Category: Lomba

Nyaman Ber-Traveling Dengan Grand New Veloz

Masih pagi, di masjid juga baru selesei adzan Subuh, tapi di rumah sudah terlihat repotnya. Tidak ada acara hajatan. Hanya saja jam 7 nanti kami akan melakukan perjalanan ke luar kota.

Pilihan travelling kami kali ini adalah silaturrahim ke rumah saudara di Lamongan. Katanya silaturrahmi akan memperpanjang umur dan rizki, benar tak? 🙂

Untuk perjalanan kali ini kami tidak melewati jalur Mojokerto seperti biasanya, tapi lewat Surabaya dulu, mampir ke saudara lainnya.

Mobil untuk keluarga stylish yang kinyis-kinyis warna merah nan gagah siap mengantar kami. Mobil baru yang resmi menjadi bagian dari keluarga kami sejak beberapa waktu lalu. Saya kenalkan, namanya Grand New Veloz, produk terbarunya Toyota. Mobil ini lahirnya bareng dengan Grand New Avanza yang dijuluki sebagai MPV Terbaik di Indonesia.

1

Mobil ini bisa memuat 7 orang peserta travelling hari ini termasuk sopir. Kapasitas tempat duduk yang cukup untuk anggota keluarga memang menjadi alasan pertama kami memilih Grand New Veloz. Kabinnya luas dengan pengaturan kursi yang fleksibel. Penumpang bisa bebas bergerak. Tidak membuat kaki kemeng, apalagi untuk perjalanan jauh.

mesin_-_2Halo…halo…kunci mobilnya mana?” Salah satu kakak saya teriak-teriak mencari wireless key.. Gimana, sih. Kok bisa sampai lupa dengan kunci mobil. Tanpa benda kecil itu, niscaya kami nggak bisa naik mobil.

SAFETY-AVANZA-VELOZ_08Kunci mobil ini memiliki kemampuan istimewa karena dilengkapi dengan immobilizer. Dengan immobilizer, tindakan pencurian mobil bisa dicegah. Karena hanya kunci yang cocok dengan data pemilik asli yang bisa menjalankan mobil.

Pencarian kunci mobil akhirnya berakhir. Kuncinya ketemu. Pelajaran penting yang bisa diambil, jika sudah membeli Grand New Veloz, tugas selanjutnya adalah meng-upgrade memori otak pemiliknya. Sayang dong kalau mobilnyaa udah canggih, tapi orangnya pelupa 😀

Setalah drama gedebag-gedebug, mempersiapkan ini itu selesei, tepat jam 7 akhirnya kami siap berangkat.

Seatbelt ada yang belum terpasang” Kakak yang jadi joki memperingatkan penumpang. Kok sopir tahu? Iya, karena di depan ada panel untuk ngecek apakah penumpangnya semua sudah dipasang seatbelt-nya.

SAFETY-AVANZA-VELOZ_04

“Secanggih apapun mobilnya, attitude penumpang tetap menjadi faktor utama” katanya menambahkan. Iya, benar juga.

Grand New Veloz ini memang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur untuk keselamatan penumpang. Misalnya sabuk pengaman yang terstandar dan side impact beam yang mampu mencegah penumpang dan pengemudi dari benturan samping.

SAFETY-AVANZA-VELOZ_02

SAFETY-AVANZA-VELOZ_03

SAFETY-AVANZA-VELOZ_06

Dari rumah saya sudah membayangkan kalau nanti menuju arah Surabaya udara akan semakin panas. Ternyata benar. Itu yang tampak dari pemandangan di luar. Lha, kami? Santai-santai saja, dong. Kan ada AC 🙂

Semakin mendekati wilayah Surabaya, jalanan semakin padat. Salah satu karakteristik di Indonesia, yang disebut kota besar seperti Surabaya, Jakarta adalah pemandangan macetnya. Kalau nggak macet rasanya nggak lengkap 😀

Setelah keperluan di Surabaya selesei, kami langsung cuss ke Lamongan. Jalanan lancar, sampai akhirnya…

Ciiittt…

Mobil nge-rem mendadak. Semua kaget. Hampiiirr Ya Allah. Tiba-tiba ada sepeda motor nyelonong memotong jalan. Huft. Seandainya mobil ini tidak dilengkapi dengan ABS (Anti Lock Braking System), saya nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi sedang jarak mobil dan motor begitu dekat.

SAFETY-AVANZA-VELOZ_05

Untungnya juga kami semua memakai seatbealt, jadi tidak sampai ada efek buruk akibat pengereman mendadak. Salah satu ujian kesabaran di jalan raya memang menghadapi pengguna jalan lain yang tidak taat aturan.

Setelah beberapa lama, akhirnya kami melewati hutan di Kecamatan Mantup Lamongan. Jika sudah melewati area ini, tandanya semakin dekat dengan tempat tujuan. Salah satu yang cukup menantang ketika harus berkunjung ke rumah saudara ini adalah jalannya yang tidak rata yang panjangnya berkilo-kilo meter.

Jalan-rusak
Hanya ilustrasi

Yang tidak terbiasa dengan jalan berlubang, grunjal-grunjal seperti ini pasti akan pusing dan mabuk. Tapi dengan mengendarai mobil ini, kami tidak merasakan itu, termasuk Ibu kami yang sudah sepuh merasa fine-fine aja. Karena apa? Karena ada suspensi MacPherson Strut dan suspense belakang yang mampu meredam goncangan sehingga penumpang akan tetap merasa baik-baik saja.

COMFORT-AVANZA-VELOZ_06

Jika melihat kondisi jalan yang rusak itu, paling akan terbersit pertanyaan: ‘Ini bener di Jawa, ta? Kirain di Indonesia Timur’. Padahal benar kalau ini di Jawa.

Bukannya tidak ada upaya dari pemerintah dan masyarakat setempat untuk membuat jalannya mulus. Jalan itu sudah direnovasi berkali-kali. Hanya saja karena sering dilewati truk-truk pengangkut tebu, jalan yang sudah dibuat mulus menjadi rusak lagi.

banSelain karena dilengkapi dengan suspensi canggih yang menjadikan mobil tahan goncangan, mobil ini juga memiliki roda yang cocok untuk medan menantang seperti ini.

Akhirnya kami bisa sampai rumah saudara dengan selamat. Jarak yang jauh antara Malang-Lamongan ternyata bisa kami taklukkan hanya dalam waktu 4 jam lebih sedikit.

Prestasi ini tentu karena mesin mobil kami yang memang joss!. Grand New Veloz ini memakai mesin dual VVT-I. Keunggulan dari mesin ini adalah tenaga lebih kuat, lebih cepat, dan pemakaian bahan bakar yang lebih erit. Kombinasi yang sangat menguntungkan.

PERFORMANCE-AVANZA-VELOZ_02

Perjalanan sepanjang dan selama itu tidak membuat kami capek. Karena memang kendaraan yang kami tumpangi benar-benar nyaman, jadi tubuh menjadi rileks selama di jalan. Ibu yang fisiknya tidak muda lagi juga masih terlihat segar.

Dengan penampilan dan performa yang ditunjukkan oleh mobil kami ini dari Malang ke Lamongan, semakin menguatkan kesan bahwa Grand New Veloz adalah mobil dengan exterior dan interior stylish dan trendy lifestyle.

Kami kembali ke Malang keesokan harinya setelah sholat maghrib. Kali ini kami melewati rute Mojokerto. Jalanan sudah pasti gelap. Apalagi di pedesaan, dimana penerangan umum tidak begitu bagus. Harus melewati hutan, lagi.

Tapi keadaan ini bukan masalah besar. Karena sistem pencahayaan di mobil kami sangat mendukung untuk menaklukkan malam yang gelap gulita. Kerjasama yang apik antara projector halogen, fog lamp, rear lamp dan rear reflector membuat berkendara di malam hari terasa nyaman.

