemudahan hidup yang semakin gampantg didapat. Ketika kita perlu air putih untuk minum, ada berbagai pilihan yang bisa dipertimbangkan. Bisa memasak air putih sendiri atau minum air putih kemasan.

Dengan air putih kemasan, kita tidak perlu merebus air sumur dulu yang kadang airnya tidak jernih. Diantara sekian banyak merk air putih siap minum, saya rekomendasikan AQUA.

Mengapa Harus Aqua?

aqua

Aqua adalah produk terbaik dibidangnya yang pernah ada di Indonesia. Aqua bekerja keras untuk bisa mempersembahkan air minum terbaik. Mulai dari memilihkan sumber mata air terbaik, mengelola hingga mengemas air minum yang siap dinikmati oleh masyarakat.

Totalitas Aqua dalam memberikan produk terbaik kepada konsumen ini membuahkan berbagai penghargaan. Berbagai macam penghargaan ini menjadi semacam jaminan bahwa Aqua benar-benar produk bermutu.

Diantara banyaknya produsen air putih kemasan, Aqua-lah juaranya. Merek generiknya sudah menancap dengan erat di memori masyarakat luas. Hingga orang ketika menyebut air putih kemasan, menyebutnya dengan kata Aqua.
Aqua begitu peduli dengan konsumennya. Salah satu buktinya adalah dengan diluncurkannya program #Aqua242. Dengan program ini, Aqua ingin mengedukasi masyarakat supaya tetap mengkonsumsi air putih dengan takaran yang cukup meski sedang puasa.

Jadi, dengan dukungan Aqua, mari kita terapkan formula 242 supaya puasa berjalan lancar.

Referensi:
http://www.aqua242.com/
http://www.kompasiana.com/ian2000/dehidrasi-dan-akibatnya_55009134a333117f7251153d
http://www.koran-sindo.com/read/1014410/152/cukupi-hidrasi-saat-berpuasa-1434680637

.

Kue Kacang dan Sebongkah Kenangan

Selain membuatkan baju Ibu a la DIY alias jahit sendiri, satu hal yang ingin saya lakukan untuk menyambut lebaran kali ini adalah membuatkan beliau kue kacang.
Sampai Ramadhan menginjak setengah bulan, beliau masih kuat berpuasa meski kondisi beliau tidak seperti manusia sehat lainnya. Ya, sejak beberapa tahun yang lalu beliau terkena stroke. Meski dari kondisi kesehatan dan juga usia yang sudah sepuh beliau bisa tidak menjalankan puasa (rukhsoh) dan bisa menggantinya dengan membayar fidyah, tapi beliau tetap keukeuh menjalankannya. Ini yang membuat saya ingin sekali menghadirkan sesuatu yang istimewa di hari raya nanti, salah satunya kue kacang idaman beliau.
Meski pada dasarnya saya tidak begitu suka dengan kue ini, tapi rencana membuat kue kacang ini tetap akan saya jalankan. Alangkah bahagianya bila melihat orang yang kita cintai bahagia dengan pemberian kita. Bukankah begitu?
Sejak saya masih kecil dan Ibu masih sehat, selain kue madu mongso, kue kacang selalu hadir di meja sebagai hidangan menyambut lebaran. Saat itu, salah satu hal yang membahagiakan ketika bulan Ramadhan adalah bisa membantu beliau membuat kue kacang. Karena saya tidak kuat menggiling adonan karena tubuh saya yang masih kecil, jadi Ibu memberi tugas saya untuk mengoleskan kuning telur ke adonan sebelum dimasukkan oven.
Meski kelihatannya remeh, ternyata mengoleskan kuning telur nggak seremeh yang dikira. Jika tidak tahu triknya, maka olesan kuning telur tidak bisa merata dan hasilnya penampakan kue menjadi tidak begitu cantik.
Ibu tidak tanggung-tanggung ketika membuat kue kacang. Beberapa toples kaca besar khas djaman doeloe penuh dengan kue ini. Selain karena keluarga kami termasuk keluarga besar –saya 7 bersaudara- juga karena banyak tamu-tamu yang berdatangan. Khawatirnya kalau membuat kuenya sedikit, nanti akan kekurangan. Meski kenyataannya kue-kue itu baru habis setelah lebaran berlalu beberapa minggu 😀
Setelah Ibu terkena stroke sekitar 10 tahun yang lalu, kebiasaan membuat kue kacang menjadi hilang. Selain karena beliau yang biasa membuat kue sedang sakit, juga karena kami, anak-anaknya, termasuk dalam golongan orang yang sukanya memilih yang praktis-praktis saja dengan cara membeli kue jadi untuk hidangan lebaran. 😀
Lebaran kali ini akan menjadi lebaran kedua saya membuatkan kue kacang untuk Ibu. Kue idaman beliau.
Saya membayangkan Ibu akan sangat bahagia ketika kue idaman beliau bisa hadir di depan mata lewat tangan putrinya.
Meski kondisi Ibu tidak sesehat dulu dengan konsumsi makanan tertentu yang dibatasi, tapi tetap saja kehadiran kue kesukaan akan menambah kebahagiaan. Sedikit icip-icip, bolehkan. Sekedar untuk mengobati rasa penasaran.
Selain kue kacang, menu idaman yang ingin saya hadirkan sebagai sajian hari raya adalah buah-buahan sebagai pengganti aneka kue manis. Kue kacang adalah perkecualian.
Selera anti mainstream ini harus saya hadirkan. Karena saya sadar betul, terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis miskin serat ketika lebaran tidak baik untuk pencernaan. Betapa tidak sedikit orang yang mengeluh sakit perut karena pola makan tidak terjaga ketika lebaran tiba?

Tidak ada menu wajib yang harus hadir, misalnya harus opor ayam, sambel goreng ati dan sebangsanya yang sepertinya menjadi menu wajib lebaran. Selain karena kami sadar makanan-makanan seperti itu menjadi penunjang utama kolesterol sehingga banyak yang sakit pasca lebaran, juga karena kami tidak mengacu pada gaya mainstream. Menu istimewa tetap ada, tapi tidak harus menu-menu tertentu seperti yang disebut diatas.

<a href=”http://new.ngablogburit.blogdetik.com”><img src=”http://uc.blogdetik.com/fs/153/153515/media/2015/06/18/1434619962314394239.gif&#8221; width=”100%” /></a>

Cara Menabung a la Saya Dari Waktu ke Waktu

Menabung sudah saya lakukan sejak kecil. Diantara berbagai media penyimpanan uang djaman doeloe yang paling berkesan bagi saya adalah menabung di tiang bambu.

Jadi, dulu, di area dapur ada bambu yang ditegakkan untuk menopang atap. Nah, melihat ada bambu nganggur, ide saya muncul untuk membuat tabungan. Ambil gergaji, kemudian melubangi sedikit bambu untuk sekedar bisa menjadi pintu masuknya uang, taraaaaa…jadilah celengan bambu a la kami. Oia, untuk membuat celengan itu, tentu saja saya dibantu kakak laki-laki. Postur tubuh kecil saya tidak cukup kuat sekedar untuk menggergaji bambu 😀

Nah, karena celengan bambunya udah siap, bisa dimasuki uang, deh. Biar uang kertasnya tidak rusak, jika ingin memasukkan ke bambu harus dibungkus plastik dulu. Jika ada keinginan untuk mengambil uang, tinggal melubangi ruas bambu yang bagian bawah.

Jika satu batang bambu ada 10 ruas, misalnya, berarti ada 10 ruas yng berpotensi menjadi tempat menabung. Tempat menabung yang murah meriah dan cukup aman selama bambu ada didalam rumah 🙂

celengan bambuIlustrasi dari: http://brainly.co.id/tugas/676641

Setelah era menabung di celengan bambu berlalu, kemudian berganti menjadi cara menabung di celengan replika hewan. Yang sering saya beli celengan replika ayam jago yang terbuat dari tanah liat. Begitu penuh atau sedang membutuhkan uang, tinggal memecahkan celengan itu. Pyaaarr! Hancur celengannya dan uangnya berhamburan. Panen uang telah tiba 🙂

celengan jagoSumber gambar: http://www.kaskus.co.id

Kemudian setelah celengan replikasi hewan berbahan tanah liat berlalu, saya memakai celengan yang terbuat dari bahan plastik yang berbentuk macam-macam, misalnya celengan berbentuk drum. Perlu pisau atau gunting untuk mengambil uang di celengan model ini.

platik tabunghttps://selatanjayasurabaya.wordpress.com

Ketika sudah berada dibangku kuliah, cara menabung saya dengan membeli perhiasan. Misalnya membeli cincin dan kalung. Cincinnya saya pake, kalau kalungnya saya minta Ibu yang memakainya, karena dasarnya saya tidak begitu nyaman ada kalung yang bertengger di leher, geli 🙂

Dengan simpanan model ini, ketika membutuhkan uang, tinggal menjual perhiasan itu. Enaknya harga perhiasan cenderung naik. Jadi selain kita masih bisa mendapatkan uang senilai harga asli dari perhiasan, kita juga mendapatkan uang dari selisih harga beli-jual karena adanya perbedaan waktu. Ngomongnya gimana, ya? Misalnya. Dulu beli cincin seharga 200 ribu, beberapa saat kemudian dijual laku 250 ribu. Kan jadi untung 50 ribu. Gitu aja kok susah ya nulisnya, heuheu…

Tentang menabung dengan membeli perhiasan, saya jadi teringat salah satu momen. Saat itu saya sedang menimba ilmu diluar kota. Cincin saya pake. Kebetulan ada salah satu saudara yang sekota dengan tempat saya belajar. Saat itu beliau sedang kesulitan uang dan anaknya yang SMP membutuhkan beberapa uang. Akhirnya cincin saya lepas dan saya berikan ke saudara itu untuk dijual.

Saat itu, sekitar tahun 2006-an, saya belum kenal yang namanya ATM. Jadi perhiasan yang saya pake bisa menjadi tabungan yang sifatnya likuid. Tinggal menjual sudah jadi uang, deh.

Kemudian, setelah kenal ATM, cara menabung saya berubah. Cara terakhir yang saya pakai untuk menabung adalah dengan membuat akun di 2 bank yang berbeda, Bank Muamalat dan BNI Syariah.

Rekening di Bank Muamalat saya gunakan sebagai rekening lalu lintas uang bulanan. Jadi transfer gaji dan sebagainya, saya memakai rekening itu. Untuk memudahkan transaksi, saya memakai ATM.

Sedang rekening Bank BNI Syariah saya gunakan untuk tabungan yang khusus digunakan untuk keperluan umroh dan haji. Saya punya impian bisa memfasilitasi Ibu saya pergi ke tanah suci. Sebagai langkah awal mewujudkan niat ini, saya membuatkan rekening khusus di BNI Syariah tanpa menggunakan ATM. Sederhana banget ya cara menabung saya.

Kalau mau menelusuri lebih lanjut, kegiatan menabung tidak hanya terbatas di media celengan, membeli perhiasan atau membuka rekening berbeda, masih banyak alternatif yang bisa digunakan untuk menyimpan uang sekarang untuk digunakan di masa depan.

Jika djaman doeloe aktifitas menabung hanya bisa dilakukan di celengan bambu atau mungkin disimpan dibawah bantal, semakin kesini, media yang digunakan untuk menyimpan uang semakin variatif.

Diantara salah satu cara menabung yang kekinian adalah dengan menggunakan tabungan berjangka. Apa itu?

Tabungan berjangka adalah salah satu produk bank yang memfasilitasi nasabah dimana setiap bulan nasabah harus memberikan setoran tetap dalam jangka waktu yang disepakati. Misalnya disepakati setiap bulan setor 200 ribu dalam jangka waktu 5 tahun. Jika sudah lima tahun, maka uang itu bisa diambil.

Bedanya tabungan biasa dengan tabungan berjangka, salah satunya, di tabungan berjangka kita ‘dipaksa’ untuk setor sebesar nominal yang disepakati. Dengan dipaksa begitu, kita jadi disiplin menabung. Jika dikemudian hari ternyata sebelum jatuh tempo sudah memerlukan dana, maka tabungan berjangka bisa dicairkan, hanya saja terkena denda. Enak, ya.

Saya pikir, dibanding cara menabung a la saya ketika kuliah dulu yakni dengan cara membeli perhiasan, lebih praktis yang tabungan berjangka. Selain praktis juga lebih aman.

Penasaran tentang tabungan berjangka ini? Klik saja cermati.com. Dengan mengunjungi situs cermati.com, Anda akan diberikan berbagai informasi tentang produk tabungan berjangka ini.

CERMATI COMFYI, cermati.com adalah startup baru yang fokus pada teknologi finansial. Sebagai starup baru, fitur-fitur yang ditawarkan lumayan lengkap. Tinggal klik, maka beragam informasi akan dijembreng di depan Anda.

Cermati.com hadir sebagai partner yang bisa memberikan pilihan terbaik kepada Anda terkait produk-produk finansial. Bantuan ini diberikan mengingat banyaknya produk-produk finansial yang beredar di pasaran. Akan sangat memakan waktu jika Anda harus memilih produk terbaik diantara yang tersedia dengan mensurvey satu persatu. Selain memakan waktu juga akan menghabiskan banyak energi. Oleh karena itu, cermati.com hadir untuk mengatasi masalah itu. Melipat waktu dan memangkas energi yang seharusnya keluar jika memakai cara konvensional.