Lamp1lamp2Sesampainya di Kota Pasuruan, karena perut terasa lapar, akhirnya kami putuskan mampir ke depot yang berjualan rawon. Dingin-dingin menyantap rawon panas, hmm..mantaaapp..

1386137444Seporsi rawon yang menggoda disajikan didepan mata. Yuk, kita mulai menyantapnya…

***
Drrtt..drtt..drtt..
[Esmeralda Memanggil…]
“Halo…”
“Hei, Sof. Kamu belum bangun?”
“Hmm..”
“Udah dikirim belum foto-fotonya ke emailku? Nanti sore lho DL-nya.”
“Iya”
“Cepetan mandi! Kutunggu foto-fotonya”
“Tahu nggak, kamu baru saja menggagalkan acara makanku”. Dongkol.
“Lho, kamu ini mau makan atau baru bangun?”
“Aku barusan mimpi mau makan rawon. Rawon dengan empal daging. Udah terhidang di depan mata. Baru mau nyendok pertama, tiba-tiba rawonku lenyap gara-gara telponmu ini. Huh!”

“Hahahaha…ya ampuuunnn…ya maap…”
“Dasar!!!”

***

Referensi:
http://www.toyota.astra.co.id/product/avanza-veloz/

http://www.burpple.com/rawon-sakinah-bangilan

http://www.bijaks.net

http://autotekno.sindonews.com/read/1032313/120/spesifikasi-toyota-grand-new-avanza-dan-veloz-1439385234/

Words: 991

Advertisements

Strategi Membangun Persepsi Bahwa Local Brand Lebih Keren #SmescoNV

Sebelum ke pembahasan tentang strategi membangun persepsi bahwa Local Brand Lebih Keren, kita bahas dulu pertanyaan: mengapa muncul istilah local brand? Mengapa harus tercipta dikotomi local brand dan bukan local brand?

Self Defense

Gaung ‘Satu Masyarakat Satu Dunia’ sudah lama terasa. Antara satu negara dengan negara lain sudah semakin kabur sekatnya. Orang bisa keluar masuk sebuah negara dengan mudah. Ini juga diikuti dengan arus perpindahan barang yang juga semakin tidak bisa dipersulit.

Secara alami, persaingan mulai terjadi. Antara produk hasil karya anak negeri yang akhirnya nanti kita kenal sebagai Local Brand melawan produk asing. Menggaungkan istilah local brand di tengah gempuran produk asing adalah bagian dari strategi pertahanan diri (self defense).

Dengan model pertahanan diri seperti ini, memaksa masyarakat Indonesia untuk sadar dan paham akan keberadaan merek lokal. Setelah paham. selanjutnya masyarakat akan mengambil tindakan lanjutan dengan lebih memilih produk dari produsen sebangsa dan setanah air dibanding produk asing.

‘Local Brand Lebih Keren’ adalah jargon yang diusung oleh SMESCO (Small and Medium Enterprises and Cooperatives), lembaga pemerintah yang fokus dalam mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia kepada dunia luar.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah ini dalam membantu para pelaku usaha di Indonesia tidak akan membuat hasil optimal jika pihak produsen sendiri tidak berupaya membuktikan bahwa jargon ‘Local Brand Lebih Unggul’ adalah nyata.

Kemudian, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana membuat masyarakat aware dengan merk lokal dan tercipta persepsi bahwa merek lokal lebih keren?

Brand Awareness

Brands exist in the mind of consumers, kata Keller. Brand bukan hanya tentang nama atau logo perusahaan, tapi merupakan indicator nilai (value indicator) dari apa-apa yang kita tawarkan. Brand atau merek termasuk intangible asset yang bisa menambah atau mengurangi nilai produk yang diterima konsumen.

Aspek penting terkait brand atau merek adalah bahwa konsumen bisa membedakan merk-merk yang ada dalam sebuah kategori produk. Misalnya, seseorang yang ingin membeli mobil. Dihadapannya disediakan dua pilihan mobil yang model dan spesifikasinya mirip. Terlihat identik. Tapi, mobil yang satu ‘Made in China’, satunya ‘Made in Japan’ dengan harga lebih mahal. Jika orang tersebut memiliki persepsi yang positif terkait ‘Made in Japan’, maka orang tersebut akan memilih mobil buatan Jepang meski konsekuensinya dia harus merogoh kocek lebih dalam. Ini adalah contoh brand awareness.

Beberapa waktu lalu, di beranda FB muncul postingan tentang nilai dari sebuah produk yang sama-sama bentuknya tapi beda namanya. Sweet Ice Tea versus Es Teh.

Sumber: https://m.la-lights.com
Sumber: https://m.la-lights.com

Ternyata, meski bentuk teh-nya sama, dituang di gelas yang juga sama, tapi hanya karena namanya berbeda, yang satu memakai nama berbau internasional, satunya memakai bahasa lokal, harganya menjadi berbeda tajam.

Dari kasus teh ini, bisa dikatakan bahwa nama produk yang berbau kebarat-baratan lebih unggul nilainya dibanding jika memakai nama lokal. Masyarakat kita sampai saat ini secara sadar atau tidak masih pro yang versi barat. Makanya, banyak produsen dalam negeri yang memilih nama-nama berbau bule untuk produknya. Selain karena menyasar masyarakat internasional, juga karena nama-nama tersebut lebih terlihat keren dan berkelas. Sebut saja Essenza produk pecah belah asli Indonesia tapi dikira dari Italia, Jeans Lea yang dikira produk Amerika ternyata produk sini juga. Juga ada Edward Ferrer, Terry Palmer, Polytron dan masih banyak lagi yang ternyata termasuk produk lokal yang mendunia.

Jadi, bagaimana caranya membangun persepsi bahwa Local Brand Lebih Keren?

Ada 2 hal utama yang harus dilakukan oleh para produsen dalam negeri yakni meningkatkan kualitas produk serta mengelola merk dengan baik. Keduanya ibarat 2 sisi mata uang, tidak dapat dipisahkan.

1. Terus Meningkatkan Kualitas Produk

Apa kabar Nokia? Vendor handphone yang dulu merajai pasar telepon genggam kini sudah lenyap dari pasaran. Tidak benar-benar lenyap sih karena masih ada produknya yang beredar di pasaran. Tapi dibanding dengan masa kejayaannya dulu, kondisi sekarang tidak ada apa-apanya.

Nokia boleh berjaya di pasar telepon genggam, tapi dia melupakan satu hal: inovasi. Sehingga ketika Samsung muncul dengan Android-nya, Nokia menjadi kelabakan. Belum lagi gempuran dari vendor telepon genggam dengan logo Apel Krowak.

Pelajaran penting dari kasus Nokia adalah bahwa diatas langit masih ada langit. Jangan terlena dengan pencapaian saat ini, jika tidak ingin disalip secara tiba-tiba oleh lawan. Terus meningkatkan kualitas produk adalah cara mempertahankan kekuatan merk di masyarakat.

Begitu pula dengan produk Made in Indonesia. Syarat utama yang harus dipenuhi supaya pantas menyandang status ‘Local Brand Lebih Keren’ adalah dengan jalan terus berinovasi. Tidak berhenti meningkatkan kualitas produknya.

Apalagi di tengah arus globalisasi yang ganas seperti yang terjadi hari ini dan hari-hari selanjutnya. Orang luar bisa dengan mudah meniru produk dalam negeri. Jika produsen dalam negeri tidak terus berupaya meningkatkan kualitas produknya, ya siap-siap saja melambaikan tangan ke kamera; dadaaaahh…

Jadi, bagaimana bisa memaksakan pendapat bahwa ‘Local Brand Lebih Keren’ jika para produsen sudah cukup puas dengan pencapaian yang ada?. Dipandang berat ya berat. Tapi jika permintaan akan kualitas produk yang lebih baik dipandang sebagai tantangan yang mengasyikkan, maka ketika menjalani proses untuk membuat produk lebih bermutu akan terasa menyenangkan.