Cukup dengan leyeh-leyeh di sofa ditemani gadget ditangan, berbagai rasa penasaran dan kebingungan Anda tentang produk finansial bisa teratasi dengan mengunjungi situs cermati.com.
Bisa dikatakan kalau cermati.com adalah penasihat finansial yang selalu siap untuk Anda selama 24 jam! Selamat berselancar di dunia cermati.com dan nikmati keuntungan yang ditawarkan. 🙂

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Share Tips Menabungmu bersama Blog Emak Gaoel dan Cermati”

banner lomba

Indonesia Bebas Narkoba? Bisa!

Keluarga pun Kena…

Sungguh tidak menyangka bahwa narkoba akhirnya bisa menyentuh salah satu keluarga kami. Suatu ketika, beberapa tahun lalu, ada kabar bahwa salah satu anak kerabat yang tinggal diluar kota, masuk penjara karena kasus narkoba!

Kaget sekali. Tidak membayangkan bahwa Danang –sebut saja begitu- harus terkena kasus itu. Padahal anaknya kalem dan perangainya sopan. Sebagai putra sulung, dia bisa diandalkan menjadi sosok yang bertanggung jawab. Ayahnya yang seorang naib (penghulu) tentu telah membekalinya dengan pendidikan agama.

Tapi, keluarganya memang tidak sempurna. Orang tuanya harus bercerai dan secara resmi Danang menjadi salah satu anak korban broken home di Indonesia. Luka-luka yang muncul akibat perpisahan orang tuanya yang akhirnya secara tidak langsung membuat jiwanya terguncang hingga akhirnya lari ke narkoba.

Setelah melalui berbagai tahapan penyembuhan, saat ini Danang sudah bertransformasi menjadi sosok yang lebih baik. Danang yang pernah terjerumus di jahatnya dunia narkoba sekarang menjadi sosok family man untuk keluarga kecilnya.

Jatuhnya Danang ke dunia narkoba menyadarkan kami bahwa penyalah guna narkoba itu memang ada. Siapapun bisa terkena jika tidak dilakukan upaya-upaya pencegahan.

Tiga hari lalu, koran Radar Malang merilis berita bahwa di salah satu sudut kota kami, Malang, terjadi penggerebekan terhadap sebuah rumah yang disinyalir menjadi pabrik narkoba. Dari semua penghuni rumah yang semuanya WNA dari Cina berjumlah 12 orang, hanya beberapa yang tertangkap. Sekali lagi tidak menyangka, Malang menjadi salah satu kota tujuan para gembong narkoba memperluas jaring-jaring bisnisnya.

Mencuatnya kasus ini membenarkan pernyataan BNN Provinsi Aceh bahwa kita harus lebih aware terhadap penyebaran narkoba. Karena bisa jadi pengusaha narkoba yang produknya merusak bangsa itu ternyata menjadi tetangga kita.

1

Kabar tentang pabrik narkoba di Kota Malang ini menjadi salah satu stimulus bagi saya untuk membuka file-file memori yang mengendap di otak. Betapa narkoba sudah menapak perjalanan yang panjang.

Perjalanan Panjang Narkoba

Awalnya, cikal bakal narkoba bersifat boleh karena digunakan untuk kepentingan medis, misalnya untuk proses anestesi ketika operasi dilakukan. Bahkan Bangsa Sumeria dulu memakai opium sebagai salah satu senjata untuk berburu, karena opium ini bisa melemahkan hewan buruan.

Alexander The Great yang namanya tercatat dibanyak buku sejarah juga memperkenalkan opium kepada masyarakat Persia dan India. Manfaat yang diambil dari serbuk sari opium pada masa itu sebagai varian bumbu masakan karena khasiat yang terkandung didalamnya yakni bisa untuk relaksasi.

Karena manfaat dari opium yang berguna untuk kepentingan medis, membuat opium menjadi produk legal yang diperjual belikan di pasaran.

Setelah opium muncul morfin. Sebelas duabelas dengan opium, morfin ini juga awalnya digunakan untuk kepentingan medis. Tapi ternyata keberadaan benda ini yang sifatnya legal dipasaran membuat banyak orang kecanduan, termasuk para tentara yang menjadi korban Perang Dunia 1.

Melihat dampak yang ditimbulkan akibat bebasnya jual beli produk yang bisa membuat orang teler ini yang akhirnya ini mendorong Inggris mengeluarkan UU yang melarang penggunaan obat-obatan semacam morfin secara bebas. Ini terjadi pada tahun 1878. Langkah ini diikuti Amerika pada tahun 1906 dengan mengeluarkan UU yang melarang jual beli narkotika termasuk morfin dan heroin secara bebas. Tetapi, masyarakat saat itu sudah banyak yang mengalami kecanduan dan akhirnya mereka membeli di pasar gelap.

Dan akhirnya, rantai jual beli narkoba mengulur sampai hari ini. Perputaran uang dari bisnis jual beli narkoba telah mencapai angka lebih dari ratusan juta dolar. Sindikat narkoba tidak hanya satu negara, tapi sudah terhubung antar negara. Narkoba menjadi masalah universal.

Yang kaya dari hasil berbisnis narkoba semakin banyak mengingat harga jualnya yang tidak murah dan peminatnya yang terus bertambah. Yang tumbang karena dampak buruk dari narkoba juga tidak sedikit. Setidaknya saat ini ada 4 juta warga Indonesia yang memerlukan rehabilitasi dari ketergantungan narkoba.

Banyaknya angka tentang jumlah orang yang jatuh di lembah ini menunjukkan bahwa proses penyebaran narkoba telah berhasil. Para penyalah guna narkoba telah merata di berbagai strata. Mulai dari rakyat biasa hingga para public figure yang sering muncul di layar kaca.

Sampai saat ini, narkoba menjadi salah satu kata yang harus diperangi. Mengapa narkoba harus diperangi?

Narkoba diperangi karena banyaknya ancaman bahaya yang dibawa oleh benda itu. Untuk pemakai narkoba setidaknya ada 4 efek buruk yang terjadi.

Pertama, dampak fisik. Para penyalahguna narkoba akan mengalami berbagai dampak buruk yang terkait dengan fisiknya, misalnya gangguan pada jantung, kulit, syaraf, otak, pembuluh darah, tulang dan sebagainya. Berbagai penyakit akan bermunculan begitu seseorang mengkonsumsi narkoba.