2. Mengelola Merk Yang Baik

Cara mengelola merk dengan baik:

• Melalui Media Sosial

Niluh Djelantik adalah produsen alas kaki hand made dari Bali yang juga mendunia. Ia tidak hanya merajai pasar alas kaki yang berkualitas nan berkelas di Indonesia, namun juga berhasil menembus pasar mancanegara.

Sebelum secara permanen memakai brand Niluh Djelantik, nama yang dipakai terutama untuk pasar luar negeri adalah Nilou. Tapi karena ada sedikit masalah, akhirnya diputuskan memakai Niluh Djelantik. Dari analisis nama, terlihat kalau nama ini Bali banget. Nama dengan ciri khas daerahnya begitu kentara.

Meski begitu, brand Niluh Djelantik bisa memposisikan dirinya sebagai merk premium. Persepsi atas alas kaki yang ada embel-embel Niluh Djelantik pasti harganya mahal, berkualitas dan elegan. Artinya, meski memakai nama merk yang berkesan kedaerahan, tapi karena pengelolaan akan merk nya terjadi dengan baik, maka jadinya merk yang dibuat tetap berkelas.

Kalau kita mengamati cara Mbak Niluh berinteraksi dengan customer-nya, kita akan membaca pesan bahwa Mbak Niluh yang merupakan representasi dari Niluh Djelantik adalah sosok yang cerdas, seksi, mengutamakan kualitas dan pelayanan. Dengan apa yang dilakukan Mbak Niluh dalam bersosial media, secara tidak langsung beliau telah menunjukkan cara mengelola merk dengan baik.

Ada lagi produsen yang bisa me-maintain mereknya dengan baik melalui social media, yakni brownies Dapur Gladys. Poetry Gladys sang empunya usaha hanya mengandalkan tenaga dirinya dengan dibantu beberapa asistennya untuk memenuhi pesanan brownies.

Karena banyaknya pesanan yang tidak sebanding dengan kecukupan supply-nya, maka diberlakukan sistem waiting list. Bukan hanya satu dua hari, konsumennya rela menunggu hingga berbulan-bulan. Pengelolaan terhadap sistem antriannya juga unik. Pemesanan hanya dilakukan via twitter dan dibuka hanya pada saat-saat tertentu. Dengan cara ini, kesan brownies yang enak nan eksklusif begitu kentara dan tetap terjaga. Dan tentu saja, brand Dapur Gladys menjadi semakin baik.

• Melalui Endorsement

Salah satu strategi membangun brand di jaman digital saat ini adalah dengan mengendorse orang beken. Salah satu teman saya berjualan mutiara Lombok dengan brand Indah Mutiara Lombok.

Seperti kita tahu, pengusaha mutiara di Lombok banyak sekali. Nah, untuk mengelola brand IML-nya, teman saya ini mengendorse artis. Sebutlah Astrid Uya Kuya, Henidar Amroe, Umi Pipik, Lyra Virna dan lain-lain. Masyarakat Indonesia tahu siapa mereka, bagaimana kehidupannya. Karena mengendorse orang dari kalangan elit sehingga image yang melekat pada Indah Mutiara Lombok adalah perhiasan mahal dan berkelas. Meski range harga produknya bervariatif, bahkan ada yang berkisar di bawah 100 ribu.

Penutup

Kampanye besar-besaran ‘Local Brand Lebih Keren’ yang dilakukan oleh Smesco untuk memajukan UKM Indonesia patut diapresiasi. Inilah salah satu bentuk peran negara dalam melindungi masyarakatnya.

Bahwa sedahsyat apapun gempuran produk asing, harus ditanamkan dalam diri setiap anak negeri bahwa ‘Local Brand Lebih Keren’. Hanya saja, upaya luar biasa ini tentu tidak akan membuahkan hasil optimal jika para pelaku usahanya sendiri tidak menerapkan –paling tidak- 2 strategi seperti yang dijabarkan diatas. Bukankah begitu?

Referensi:
Keller, K.L. (2004).Strategic Brand Management– Building, Measuring, and Managing Brand Equity. Pearson Education.

https://m.la-lights.com/fun/es-teh-manis-vs-sweet-ice-tea-150619o.html

Tempe, Dari Indonesia Membelai Lidah Masyarakat Dunia

Kisah Duta Tempe Di Inggris
William Mitchell, dari namanya terlihat jelas kalau dia bukan orang Indonesia. Namanya khas bule. Dia memang bukan orang asli sini, pun tidak memiliki keluarga berdarah Indonesia.

Dia adalah warga negara Inggris yang beberapa tahun menjadi guru di Jakarta. Fasih berbahasa Indonesia dan begitu mencintai salah satu makanan rakyat Indonesia, Tempe.

Sebegitu cintanya Mitchell pada tempe, hingga ketika dia harus balik ke Inggris, dia bertekad untuk bisa membuat tempe sendiri. Maka selama berada di negeri ini, salah satu fokus kegiatannya adalah belajar membuat tempe di berbagai produsen tempe termasuk produsen tempe di Malang.

Kini, toko tempe-nya telah berdiri di salah satu kota yang disebut sebagai A Leading Global City yaitu London Inggris. Bisa dikatakan bahwa William ikut andil membuat tempe semakin mengglobal. Salah satu faktor penyebabnya karena dia mendirikan usaha tempe di kota London yang sangat internasional. Konsumennya adalah masyarakat dari berbagai belahan dunia yang tinggal disana.

4

William bukan hanya seorang pedagang tempe biasa. Tapi dia adalah seorang produsen sekaligus pemasar tempe yang memiliki passion kuat terhadap makanan asli Indonesia itu.

“Saya bule tukang tempe. Saya punya tiga pekerjaan, buat tempe, masak tempe dan promosikan tempe,” ucap William.

Tempe, dalam perjalanan panjangnya telah melahirkan duta-duta yang siap mempromosikan dirinya. William ‘hanyalah’ salah satu orang yang menjadi kaki tangan Indonesia mengenalkan tempe kepada masyarakat dunia. Di berbagai belahan bumi yang lain, sudah banyak orang yang memproduksi dan mengenalkan tempe Indonesia kepada masyarakat sekitar. Salah satunya adalah Tofurky Company.

Tofurky Company yang berbasis di Amerika adalah perusahaan pembuat tempe sejak tahun 70-an. Dan produknya yang menjadi best seller hingga kini adalah tempe khas Indonesia.

Bangganya saya menjadi orang Indonesia…

Malang Kota Keripik Tempe

Seperti disebut diatas, William belajar membuat tempe salah satunya kepada produsen tempe di Malang. William pasti memiliki alasan kuat mengapa memilih belajar membuat tempe Malang, bukan tempe dari daerah lain. Meski tempe kini sudah menjadi makanan umum masyarakat Indonesia, tapi tetap ada daerah yang begitu lekat dengan identitas tempenya. Salah satunya Malang.

Tempe yang diproduksi di Malang berbeda dengan tempe yang diproduksi di daerah lain. Bahkan, Kota Kediri, yang notabene termasuk tetangga Kota Malang, sedikit banyak tempenya berbeda dengan tempe Malang. Itulah kenapa ada sebutan Tempe (khas) Malang.

Bersyukur, Malang memiliki anggota masyarakat yang kreatif-kreatif. Dikenal sebagai pusat tempe, warga Malang berupaya berpikir inovatif; bagaimana caranya supaya tempe bisa dikonsumsi menjadi lebih variatif. Tidak melulu menjadi tempe goreng. Hingga akhirnya muncullah ide membuat keripik berbahan baku tempe.