Kedua, dampak mental. Ketergantungan mental yang dialami oleh penyalah guna narkoba menyebabkan yang bersangkutan akan dihantui oleh keinginan-keinginan untuk kembali memakai, meski dampak fisik sudah disembuhkan. Dampak ini termasuk sulit dihilangkan. Pengguna narkoba yang sudah memasuki taraf pecandu akan merasakan sekali dampak mental ini.

Ketiga, dampak emosional. Salah satu contoh dampak emosional yang dialami oleh penyalahguna narkoba adalah emosinya yang tidak stabil. Dari ketidakstabilan emosi ini bisa menyebabkan runtuhnya rumah tangga atau terlibat kasus kejahatan, misalnya mencuri.

Keempat, dampak spiritual. Orang yang menjadi penyalahguna narkoba juga akan mengalami disorientasi dalam hal spiritual. Apa yang dia pikirkan hanyalah bagaimana bisa mengkonsumsi narkoba. Maka urusan yang berhubungan dengan Tuhan menjadi tidak penting lagi. Norma-norma agama seolah hilang setelah dia menjadi penyalahguna narkoba.

Empat dampak itu dialami oleh pemakai. Bagaimana dampak buruk yang dirasakan oleh masyarakat dan Negara akan semakin banyaknya pemakai narkoba?

Banyak kasus-kasus perceraian, tindakan asusila, tindakan kejahatan yang muncul karena pelaku adalah pengguna narkoba. Jika seseorang sudah ketagihan narkoba, sedang harga obat-obatan itu tidak bisa dibilang murah, maka jalan pintas yang sering ditempuh adalah dengan melakukan kejahatan, misalnya mencuri.

Selain itu banyak rumah tangga hancur karena karena salah satu anggota keluarga menjadi pemuja narkoba. Harta habis tak bersisa dan akhirnya pasangan meminta berpisah dan meninggalkan luka-luka pada anak-anaknya.

Rusaknya masyarakat akibat kecanduan narkoba tentu akan merugikan negara baik materi maupun non materi. Bagaimana negara bisa maju jika banyak penduduknya yang teler?

Kemudian muncul pertanyaan, bisakah Indonesia bebas narkoba? Mengingat banyaknya penyalahguna dan semakin cerdiknya para pengedar berburu mangsa.

Jawabnya: Bisa!

Untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba, setidaknya ada 3 hal yang harus dilakukan, yaitu:

1. Pahami dan Kenali

Untuk menciptakan masyarakat yang paham terhadap narkoba, ada banyak jalan yang bisa ditempuh. Misalnya dengan melakukan penyuluhan ke berbagai kelompok masyarakat, menampilkan iklan di TV hingga mengadakan lomba blog seperti yang dilakukan BNN Propinsi Aceh.

Kegiatan lomba menulis yang memberikan hadiah tentu akan menstimulasi banyak orang untuk mengikuti. Untuk bisa mengikuti lomba dengan membuat tulisan tentang narkoba, tentu peserta harus membaca banyak literatur. Dari banyaknya informasi yang diserap akan membuat mereka paham. Setelah paham, selain untuk menulis, maka mereka akan menjadi corong informasi ke lingkungannya. Dari satu orang memberitahu 2 orang, kemudian 2 orang tadi memberitahu 10 orang, 10 orang tadi bisa jadi akan memberitahu 1 kampung. Proses penyebaran informasi dengan strategi mouth to mouth ini akan berjalan sangat efektif. Sehingga masyarakat akan semakin aware dengan narkoba dan bahaya yang terkait dengannya.

Setelah menyerap informasi tentang narkoba, langkah berikutnya adalah mengenali. Mengenali apa? Mengenali lingkunganya. Adakah disekitarnya orang-orang yang memiliki ciri-ciri sebagai pemakai narkoba? Apakah disekitarnya terdapat sesuatu yang mencurigakan seperti yang terjadi di Malang? Dimana di lingkungan penduduk ternyata terdapat satu rumah yang disinyalir sebagai pabrik narkoba.

Untuk bisa mengenali pemakai narkoba, masyarakat harus paham dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh pemakai narkoba. Ciri-ciri pemakai narkoba, antara lain:

Ciri Fisik
• Tangannya dipenuhi bintik-bintik yang tidak wajar yang muncul karena suntikan.
• Matanya merah dan cekung.
• Produksi keringat berlebihan
• Wajah terlihat semakin kusam

Ciri Emosi
• Emosi labil sehingga mudah marah
• Nafsu makan tidak stabil
• Lebih sensitive terhadap apapun yang ada disekitarnya.

Ciri Tingkah Laku
• Lebih suka mencuri karena kehabian uang sedang dia sudah kecanduan untuk segera mengkonsumsi narkoba
• Menjadi pribadi yang cuek dengan lingkungan
• Menjadi phobia air
• Mudah berbohong
• Sering bermimpi buruk

Dengan melakukan tindakan mengenali lingkungan, jika ada hal-hal yang mencurigakan, bisa segera diambil tindakan. Jika menemukan ada yang kecanduan, segera dilaporkan ke BNN yang ada di masing-masing daerah untuk selanjutnya direhabilitasi. Jika menemukan ada gembong narkoba di dekat tempat tinggal, segera dilaporkan polisi untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

2. Cegah

Prinsip Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati juga diterapkan untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba. Pintu-pintu yang sekiranya menjadi jalan masuknya narkoba harus ditutup. Rokok adalah salah satu pintu menuju pemakaian narkoba. Maka tindakan pencegahan harus dilakukan misalnya dengan melakukan gerakan stop rokok.

Selain itu, upaya pencegahan agar tidak semakin banyak korban yang jatuh karena narkoba adalah dengan membekali pelajaran agama yang lebih. Pelajaran agama harus ditambah porsinya dalam kurikulum pendidikan nasional. Selain itu pelajaran yang berisi tentang narkoba dan bahayanya harus sering disampaikan kepada para siswa.

3. Obati

Saat ini ada sekitar 4 juta pemakai narkoba di Indonesia. 4 juta orang ini harus diobati. Supaya tidak semakin parah dan juga tidak ‘menular’.

Salah satu langkah pengobatan berskala nasional yang harus diapresiasi adalah Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba yang dilakukan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional). Program nasional ini harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

BE3A51BB-D700-40F0-8A2C-ADB6E5498BF8_w640_r1_s_cx0_cy19_cw0

Nantinya dalam program ini, para penyalahguna narkoba tidak hanya diberi tindakan medis untuk menyembuhkan ketergantungannya, namun juga dilakukan rehabilitasi sosial. Setelah dilakukan rehabilitasi medis dan sosial, kemudian dilakukan tindakan pasca rehabilitisi.

Dengan penerapan model rehabilitasi yang tidak hanya focus ke sisi medis saja, diharapkan para penyalahguna akan benar-benar sembuh dan tidak kembali lagi ke jalan yang salah.