Sekarang keripik tempe menjadi icon oleh-oleh kota Malang. Rasanya tidak lengkap jika Anda berkunjung ke Malang tapi tidak membeli keripik tempenya. Sama seperti ketika Anda pergi ke Jogja tanpa membeli Bakpia-nya atau jalan jalan ke Bandung tanpa membeli peuyeum-nya.

2

Camilan keripik tempe tidak hanya dibuat dalam rasa original, tapi juga dihadirkan dengan berbagai varian rasa yang menggoda. Ada rasa keju, barbeque, pizza, balado, ayam bakar, jagung bakar dan lain sebagainya.

Sentra produksi keripik tempe di Malang ada di daerah Sanan Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing. Di daerah ini, sepanjang mata memandang akan ditemukan berbagai toko yang menjual aneka keripik tempe atau plang nama produsen keripik tempe.

3

Beberapa kali saya berkunjung ke sentra industri keripik tempe ini dan banyak hal yang membuat saya terpesona. Salah satunya adalah pengerjaan pembuatan keripik tempe yang dilakukan secara manual.

Batangan tempe yang besar-besar diiris memakai pisau tajam dengan ketipisan yang luar biasa. Calon keripik tempe memang harus dibuat tipis, karena tipis tidaknya tempe berpengaruh ke tingkat kerenyahan. Ketika saya berkunjung ke salah satu UKM disana, terlihat beberapa pegawai yang mengiris tempe sambil mengobrol. Pandangan matanya tidak selalu fokus ke tempe. Kalau bukan ahlinya, niscaya yang keiris bukan tempenya, tapi jari-jari tangannya, hiii…

Pesona keripik tempe aneka rasa sudah merambah kemana-mana. Tidak hanya terbatas di daerah Jawa Timur saja atau keluar pulau, namun juga sudah merambah mancanegara. Australia, Singapura, Jepang, Amerika adalah beberapa negara yang menjadi jujugan ketika keripik tempe hendak berlabuh.

Mengapa Tempe Begitu Mempesona?

Selain karena rasanya yang memang enak, mudah dimasak dan bisa dikonsumsi dalam berbagai kesempatan sebagai camilan, juga karena kandungan gizi yang dimilikinya.

Tempe merupakan makanan yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi. Proses fermentasi biji kedelei ini memakai beberapa jenis kapang Rhizopus, misalnya Rhizopus oryzae, Rhizopus Stolonifer atau Rhizopus oligosporus yang sering kita sebut sebagai ‘ragi tempe’.

Tugas dari kapang yang tumbuh di biji kedelei ini menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi lebih sederhana sehingga gampang dicerna oleh manusia.
Dari sisi kuantitatif, kandungan gizi yang ada pada tempe sedikit lebih rendah dibanding kandungan gizi pada biji kedelai. Tetapi, dari sisi kualitas, nilai gizi tempe lebih unggul.

Kandungan Gizi dan Khasiat Tempe

1. Asam Lemak

Selama terjadinya proses fermentasi tempe, asam lemak tidak jenuh atau polyunsaturated fatty acids PUFA mengalami peningkatan. Sedangkan asam linoleat dan asam palmitat mengalami penurunan. Meningkatnya asam lemak tidak jenuh bisa menurunkan kolesterol serum yang dampaknya bisa menurunkan efek negatif sterol dalam tubuh. Dalam bahasa yang berbeda, tempe adalah makanan yang rendah kolesterol.

2. Vitamin

Ada 2 kelompok vitamin dalam tempe, yakni vitamin larut air berupa vitamin B kompleks serta vitamin larut lemak yang terdiri dari vitamin A, D, E, K.

Bisa dikatakan bahwa tempe adalah sumber vitamin B yang cukup potensial. Ada vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B6 (piridoksin), asam nikotinat, asam pantotenat serta vitamin B12 (sianokobalamin).

Biasanya Vitamin B12 hanya dijumpai pada produk-produk hewani. Tidak ada makanan nabati yang mengandung vitamin B12. Perkecualian untuk tempe yang ternyata mengandung vitamin B12. Makanan ini menjadi satu-satunya bahan pangan nabati yang mengandung vitamin B12.

Dalam 100 gr tempe kering terkandung vitamin B12 yang berkisar antara 1.5 hingga 6.3 mg. Jumlah ini sudah bisa mencukupi kebutuhan vitamin B12 satu orang perhari.

Adanya kandungan gizi seperti ini tentu menjadi kabar gembira buat para vegetarian. Selama mereka menghadirkan tempe dalam menu sehari-hari, maka kebutuhan vitamin B12 akan tetap tercukupi meski mereka tidak mengkonsumsi daging.

3. Mineral

Selain kaya akan vitamin, tempe juga mangandung mineral baik makro maupun mikro dalam jumlah yang cukup. Dalam setiap 100 gr tempe terdapat mineral besi sebanyak 9.39 mg, tembaga 2.87 serta zink 8.05 mg.

Mineral-mineral yang terdapat di tempe ini bisa dimanfaatkan tubuh dengan lebih baik karena kapang tempe menghasilkan enzim fitase. Fungsi dari enzim fitase ini menguraikan asam fitat menjadi fosfordan inositol. Nah, dengan terurainya asam fitat ini, maka manfaat mineral-mineral pada tempe akan terserap secara maksimal.

4. Antioksidan

Saat ini, masalah penuaan dini menjadi momok bagi banyak kaum perempuan. Sehingga produk-produk anti penuaan banyak bermunculan di pasar.

Sebenarnya proses penuaan bisa diperlambat dengan cara mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan. Terkait dengan kandungan antioksidan, kabar gembira untuk para pencemas masalah penuaan, bahwa dalam makanan bernama tempe terdapat banyak kandungan antioksidan-nya.

Antioksidan yang ada pada tempe bentuknya isoflavon. Ada 3 jenis isoflavon dalam tempe yakni daidzein, glisitein serta genistein. Selain bisa menghambat penuaan, sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina menemukan bahwa genistein dan fitoestrogen yang ada pada tempe bisa mencegah terjadinya kanker prostat dan kanker payudara. Dua penyakit yang menakutkan bagi banyak kalangan manusia.

Cerita Tentang Gurihnya Keripik Tempe

Sebagai warga Malang, kehadiran keripik tempe selain enak di lidah, keripik tempe juga enak di kantong.

Lha, bagaimana bisa?

Jadi, tahun 2010, saya mengikuti kompetisi antar mahasiswa seluruh Indonesia bernama Program Wirausaha Mahasiswa (PMW).

Saya melihat bahwa keripik tempe menjanjikan potensi yang besar untuk diangkat sebagai produk bisnis di lingkungan kampus. Apalagi saat itu saya sedang kuliah di Universitas Brawijaya. Kampus dimana mahasiswa-mahasiswanya adalah representasi dari daerah seluruh Indonesia.

Berbisnis keripik tempe yang merupakan oleh-oleh khas Malang kepada para mahasiswa tentu sangat layak untuk dilakukan. Alhamdulillah ternyata saya dan tim menjadi salah satu pemenang dan berhak mendapatkan dana hibah belasan juta rupiah.

Akhirnya saya mendirikan stan sentra oleh-oleh khas Malang di lingkungan kampus Universitas Brawijaya dengan keripik tempe aneka rasa sebagai produk yang berada di garda depan. Alhamdulillah (lagi), ternyata keripik tempe menjadi produk terlaris di stan kami.

Inilah cerita saya tentang tempe dan contoh olahan tempe yakni keripik tempe yang sudah mendunia.

Indonesia kaya akan makanan yang sudah mendunia. Setelah bercerita tentang tempe, semoga selanjutnya saya bisa bercerita tentang makanan khas Indonesia dari daerah lain yang juga sudah mengglobal. Dimulai dari jelajah gizi di Padang, mungkin 🙂

poster-jelajah-gizi

Ketika TELKOM Turun Tangan Menunaikan Janji Kemerdekaan

Perempuan Dan Perangkat Teknologi

Kata para orang tua dulu, yang namanya perempuan itu identik dengan 3M: macak (dandan), masak dan manak (melahirkan). Dalam bahasa yang berbeda: kasur, sumur, dapur. Dari sini saja sudah diketahui, di area mana saja perempuan bisa bergerak.