4. Tegakkan Hukum

Untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba, pemerintah tidak hanya fokus kepada program rehabilitasi para pengguna saja, namun juga fokus untuk memutus mata rantai perdagangan narkoba.

Penerapan hukuman mati yang dilakukan terhadap beberapa orang dari Bali Nine beberapa waktu lalu tentu akan membuat para pengedar dan calon pengedar narkoba berpikir seribu kali sebelum menjalankan aksinya.

Demikian pemaparan singkat tentang beberapa langkah untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba. Poin-poin yang saya sampaikan diatas bisa jadi terbaca sangat sederhana. Tapi jika semua itu dilakukan secara konsisten dengan dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa Indonesia, maka angan-angan akan terciptanya Indonesia Bebas Narkoba akan terwujud juga.

Malang, 15 Juni 2015

Vic Hayes, Dari Belanda Merubah Peradaban Dunia

Oleh: Sufiyati
Tema: Air

Bisa jadi, satu-satunya makhluk gaib yang tidak ditakuti dan justru menjadi incaran masyarakat modern saat ini adalah sinyal Wi-Fi. Kenapa disebut makhluk gaib? Karena ia tidak terlihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya nyata disekitar kita.

Dulu ada ungkapan: ‘Dimana ada gula, disitu ada semut’. Sekarang ungkapan itu sepertinya harus direvisi menjadi ungkapan yang lebih kekinian: Dimana ada ‘Free Wi-Fi’, disitu berkerumun manusia.

Hadirnya Wi-Fi menjadi salah satu faktor pendorong -selain internet- berubahnya peradaban manusia. Jika dulu interaksi antar sesama banyak dilakukan dengan cara face to face, sekarang model itu digantikan oleh interaksi dalam kultur virtual. Maka muncullah virtual traveler, virtual student, virtual office hingga virtual family.

Seperti kita ketahui, Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah produk teknologi yang membuat proses transfer data bisa dilakukan tanpa memakai kabel. Wi-Fi bekerja menggunakan gelombang radio elektromagnetik.

Bagaimana cara kerja Wi-Fi?

Berikut ilustrasinya:

Wireless LAN bekerja seperti halnya modem ketika melakukan transfer data dari dan ke internet. Ketika peralatan wireless itu akan mengirimkan data, maka alat-alat itu akan memainkan fungsinya dengan mengubah data digital yang ada menjadi sinyal radio. Kemudian ketika menerima, peralatan-peralatan itu akan berfungsi dengan mengubah sinyal radio menjadi data digital yang kemudian diolah oleh komputer.

Sumber: http://cara-kerja-wifi.blogspot.com/
Sumber: http://cara-kerja-wifi.blogspot.com/

Perubahan sinyal radio menjadi data digital memakai prinsip persamaan Maxwell. Persamaan ini merupakan hasil karya James Clerk Maxwell.

Kata Maxwell, setiap ada perubahan dalam medan magnet akan menghasilkan medan listrik. Begitu juga sebaliknya. Ketika arus listrik bergerak melalui konduktor, sebagian dari energinya akan terlepas dan membentuk medan magnet di ruang bebas. Medan magnet yang muncul dari energi yang dilepaskan itu akan membentuk medan listrik juga. Peristiwa saling melepas-menciptakan ini terjadi berulang-ulang dan bergantian sampai arus listrik yang pertama terputus.
Energi yang muncul dari aktifitas ini yang kemudian disebut sebagai gelombang radio atau radiasi elektromagnetik.

Transmitter bertugas menghasilkan gelombang radio. Sedang yang bertugas menangkap atau mendeteksi gelombang radio di udara adalah receiver. Supaya kedua alat ini bisa bekerja maksimal sesuai dengan fungsi masing-masing, maka kehadiran antenna begitu diperlukan.

Berangkat dari persamaan Maxwell ini, ketiga alat yang dijadikan satu ini dalam peralatan wireless LAN yang membuat computer atau gadget yang lain bisa melakukan tugasnya dalam proses transfer data.

Gambar diatas hanya ilustrasi cara kerja Wi-Fi. Kemudian, seperti apakah bentuk sinyal Wi-Fi itu?
Mewakili rasa penasaran jutaan manusia tentang seperti apa sih bentuk sinyal Wi-Fi itu, seorang ahli astrobiologi yang juga mantan pegawai NASA, Dr. Browning Vogel, mencoba memvisualisasikan bentuk sinyal Wi-Fi. Kira-kira seperti inilah bentuk sinyal Wi-Fi. Keberadaannya memenuhi ruang udara.

Sumber gambar: http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448
Sumber: http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448
Sumber gambar: gizmodo.com
Sumber: http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: siapa yang menciptakan Wi-Fi?

Ternyata, yang menciptakan Wi-Fi bukan ahli IT dari Sillicon Valley, tapi dari Belanda. Yes! Penemu teknologi Wi-Fi adalah Vic Hayes. Beliau adalah peneliti senior di Delft Technology University, Belanda.

Bersama dengan tim-nya di IEEE Standar Workgroup, beliau menyusun IEEE 802.11, standar jaringan tanpa kabel yang kemudian dikenal sebagai Wi-Fi. Standar WLAN 802.11 yang pertama ini dirilis pada tahun 1996.

Ketika Pak Hayes menemukan perangkat teknologi ini, namanya bukan Wi-Fi tapi standar IEEE 802.11. Supaya lebih mudah diucapkan –ini salah satu alasannya- akhirnya produk ini dinamakan dengan Wi-Fi.

Banyak penghargaan yang diraih Pak Hayes terkait dedikasinya yang luar biasa. Inilah infografis tentang biografi singkat Pak Hayes.

Untitled Infographic (Conflict Copy)Bagaimana Pak Hayes bisa memiliki prestasi secemerlang ini? Dari kajian terhadap beberapa literatur, setidaknya ada 4 karakter yang beliau miliki yang menjadi factor utama hadirnya banyak prestasi di kehidupan beliau:

  1. Memiliki passion yang kuat dibidang IT.
    Kata orang tua: ‘Apapun profesi yang engkau geluti, berlakulah professional’. Sikap professional didorong oleh passion. Pak Hayes jelas memiliki passion di bidang IT. Buktinya adalah hasil dari perjuangannya yang sekarang kita nikmati yakni Wi-Fi. Banyak tantangan dan halangan yang beliau hadapi ketika menciptakan Wi-Fi ini, tapi tantangan dan hambatan itu bisa dengan mudah beliau atasi. Resepnya karena beliau mencintai pekerjaan itu.
  2. Memiliki jiwa leadership yang tinggi.
    Dengan jiwa leadershipnya, proses penciptaan Wi-Fi bisa dilakukan dengan sangat baik dan akhirnya bisa menghasilkan produk yang cukup murah sehingga memberi banyak manfaat untuk masyarakat luas.
    Tugas inovator bukan hanya tentang menciptakan inovasi baru, tapi juga memelihara agar perjalanan inovasi itu tetap pada jalurnya. Setelah mengomandani IEEE selama 10 tahun yang sukses menghasilkan Wi-Fi, sekarang Pak Hayes berada dalam posisi memelihara. Beliau sekarang mengepalai sub komite regulasi di Wi-Fi Alliance yang bersama-sama dengan pemerintah seluruh dunia memastikan bahwa mereka mengalokasikan spectrum yang sama untuk komunikasi menggunakan Wi-Fi. Selain duduk di komite regulasi di Wi-Fi Alliance, sebagai upaya untuk ‘memelihara’ temuannya dan mengenalkannya kepada masyarakat luas, Pak Hayes bersama koleganya John Groenewege dan Wolter Lemstra, menerbitkan buku berjudul “The Innovation Journey of Wi-Fi: The Road Toward Global Success” yang terbit pada tahun 2010.
  3. Seorang inovator adalah seorang pemimpi                                                                      “In the beginning of the ’90s, we dreamed of having our chipset in each laptop. Then we were just dreaming. Now it’s real”, kata Pak Hayes. Mimpi yang dulu muncul, sekarang menjadi kenyataan setelah melalui kerja keras untuk mewujudkannya.

Bercerita tentang kesuksesan orang Belanda dalam menciptakan berbagai inovasi bukan hanya tentang menjadi ‘sosok di pinggir jalan yang memberi tepuk tangan’, tapi juga tentang menangkap hikmah atau pelajaran. Sehingga semangat menciptakan prestasi yang ada disana, di negeri Belanda, bisa ditularkan dan diwujudkan disini, di negeri Indonesia.

Referensi
http://lbbonline.com/news/wi-fi-a-very-european-success-story/
http://www.networkworld.com/article/2202036/wireless/living-legend–vic-hayes.html
http://cara-kerja-wifi.blogspot.com/
http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448

Cerita Korupsi Di Sekitar Kita

Korupsi itu hina, sudah jelas. Korupsi musuh kita bersama, semua sepakat. Tapi apakah kita paham korupsi itu sebenarnya bentuknya seperti apa. Hanya para pejabat sajakah yang mempunyai otoritas melakukannya?

Merujuk pada KBBI, korupsi diartikan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Jika hanya berpatokan pada pengertian ini, maka ruang lingkup korupsi hanya terbatas pada instansi pemerintah dan swasta saja.

Tapi, jika korupsi diartikan secara luas dengan mengambil keyword: ‘penyalahgunaan, penyelewengan’, maka bisa jadi kita yang awam pun juga sering melakukan tindakan korupsi. Tidak percaya, kan? Sama! 🙂

Sudah nonton film Kita Versus Korupsi? Ini film yang bagus. Jika belum sempat melihatnya, ijinkan saya mendongeng sebentar tentang film ini, ya. 🙂
kvkFilm omnibus ini isinya merupakan gabungan dari beberapa cerita yang memiliki benang merah. Dalam film Kita Versus Korupsi ini, ada 4 cerita yang disampaikan.

Yang pertama berjudul Rumah Perkara. Ceritanya ada lurah bernama Yatna yang lalai dengan tugasnya. Dia menjual tanah desanya kepada seorang pengusaha yang akan membangun sebuah proyek real estate. Ungkapan isuk dele sore tempe berlaku untuk Pak Lurah itu. Dulu pas kampanye, dengan berapi-api dia berjanji akan mensejahterakan rakyatnya. Begitu sudah menjadi lurah, dia lebih memilih kekayaan yang ditawarkan oleh pengusaha licik dan rela mengorbankan rakyatnya. Puncak konflik terjadi ketika ada salah satu warganya yang seorang janda yang menolak menjual tanahnya. Karena sikap ngototnya ini, akhirnya datang musibah pada janda itu. Rumahnya dibakar orang, kaki tangan sang pengusaha. Apesnya, anak laki-laki Pak Lurah satu-satunya ternyata turut menjadi korban kebakaran itu. Selalu, tindakan korupsi menyisakan akhir cerita yang tragis.

Cerita kedua mengambil judul Aku Padamu. Mengetengahkan kisah sepasang pemuda, Vano dan Laras yang ingin menikah diam-diam di KUA tapi terhalang oleh tidak adanya Kartu Keluarga. Jalan pintas berusaha diambil oleh Vano dengan menggunakan jasa orang dalam, we called it Calo. Tapi upaya ini ditentang Laras. Mengapa?

Ketika masih SD, Laras memiliki guru yang disebutnya guru terkeren di dunia. Pak Markun namanya. Guru ini tidak bisa mengajar karena dia menolak melakukan suap untuk mendapatkan SK mengajarnya. Rupanya langkah ksatria Pak Markun ini yang meniupkan nilai-nilai kejujuran pada diri Laras. See, betapa kebaikan seseorang mampu menginspirasi orang lain untuk melakukan kebaikan yang sama, melintasi ruang dan waktu.

Cerita ketiga berjudul Selamat Siang Risa. Mengambil setting waktu tahun 1970, film ini menceritakan sosok Arwoko yang dengan tegas menolak suap dari pengusaha yang hendak menimbun beras di gudang. Otoritas Arwoko sebagai penjaga gudang lah yang menjadikannya sebagai sasaran pengusaha itu. Sejumlah uang ekstra dia siapkan untuk Arwoko agar usahanya menimbun beras bisa berhasil. Di waktu yang sama, keluarga Arwoko mengalami masa-masa sulit. Anaknya sakit keras dan sedang tidak ada uang. Meski sedang sulit, tapi dengan tegas Arwoko menolak uang suap itu. Tindakan inilah yang menjadi salah satu titik penting dalam pembentukan karakter jujur pada keluarganya.

Beberapa tahun kemudian ketika Risa -anak sulungnya- memegang jabatan penting dan menghadapi upaya penyuapan, dengan tegas Risa menolaknya. Didikan bapaknya telah menciptakan dinding-dinding kokoh dalam dirinya untuk tahan terhadap godaan-godaan yang ada.

Di segmen ini juga dimunculkan berbagai tindakan korupsi yang biasa terjadi di masyarakat yang jarang kita sadari. Pak polisi yang ketahuan menerima uang aman dari pengendara motor. Seorang Ibu yang membuang sampah di Sungai. Seorang anak muda yang duduk santai di bis yang penuh sesak sambil mendengarkan musik sedang disampingnya ada seorang ibu yang berdiri menggendong anaknya dengan susah payah. Juga seorang bapak yang sedal-sedul merokok dengan tenangnya di sebuah bus kota.