Karena pandangan ini yang membuat kesempatan anak perempuan mengenyam pendidikan menjadi sangat terbatas. Tidak perlu sekolah dokter. Tidak penting meluangkan waktu untuk belajar ekonomi. Tidak perlu mencoba jadi arsitek atau yang lainnya. Bisa membedakan mana kencur, mana tumbar, mana merica dan kawan kawannya itu sudah cukup.

indie-jong-8-a-re-crop-crop
Potret Perempuan Djaman Doeloe

 Itu dulu. Sekarang beda lagi.

Cara pandang sudah berubah. Kalau anak perempuan tidak mengenyam pendidikan, mau jadi apa negara ini? Bukankah perempuan adalah tiang negara? Bukankah perempuan (ibu) adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya?

Perlahan-lahan para perempuan duduk di bangku-bangku pendidikan di berbagai jenjang. Dari gerakan massif ini, muncullah perempuan-perempuan terpelajar dengan berbagai disiplin ilmu yang berbeda.

Perubahan demi perubahan terus terjadi. Sampai pada suatu titik, para perempuan yang sudah bekerja dan sudah memiliki anak dihadapkan pada pilihan: memilih karir atau memilih anak? Bagi sebagian perempuan, opsi ini adalah pilihan yang tidak ingin dipilih. Kedua pilihan inginnya dimiliki semua. Ya mempunyai karir mapan, ya bisa mengasuh anak dengan baik.

Tapi…

Pilihan sering tidak berlaku ramah. Banyak kendala yang menghadang ketika seorang perempuan ingin menjalani kedua peran ini dengan seimbang. Ada yang sukses menjalaninya. Tapi banyak juga yang kerepotan bukan kepalang. Ingin anaknya dibesarkan orang lain atau dibesarkan dengan tangannya sendiri? Salah satu hal yang membuat banyak perempuan galau.

Akhirnya, dari keruwetan ini, muncullah alternatif yang bisa diambil. Bekerja dari rumah sambil mengasuh anak. Ini yang kemudian disebut dengan Work-at-Home Moms (WAHM). Dengan bekerja dari rumah, para ibu bisa mengasuh anaknya dengan lebih baik tanpa harus kehilangan eksistensinya dalam berkarya.

Karena keterbatasan waktu dan tempat untuk mengambangkan karir sekaligus mengasuh anak, maka muncullah berbagai virtual office. Praktis dengan memiliki virtual office, aneka pekerjaan yang biasanya diseleseikan di kantor, bisa diatasi dari rumah. Enak kan?

Potret Perempuan Masa Kini
Potret perempuan masa kini

Nah, untuk bisa mewujudkan virtual office bagi seorang Work at Home Moms, salah satu sarana yang tidak bisa di abaikan adalah ketersediaan internet. Dengan internet, meeting dengan klien yang jaraknya ribuan kilometer bisa dilakukan tanpa harus langsung bertatap muka. Dengan internet pula, pesanan barang dari berbagai penjuru negeri bisa ditangani dengan mudah. Iya kan, sis? Pokoknya, dengan internet, just one click! You will get everything.

Keberadaan internet memudahkan masyarakat dunia maya melakukan aktifitas ekonominya. Maka tidak heran, semakin lama semakin banyak bermunculan entrepreneur-entrepreneur rumahan. Keberhasilan banyak pedagang online menstimulus para pedagang online baru lainnya. Salah satu ciri khas dari aktifitas yang mengandalkan ketersediaan perangkat digital, para pesaing akan banyak bermunculan (Low Barrier to Entry). Semakin maraknya aktifitas perdagangan via dunia maya membuat kondisi perekonomian masyarakat selangkah lebih maju. Nilai plus yang didapat dengan memanfaatkan perangkat digital.

Mobile Broadband dan Grapari Telkomsel

Sebagai bagian dari janji kemerdekaan Indonesia, upaya untuk mencerdasarkan dan menyejahterakan masyarakat Indonesia harus dilakukan oleh berbagai elemen bangsa. Dan janji itu harus dibayar lunas, kata Anies Baswedan.

Telkom turun tangan untuk ikut melunasi janji itu. Berbagai terobosan untuk membuat masyarakat semakin mudah mengakses internet telah Telkom lakukan dengan berbagai gebrakannya. Keberadaan internet membuat transfer pengetahuan dan teknologi semakin mudah dilakukan. Para pelaku usaha akan mendapatkan berbagai kemudahan untuk berekspansi yang akhirnya nanti bisa memperbesar daya jangkau dari aktifitas ekonomi yang dilakukan.

Jika semakin banyak pelaku ekonomi yang bersentuhan dengan perangkat digital, akan semakin menguatkan daya saing Indonesia pada di tataran global. Pada tahun 2013 ini, saya saing Indonesia semakin menunjukkan kemajuan. Jika sebelumnya pada tahun 2012, peringkat Indonesia masih berada di posisi 50, saat ini pada tahun 2013, posisi Indonesia semakin bagus dengan menempati posisi 38.

Telkomsel yang menjadi bagian dari Telkom adalah operator seluler paling besar di Indonesia. Perusahaan ini menempati peringkat keenam di dunia. Sebuah posisi yang sangat prestisius.

Saat ini masyarakat memasuki era mobile broadband. Era dimana masyarakat semakin mudah mengakses internet tanpa menggunakan kabel (wireless). Telkomsel dalam upayanya menyediakan akses internet yang mudah mengeluarkan Telkomsel Flash. Dengan didukung teknologi HSDPA, EDGE, 3G, GPRS, membuat fasilitas ini bisa digunakan untuk berselancar di dunia maya dengan kecepatan yang bisa diandalkan. Layanan Telkomsel Flash ini memiliki daya jangkau terluas di Indonesia. Ini artinya, kapanpun dan dimanapun kita berada, kita masih bisa terhubung dengan internet.

Jika dulu masyarakat harus mendatangi Grapari untuk menyeleseikan berbagai persoalannya terkait dengan layanan dari perusahaan operator seluler ini, saat ini Telkomsel malakukan upaya jemput bola untuk para pelanggannya dengan menghadirkan Mobile GraPARI

 Mobile Graparai

 Sebanyak 268 unit kendaraan Mobile GraPARI disebar di berbagai titik yang ada di Indonesia, misalnya daerah Jabodetabek, Jawa-Bali, Sulawesi, Kalimantan, Maluku serta Papua. Anywhere, everywhere, Mobile GraPARI ini siap melayani para customernya.

Berbagai terobosan yang dilakukan Telkomsel untuk menyediakan akses internet yang mudah bagi masyarakat merupakan salah satu wujud aksi turun tangan Telkom untuk menunaikan janji kemerdekannya. Karena bagaimanapun, janji memang harus ditepati.

RISHA, Si Cantik Sahabat Bencana

Memori Kelam Tsunami Aceh

Seperti yang terjadi pada tsunami Aceh 2004 silam, bencana selalu meninggalkan duka lara. Tidak hanya tentang jatuhnya banyak korban jiwa, namun juga musnahnya harta benda. Rumah yang selama ini menjadi tempat untuk bercengkerama dan tumbuh kembang anggota keluarga rata disapu air bah. Kalau sudah begitu, hidup di bilik-bilik pengungsian adalah pilihan yang harus diambil.

Stand alone, yang lain mana?
Stand alone, yang lain mana?

Ini yang lainnya…

Luluh Lantak
Luluh Lantak

Tidak selamanya para korban bencana bisa bertahan hidup terus di penampungan. Ada saatnya mereka harus kembali ke kampung halaman. Mengais sisa-sisa kenangan dan menata kembali hidupnya.