Segmen terakhir di film Kita Versus Korupsi berjudul Psssttt… Jangan Bilang Siapa-Siapa. Dibuat layaknya film dokumenter, film ini bercerita tentang seorang siswi yang dengan handycam nya merekam obrolan 2 temannya. Yang satu bercerita tentang aksi korupsinya dalam membantu gurunya menjual buku paket yang ternyata menentukan nilai siswa. Teman satunya lagi bercerita tentang kebiasaan ‘korupsi’ di keluarganya yang sudah seperti kegiatan normal saja. Darimana bibit-bibit korupsi muncul, bisa kita temukan di segmen ini.

Film Kita Versus Korupsi tetaplah hanya sebuah film. Meski begitu ceritanya terasa di lingkungan kita. Dari film ini juga yang akhirnya membuat kita akan kaget bukan kepalang, bahwa bisa jadi kita adalah salah satu pelaku korupsi di negeri ini. Mengerikan, bukan?

Sebenarnya, bagaimana ceritnya orang bisa melakukan korupsi?

Jika melihat ribuan bahkan jutaan kasus korupsi, maka kita akan temukan banyak sekali alasannya. Tapi, dari sekian banyak motif yang membuat orang melakukan korupsi, kita bisa mendapatkan penyederhanaannya. Victor Vroom dan Robert Klitgaard, dengan teorinya, membantu kita menelisik penyebab munculnya korupsi.

Teori Vroom
Pak Victor Vroom berusaha mengajak kita mengenali aksi munculnya korupsi dengan formulanya yang disebut Teori Vroom.

M = f (E,V)

M = Motivation
E = Expectation
V = Valance/Value

Dari sini kita bisa mengetahui bahwa motivasi (motivation) seseorang dipengaruhi oleh harapan (expectation) dan juga nilai-nilai yang dikandung (value) dari orang tersebut.

Apabila ada orang yang ingin hidup dengan harta berlimpah, ada dua kemungkinan yang akan dia ambil. Jika value yang ada dalam dirinya lebih dominan yang positif, maka dia akan melakukan cara-cara yang sesuai dengan aturan yang ada. Sebaliknya jika value dominan yang ada dalam dirinya adalah negatif, maka cara-cara brutal yang akan ditempuhnya. Menghalalkan segala cara. Korupsi adalah contohnya.

Teori Klitgaard

Robert Klitgaard secara ringkas menyatakan bahwa korupsi terjadi karena adanya peluang berupa jabatan (monopoly of power), tingginya kekuasaan (discretion of official) dan juga rendahnya pengawasan (minus accountability). Dia memformulasikan pemikirannya sebagai berikut:

C = M + D – A

C = Corruption
M= Monopoly of Power
D= Discretion of official
A= Accountability

Dari teori yang disampaikan Pak Victor Vroom dan Pak Robert Klitgaard, setidaknya ada 2 poin penting yang patut mendapatkan perhatian terkait dengan upaya pemberantasan korupsi. Pertama, value atau penanaman nilai-nilai kebaikan. Kedua, accountability atau pengawasan yang dilanjutkan dengan penegakan hukum (law enforcement).

Dari kedua poin ini, kita jadi tahu bagaimana mewujudkan Indonesia yang bebas korupsi.

1. Tancapkan nilai-nilai kebaikan
Avul Pakir Jainulabdeen Abdul Kalam, mantan presiden India pernah mengatakan:

If a country to be corruption free and become nation of beautiful minds, I strongly feel there are three key societal members who can make a difference. They are father, the mother and the teacher.

Unit terkecil dari sebuah negara adalah keluarga. Dalam keluarga ada ayah dan Ibu. Masing-masing memiliki peran besar untuk menciptakan Indonesia menjadi negara yang bebas korupsi.

Kita lihat Arwoko. Kejujurannya menjadi contoh nyata bagi anaknya, Risa. Hingga kelak ketika Risa berada di lingkungan kerja dimana korupsi menjadi hal biasa, Risa bisa dengan gagah berani menolak aksi korupsi. Kejujuran sudah menjadi karakternya karena tempaan ayahnya.

Ibu juga memiliki peran penting. Sering kita mendengar bahwa Ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya. Jika yang diajarkan baik, anak-anak juga akan menjadi baik. Sebaliknya, jika yang diajarkan jelek, anak pun akan mengikuti. Di film Kita Versus Korupsi yang segmen ‘Psssttt… Jangan Bilang Siapa-Siapa’, kita akan tahu bahwa tokoh bernama Olla yang dengan bangganya menceritakan aksi bohongnya kepada ayahnya justru muncul karena didukung oleh ibunya. Ketika Olla minta sejumlah uang yang sudah dia mark-up kepada ayahnya, Ibunya justru mendukungnya. Alasannya karena uang yang diminta untuk kepentingan anaknya. Ibunya tidak sadar, meski demi anak, dia telah menanamkan bibit-bibit sikap culas, curang, korup kepada anak gadisnya.

Selanjutnya, anggota masyarakat yang memegang posisi strategis untuk menciptakan Indonesia bebas korupsi adalah Guru. Siapa guru itu? Apakah sekelompok orang yang bertugas di sekolah dengan busana KORPRI nya? Bisa iya bisa tidak. Kalau menganut ke pengertian sempit, merekalah yang disebut guru.

Jika menganut pengertian luas, guru adalah orang-orang yang mentransformasikan nilai-nilai kebaikan kepada orang lain. Tanpa memandang profesinya. Itulah guru.

Seorang penulis yang dengan tintanya dia sebarkan nilai-nilai kebaikan, bisa disebut sebagai guru. Seorang blogger juga bisa memiliki peran sebagai guru. Seorang fesbuker yang aktifitasnya tidak lepas dari posting dan komen status juga bisa memainkan peran guru. Bahkan orang-orang lapangan misalnya penjaga toko juga bisa menjadi guru. Ketika dia berusaha bersikap jujur dengan cara berdagangnya, misalnya tidak mengurangi timbangan, memberikan pengembalian uang belanja denga uang, bukan dengan satu dua bungkus permen, secara langsung atau tidak dia menjelma menjadi sosok guru bagi orang lain.

2. Terapkan Pengawasan dan Tegakkan Keadilan

UU tentang korupsi sudah ada. Bagaimana caranya agar UU itu dipatuhi? Lakukan pengawasan, jawabannya. Jika setelah diawasi masih terjadi penyelewengan, maka ambil tindakan hukum. Tegakkan hukum yang berlaku (law enforcement). Karena masih banyak para koruptor di negeri ini yang bisa lenggang kangkung, hidup bebas kesana kemari seolah-olah tidak ada yang salah dengan dirinya. Masalah penegakan hukum, kita serahkan aparat.

Porsi kita? Kita bisa memainkan peran menciptakan Indonesia Bebas Korupsi sesuai kapasitas. Kita ikut formulanya Aa Gym, 3M: Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal-hal kecil, dan Mulai dari saat ini.

Yang pekerjaannya menulis, menghindari plagiat. Yang kerja kantoran, tidak korupsi waktu. Yang jualan di pasar, tidak curang. Yang masih sekolah, tidak menyontek.

Apapun profesinya, kita bisa menjadi agen perubahan mewujudkan mimpi Indonesia Bebas Korupsi. Bukan mimpi kalau tidak menemui berbagai hambatan dan rintangan. Tapi yakin saja bahwa itu bisa diwujudkan. If u can dream it, u can do it, kata Walt Disney. 🙂

Referensi:
http://kuliahhurahura.blogspot.com/2010/03/teori-teori-korupsi.html
http://www.ipaidabribe.com/comment-pieces/corruption-formula#gsc.tab=0
http://idbdocs.iadb.org/wsdocs/getdocument.aspx?docnum=36218444
Sumber gambar http://melancholyholic.blogspot.com/2012/02/kita-vs-korupsi.html

Enggeh Sekedap dan Secangkir Kopi

Enggeeehh, Sekedaaaapp…”

Sesuai dengan tulisannya, cara mengucapkan 2 kata ini cocoknya dengan gaya mengulur panjang. Seakan-akan kita sedang menarik benang layang-layang dari pusat gulungannya.

Frasa itu seolah menjadi ‘frasa wajib’ bagi saya, karena seringnya diucapkan ketika mendengar Ibu memanggil. Bahkan sampai kakak pun hapal 2 kata ini 😀

‘Enggeh Sekedap’ artinya iya, sebentar.

Enggeh sekedap mengirimkan pesan:
Ya, saya mendengar.
Ya, saya siap menghadap.
Ya, saya siap melaksanakan apa yang harus saya lakukan.

Tapi sekedap, sebentar.

Dalam sekedap ini ada jeda waktu yang saya gunakan untuk menyeleseikan sesuatu. Kalau tidak sedang menyeleseikan pekerjaan, ya berarti sedang mengatur perasaan.

***

Kesempatan bisa mendampingi ibu yang beberapa tahun lalu terkena stroke dan kondisi beliau yang tidak bisa berjalan, tidak bisa berbicara dan dengan tangan kanan yang tidak bisa difungsikan normal adalah sebuah anugerah. Karena dalam situasi ini, artinya diberi kesempatan untuk meraih tiket surga kalau bisa menjalaninya dengan ikhlas. Tidak semua orang mengalami momen berharga ini. Betapa banyak anak-anak yang yatim-piatu dan bahkan banyak diantaranya yang sebelum dia hadir di dunia, salah satu orang tuanya sudah meninggalkan dunia terlebih dulu darinya.

Makanya, jika saya sudah bisa memahami ‘kondisi berat’ seperti ini adalah sebuah anugerah, selanjutnya dalam menjalaninya yang ada adalah perasaan senang, santai dan tidak terbebani. Meski orang lain ada yang memandang sebaliknya.

Bagaimana bisa perasaan seperti ini muncul sedang didepan mata ada Ibu yang tidak bisa apa-apa dan selalu membutuhkan kehadiran kita?

Salah satu resepnya adalah berusaha bersyukur dengan kondisi yang ada. Rasa syukur yang muncul menstimulus datangnya anugerah Tuhan yang lain, yakni kedamaian hati.

Idealnya seperti itu, yakni jiwa raga yang selalu sadar dengan anugerah yang ada dan bisa melaksanakan semua dengan suka cita.

Tapi tidak selamanya mood dalam kondisi terbaiknya. Ada kalanya bad mood muncul, rasa malas datang menghampiri dengan tidak diketahui apa penyebabnya. Dampak berikutnya dari kondisi ini ketika diminta tolong Ibu menjadi enggan melakukannya. Ataupun kalau melakukan, melakukannya dibarengi dengan rasa malas, aras-arasen, wajah ditekuk, intonasi yang tidak terjaga dan sebagainya.

Padahal dalam Islam, ada akhlak yang harus dijaga ketika berbicara kepada kedua orang tua, salah satunya tidak boleh berbicara dengan intonasi yang tidak enak didengar telinga.

Oleh karena itu, stabilitas emosi harus selalu saya usahakan agar tetap terjaga.

Bagaimana caranya?

Menyeduh kopi!, jawabannya.

Dengan menyesap kopi panas, wusss…seketika perasaan yang tadinya kelam berubah menjadi lebih ceria. Semangat yang sejak kapan bersembunyi dimana, tiba-tiba datang kembali. Gairah hidup yang sempat menghilang, kembali menyala. Memunculkan kesadaran bahwa banyak impian yang harus diwujudkan.

Photo-0001
Kopi memang minuman ajaib. Ramuannya bisa menjadi mood booster yang sangat manjur. Cukup satu ‘lepek’ saja, sudah bisa menghadirkan perasaan enak secara tiba-tiba.

Makanya, perlahan tapi pasti, saya menjadi sosok coffeeholic. Kopi menjadi salah satu item ‘wajib’ yang ada di rumah.

Sebenarnya, menjadi coffeeholic tidak datang secara tiba-tiba. Sejak kecil saya sudah dilatih merasakan manfaat kopi.

Dulu ketika masa-masa sekolah di SD-SMP, setiap kali Ibu membangunkan saya di sepertiga malam terakhir entah untuk sholat atau belajar, iming-iming yang beliau sampaikan adalah: kopi untuk saya sudah siap. Kalau mendengar kopi sudah siap, saya jadi semangat untuk bangun. Kemudian mendapati setengah gelas kecil kopi panas. Setengahnya sudah diminum Ibu. Sedang bapak disediakan di gelas yang lain.

***

Sekarang…

Begitu terdengar ibu saya memanggil atau sedang membutuhkan bantuan, dan saya merasa sedang tidak mood, segera saya sahut degan jawaban ‘Enggeh, sekedap’ dan lekas-lekas membuat kopi. Jadi nanti ketika sudah ada di dekat Ibu atau sedang melakukan apa yang beliau minta, saya tidak menampakkan wajah bersungut lagi. Bad mood yang tadi hadir, luruh bersamaan dengan luruhnya kopi yang saya minum. Secangkir kopi, besar pengaruhnya bagi saya.

Dalam secangkir kopi, ada ikhtiar berbakti.

Dalam seangkir kopi, ada pelajaran hidup tentang bagaimana cara mengendalikan diri.

Dalam secangkir kopi, ada semangat yang membumbung tinggi untuk menggapai impian yang sudah lama terpatri di sanubari.