Untuk memfasilitasi para korban bencana tsunami Aceh dalam menata kembali kehidupannya, pemerintah Indonesia membangun sekitar 10 ribu unit rumah.

Rumah sebanyak itu, kira-kira memerlukan berapa ribu pekerja ya? Berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk membangun ribuan rumah sampai layak huni?

RISHA Menjawab

Temuan dibidang teknologi mampu melipat angka dan waktu ini. Untuk menyediakan ribuan rumah bagi para korban bencana tsunami dalam waktu yang relatif singkat, pemerintah membangun rumah bernama RISHA. Sebutan yang cantik untuk model rumah . RISHA merupakan singkatan dari Rumah Instan Sederhana Sehat. Konsep pembangunan rumah dengan menggunakan teknologi RISHA merupakan hasil temuan dari puslitbang PU.

Paska terjadinya gempa tsunami Aceh, pemerintah membangun kembali pemukiman yang luluh lantak di beberapa titik seperti Banda Aceh, Lhokseumawe serta Meulaboh menggunakan teknologi RISHA yang sudah dipatenkan ini. Selain diterapkan pada korban bencana tsunami di Aceh, teknologi RISHA ini juga digunakan untuk membangun pemukiman setelah terjadi bencana gempa di Nias.

RISHA adalah salah satu bukti bahwa teknologi yang semakin canggih bisa membantu manusia mengatasi berbagai permasalahannya termasuk dalam urusan yang berkenaan dengan pemukiman. Sesuai dengan namanya, teknologi RISHA ini memakai sistem pracetak untuk bangunan bertipe sederhana. Seperti cara kerja pada permainan LEGO, konsep rumah RISHA ini memakai sistem knock down atau bongkar pasang pada berbagai komponen modulnya. Karena setiap komponen yang ada mengacu pada ukuran modulnya, makanya komponen-komponen yang dihasilkan tersebut bersifat fleksibel dan efisien terutama dalam penggunaan bahan baku bangunannya.

Untuk gambaran tentang modul RISHA bisa mengamati gambar dibawah ini. Ada dua bagian utama dari modul RISHA ini, yakni panel dan simpul. Untuk panelnya yang terdiri dari P1 dan P2 ukurannya 120 cm x 30 cm dengan ketebalan 10 cm. Fungsi pemakaian simpul adalah untuk menghubungkan komponen yang berada di sisi serta sudut ruang. Sedangkan planelnya berfungsi sebagai kolom, sloof serta baloknya. Untuk menghubungkan antara berbagai komponen ini digunakan baut serta plat yang dipasangkan pada setiap lubang-lubang yang terdapat di setiap komponen.

Sumber: http://dimensimaket.blogspot.com
Sumber: http://dimensimaket.blogspot.com

Ada berbagai macam baut. Untuk kepentingan pembangunan rumah dengan teknologi RISHA ini, baut yang dipakai adalah baut jenis galvanis 14. Alternatif alat yang digunakan untuk menyambungkan berbagai komponen yang tidak bisa disatukan dengan baut adalah dengan menggunakan cara penyatuan dengan sistem kancing. Dalam sistem kancing ini, alat yang digunakan adalah plat baja galvanis yang memiliki ketebalan minimal 3 mm.

Sumber: http://dimensimaket.blogspot.com
Sumber: http://dimensimaket.blogspot.com

Rangka bangunan sudah berdiri kokoh, lantas bahan apa yang digunakan untuk menutup dindingnya? Ada banyak pilihan yang bisa diambil, tergentung dari selera pemiliknya. Untuk mengisi bagian ini bisa digunakan gypsum, bata, triplek, kalsiboard atau bahan lainnya.

http://dimensimaket.blogspot.com
http://dimensimaket.blogspot.com

Seperti halnya hasil teknologi lainnya, RISHA juga memiliki kelebihan (strengths) dan kelemahan (weakness)

KELEBIHAN RISHA

Beberapa kelebihan atau keunggulan dari teknologi RISHA ini sehingga layak untuk dikembangkan, antara lain:

1. RISHA Ramah Lingkungan

Untuk mendirikan RISHA, perbandingan keperluan bahan bakunya bisa sampai 60 persen lebih kecil jika dibandingkan dengan membangun rumah yang memakai cara konvensional. Dengan kebutuhan bahan yang semakin sedikit, tentu akan membuat kebutuhan akan hasil sumber daya alam juga semakin kecil. Pertumbuhan hasil dari sumberdaya alam sering tidak mampu mengejar langkah pertumbuhan keinginan dari manusia. Hutan gundul adalah salah satu buktinya.

Untuk perkara ramah lingkungan ini, RISHA sudah mendapatkan pengakuan dari WWF (World Wildlife Fund) yang sekarang bernama World Wide Fund for Nature. WWF adalah sebuah lembaga non pemerintah yang bergerak dalam masalah lingkungan dan konservasi.

2. RISHA Hemat Tenaga, Waktu dan Biaya

Untuk membangun satu unit RISHA, hanya diperlukan 3 orang pekerja saja. Ketiga pekerja ini bisa membangun 1 unit RISHA dalam kurun waktu 3 hari. Bahkan dari hasil kajian di program pembangunan pemukiman di Aceh, untuk satu unit RISHA, hanya memerlukan waktu 1 hari.

Cepatnya pembangunan RISHA, karena dalam prosesnya dilakukan di dua tempat sekaligus yakni di industri komponennya serta installing di lokasinya. Ketika di lokasi pembangunan dipersiapkan berbagai keperluan untuk persiapan membangun hunian, di workshopnya dilakukan pembuatan komponen-komponennya. Semuanya dilakukan secara paralel. Sehingga ketika lokasi sudah siap dibangun, maka komponen-komponen yang ada tinggal dirakit saja.

Karena bahan bangunannya berpatokan pada ukuran modular, maka residu bahan bangunan relatife sangat sedikit. Berbeda sekali dengan yang terjadi pada pembangunan rumah menggunakan teknologi yang konvensional.

Selain itu, karena memakai patokan ukuran modul, maka setiap komponen yang diperlukan, ukurannya selalu berulang. Dengan ukuran ini, komponen-komponen itu bisa dipakai untuk komponen-komponen yang sifatnya seragam. Misalnya komponen yang ada bisa diterapkan untuk pondasi, balok, kuda-kuda, sloof dan bahkan untuk dinding. Untuk masalah waktu, tenaga dan juga biaya, bisa dibilang RISHA sangat efektif dan efisien.

3. RISHA Terjamin Mutunya

Konsep membangun rumah dengan teknologi RHISA sudah memenuhi standar SNI. Teknologi RISHA dalam proses produksinya termasuk terukur dan terkonsentrasi sehingga dalam proyek pembangunan RISHA secara massal, antara satu bangunan dengan bangunan lainnya memiliki mutu yang sama

4. RISHA bisa dimodifikasi

Tanpa mengubah bagian bawahnya, rumah dengan teknologi RISHA masih bisa dimodifikasi baik ke arah vertikal maupun horizontal. Selain untuk rumah hunian, RISHA juga bisa dimodifikasi untuk kantor, rumah sakit dan sebagainya.

5. RISHA Tahan Gempa

Rumah dengan teknologi RISHA didesain tahan terhadap goncangan gempa. Untuk struktur utamanya, RISHA memakai bahan beton bertulang.

Contoh Denah RISHA
Contoh Denah RISHA
Contoh Rumah RISHA
Contoh Rumah RISHA

Berbagai kelebihan yang dimiliki RISHA ternyata mampu memukau banyak kalangan. Salah satunya ketika pemerintah Pakistan berniat mengadopsi konsep rumah RISHA ini untuk diterapkan di negaranya.

Pada perkembangan selanjutnya, si RISHA ini tidak hanya digunakan untuk membangun pemukiman di lokasi yang baru terkena bencana, namun juga diaplikasikan untuk membangun perumahan rakyat yang murah di lokasi yang tidak terkena bencana. Hal ini dilakukan untuk memenuhi besarnya kebutuhan akan rumah terutama dari masyarakat kelas bawah.

KELEMAHAN RISHA

Tak ada gading yang tak retak. Ungkapan ini juga berlaku dalam teknologi untuk membangun rumah dengan konsep RISHA ini. Sisi lemah RISHA ini antara lain:

1. Konsep RISHA Kaku

Karena untuk komponen bahan bakunya berpatokan pada ukuran modular, maka ukuran denahnya relatif kaku. Artinya jika mempunya lahan yang berada diluar ukuran kelipatan 1.5 meter serta 3.00 meter, maka akan cukup repot membangun rumah dengan konsep RISHA ini.

2. RISHA Tidak Suka Eceran

Bukan tidak menerima eceran sama sekali. Tapi jika membangun rumah menggunakan teknologi RISHA akan lebih menguntungkan jika dibangun dengan sistem borongan. Apabila membangun rumah dengan jumlah satuan, maka jatuhnya biaya yang harus dikeluarkan akan sangat mahal. Hal ini berkaitan dengan investasi pada cetakannya. Agar bisa mencapai BEP, paling tidak dalam sekali program dibangun 500 unit untuuk tipe 21. Dalam urusan ini, aturan the right method in the right place berlaku. Bijak menentukan metode yang digunakan akan membawa kepada keberuntungan.

Sumber Referensi:

http://puskim.pu.go.id/produk-litbang/teknologi-terapan/risha-0

http://litbang.pu.go.id/risha-rumah-instan-sederhana-sehat.balitbang.pu.go.id

http://dimensimaket.blogspot.com/2013/01/mengenal-sistem-struktur-risha.html

4 Alasan Saya Layak Menjadi spAcer, Beraksi a la Capres

Akhirnya….sampai juga di tantangan terakhir dari 30 Hari Blog Challenge yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia ini. Nah, di etape terakhir ini, saya harus mengungkapkan alasan-alasan yang membuat saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1 terutama melalui jalur lomba ini.

Tantangan ini bukan termasuk tantangan berat. Karena sejak awal saya sudah mengirim kode-kode kalau saya ini sangat pantas memiliki si Tipis itu :D. Pun juga dengan saat ini. Mengungkapkan berbagai argumen saya di uji kelayakan ini seperti memutar ulang memori yang ada.

Di postingan pertama, kedua dan ketiga sudah saya sampaikan betapa saya sudah kepincut dengan Acer yang langsingnya membuat banyak perempuan iri :D. Ambil contoh Acer Aspire E1-432. Membahas alasan-alasan yang mirip dengan sebelumnya akan membuat saya tampak ngotot sekali dalam hal ini :D. Tapi gak papa. Namanya juga berusaha. Iya nggak? Hihihi.

Belajar Dari HR, ARB dan SBY

Meskipun sebel dengan berbagai tingkah laku para pembesar di negeri ini, tapi paling tidak masih ada pelajaran yang bisa diambil dari mereka.

Itik Bali pernah menulis begini:

Cinta itu seperti HR. Jelas-jelas tidak digubris, masih saja tebar pesona

Cinta itu seperti ARB, meski kecil kemungkinan jadi presiden tetapi tetap nekat pedekate

Cinta itu seperti SBY, meski banyak masalah mendera tetapi tetap menulis lagu

Satu kata yang bisa mewakili karakter dari tiga orang itu: PERSISTEN! Ya, dengan sikap persisten ini yang kadang membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Ini pula yang sedang saya ikuti 😀

Meski ocehan tulisan-tulisan saya dalam ajang ini, (mungkin) tidak mendapatkan atensi dari ratusan atau bahkan ribuan pembaca, tapi saya akan tetap menuliskannya.

Meskipun jika peluang saya mendapatkan Acer sangat kecil sekali (hiks!), layaknya semut yang harus melewati lubang jarum, saya akan tetap berusaha untuk memikat hati para juri dengan segala jurus yang saya punya 😀

Ketika kesibukan lain mendera, tapi saya tetap berusaha mengikuti tantangan ini meski disertai dengan ngantuk dan capek segala.

Ini semua saya lakukan demi apa coba? Demi Acer jawabannya. 🙂

Dari tantangan ngeblog selama satu bulan ini, dari postingan-postingan yang sudah saya tulis sebelumnya, akhirnya mengerucut menjadi 4 poin yang sekaligus menjadi alasan yang membuat saya layak menggenggam notebook Acer itu.

1. Pesona Acer Yang Sulit Diabaikan.

Siapa yang bisa bertahan dengan pesona Acer yang begitu menggoda? Sudah tipis, canggih, murah lagi harganya. Meskipun Acer Slim Aspire E1 berkurang drastis ketebalannya sampai 30 persen dibanding teman-teman sebayanya, namun hal ini tidak sampai mengurangi performanya. aspire-e1-432

Berbicara tentang kebolehan menciptakan gadget tipis tapi pintar, Acer memang sangat layak untuk dibanggakan. Salah satu varian dari Acer yang tipe S-Series bahkan sampai 60 persen lebih tipis kalau dibandingkan notebook lainnya sodara-sodara. Tidak heran jika akhirnya notebook yang tipisnya bukan main itu sampai dianugerahi notebook tertipis di dunia di CES (Consumer Electronic Show) 2012. Ini penampakannya.

S5

Selain itu, produk Acer diisi dengan otak-otak jenius karena didukung performa Intel® Processor di dalamnya. Setiap varian Acer berbeda-beda prosesornya, tapi semua berasal dari Intel® yang menjadi icon jaminan mutu untuk kehandalan otak dari perangkat teknologi ini. Ada notebook Acer yang menggunakan Intel® Celeron® sampai ada yang memakai Core™ i3.

Tipis iya. Canggih iya. Murah pula. Itulah Acer Slim Aspire 1 yang merupakan salah satu bentuk upaya terbaik dari Acer untuk bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para spAcer.

Biasanya jika ngomong berbusa-busa tanpa ada buktinya tentu akan disebut sebagai omong kosong belaka. Tapi hal ini tidak terjadi pada Acer. Pujian yang dialamatkan untuk Acer memang sudah terbukti. Salah satunya ketika pada tahun ini, Acer mendapat penghargaan dari Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2013 untuk kategori notebook.

IBBA ini adalah ajang penghargaan prestisius di Indonesia. Jika ada nama-nama produk yang muncul di acara yang diselenggarakan oleh Majalah SWA itu, berarti produk tersebut memang sangat berkualitas. IBBA sudah menjadi semacam jaminan mutu bagi produk-produk yang menjadi pemenangnya.

2. Saya Tipe Orang Yang Aktif.

Sejak bergabung dengan KEB, aktifitas didunia per-bloggingan semakin bertambah. Berkecimpung di dunia blog tentu menambah kesibukan saya yang berprofesi sebagai penulis salah satu media online. Dengan aktifitas saya yang banyak berkecimpung di dunia oleh kata, tentu kehadiran gadget canggih semacam notebook akan sangat berarti sekali.

Dengan adanya notebook, maka gerak saya akan lebih fleksibel, ringan dan tentu saja lincah. Jika harus pergi ke luar kota, tidak harus mencari-cari warnet untuk sekedar menulis atau online mengingat tidak disetiap tempat yang dituju ada fasilitas yang memudahkan orang seperti saya untuk beraktifitas. Jika saya memiliki notebook, maka dimanapun saya berada, rasa-rasanya aktifitas menulis akan semudah mengedipakan mata. 😀

Selain itu, sebagai pemula yang terjun di dunia olah kata, menambah jam terbang untuk menulis sangatlah diperlukan. Dengan kehadiran gadget canggih macam Acer Slim Aspire 1 bisa mempermudah kegiatan ini.

3. Partner in Crime Yang Jadul.

Poin nomer 2 yakni kemudahan menulis dimana-mana sampai saat ini tidak bisa berjalan dengan mulus karena alat perang saya masih termasuk dalam generasi djaman doeloe, yaitu seperangkat komputer dengan monitor tabung yang gemuknya bukan main. Karena kondisi ini, praktis jika saya harus keluar kota atau sekedar ke kampus maupun ke perpus, aktifitas menulis tidak bisa dilakukan. Padahal, di perpus dan kampus adalah salah satu sumber inspirasi yang disana banyak berkelebat ide untuk dituliskan.

4. Prinsip Marginal Utility

Di poin terakhir ini, mau tidak mau Pak Gossen muncul lagi dengan hukum marginal utility-nya seperti yang sudah saya terangkan di tulisan kedua. Mengapa muncul lagi? Karena ini terkait dengan kompetitor. 🙂

Tidak semua peserta dari ajang ini belum memiliki notebook. Saya yakin kalau mayoritas peserta sudah memiliki notebook dengan merk yang beragam.

Jika berbicara layak tidaknya, maka yang paling layak memiliki si Tipis Acer itu adalah mereka yang belum punya. Kalau sudah memiliki notebook, kemudian diberi notebook baru sama saja artinya dengan nguyahi segoro atau menggarami lautan. Jadi, yah, tingkat kebermanfaatannya tidak bisa optimal *Psy War* 😀

Jadi, si tipis Acer, datanglah padaku…*TanganTerentangSiapMenyambut Acer* 🙂

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Acer, (Calon) Partner In Crime Andalan Saya

Surat Dari Panitia

Entah kenapa, begitu baca tema minggu kedua: ”Tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, bikin mobile & online Emak makin praktis”, membuat saya seolah-olah menerima surat seperti ini:

“Dear Mak Sofi, member KEB yang kece. Jika Anda ternyata keluar sebagai jawara tantangan blog dengan hadiah notebook Acer, apakah Anda bisa tampil keren? Apa kehadiran notebook itu bisa membantu pekerjaan Anda yang rempong menjadi lebih praktis? Ceritakan pada kami ya. Kalau iya, notebook ini akan menjadi milik Anda.” Wow! 8-)

Lantas, apa jawab saya?

Tentu, dong. Saya jamin kalau Acer itu nanti jatuh ke tangan saya, ia tidak akan sia-sia. Akan saya gunakan Acer itu sepenuh jiwa. Selain saya bisa tampil dengan gaya lebih keren tentunya.

Memangnya sekarang belum keren?

Belum. Gimana mau keren, kalau untuk kepentingan menulis sehari-hari masih harus memakai komputer jadul yang oversize. Karena bentuknya yang besar, membuat saya kesulitan untuk sekedar memindah ke tempat lain dalam rangka mencari suasana baru. Bisa dipindah, tapi tidak setiap hari. Mungkin setahun sekali baru ganti tempat. Karena bagaimanapun, untuk untuk memindah komputer jadul ini, perlu tenaga :D. Betapa tidak fleksibelnya ya. Ini diluar konteks bahwa kita harus mensyukuri apapun yang kita miliki lho ya. 🙂

Dalam hidup kita sering dihadapkan pada berbagai pilihan. Termasuk dalam soal perangkat teknologi yang satu ini, kalau boleh memilih, tentu saya akan memilih notebook yang langsing dan bisa diandalkan untuk menjadi partner in crime saya sehari-hari.

Ada apa dengan Acer hingga saya menobatkannya sebagai calon partner in crime yang bisa diandalkan? Beberapa poin plus dari Acer Aspire slim series ini antara lain:

Pertama, Acer ini tahan banting daya batereinya luar biasa. Dengan kapasitas batereinya yang 2500 mAh, notebook ini bisa digunakan untuk nonton sampai 6 jam sodara-sodara. Kalau emak-emak maniak nonton film, 4 judul film dengan kisaran waktu 90 menit bisa habis dalam sekali duduk. Nonton selama itu, kalau si Acer nya sih oke-oke saja, tapi apa pantat emak-emak tidak terasa panas? 😀

Kedua, tipisnya ampun-ampun. Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya, diantara teman-teman sebayanya, Acer Aspire E1 Series ini yang paling langsing. Lebih langsing sampai 30 persen. Kalau disandingkan, kira-kira seperti ini 😀

images

Seperti ini Acer yang langsing itu.
ACER_E1-432-600x400Ketiga, fitur penting sebuah notebook lengkap. Ide untuk mengeluarkan produk Acer yang langsing sampai 30% tidak menimbulkan efek samping yang merugikan pengguna. Jika biasanya ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan penampilan aduhai, untuk Acer ini tidak. Semua fitur yang dibutuhkan oleh pengguna lengkap tersedia meski didesain sangat tipis. Misalnya masih adanya DVD RW, tersedia 3 port USB yang bisa digunakan dan salah satunya menggunakan versi USB 3.0 yang membuatnya bisa melakukan transfer 10x lebih cepat dibanding USB 2.0. Masih ada card reader, VGA port dan Webcam HD.

Keempat, adanya sarana untuk bisa selalu online. Asalkan ada jaringan hotspot, notebook Acer ini bisa menemani kita online terus dimanapun kita berada. Keberadaan port LAN (RJ-45) dan sebuah wireless adapter Acer seri Nplify 802.11b/g/n yang membuat aktifitas online dimana-mana bisa terlaksana.

Kelima, Acer Aspire slim series bisa diandalkan untuk menjadi partner in crime karena menggunakan prosesor Intel® yang canggih seperti Intel® Celeron® serta Core™ i3.

Itulah beberapa kelebihan Acer Aspire Slim Series. Kalau saya diminta memilih diantara Piano Black atau Silky Silver, saya akan menutup mata dan kemudian menunjuk salah satu diantaranya. Karena keduanya sama-sama bagus. Jadi tidak tega kalau mengatakan warna notebook yang ini lebih baik dari warna yang itu. Lagian, kalau dikasih gratis, etikanya kita tidak boleh banyak cing-cong kan? 😀

E1-432-600x223

Seperti sudah disinggung dimuka, tidak fleksibelnya komputer yang saya gunakan, membuat suasana yang saya hadapi menjadi monoton. Kondisi ini sangat berpengaruh dan cenderung menghambat proses munculnya kreatifitas.

Makanya, seandainya notebook yang tipis itu bisa saya miliki, bisa jadi gerak saya jadi lebih ringan. Mau nulis di halaman, di perpustakaan kota atau perpus kampus sudah tidak menjadi halangan lagi. Berbagai ide dan data yang biasanya suka datang berkelebat tidak kenal tempat akan mudah tertangkap, hap! dan tersimpan dengan aman.

Sudah menjadi bagian dari kodratnya, emak-emak itu memang suka yang tipis-tipis. Kalau mengiris bawang dibuat setipis mungkin. Bodi yang jadi idaman adalah bodi tipis (ehm, baca langsing). Termasuk juga notebook yang tipis nan ringan.

Pak Gossen dan Hadiah Acer

Dari semua blogger yang ikut tantangan dari KEB dan ACER ini, dalam hati kecilnya pasti ada keinginan bisa mendapatkan notebook tipis itu. Tapi, semoga saja nanti Acer itu jatuh ke tangan mereka yang belum punya notebook . Contohnya saya.  🙂 Lho, kok bisa?

1 cukup 2 berlebihan. Kalau satu orang memiliki 2 laptop Acer, asas manfaat akan kurang terasa. Hukum Gossen 1 berlaku 😀

Pak Herman Heinrich Gossen, seorang ekonom Jerman pernah mengatakan bahwa seseorang memiliki keterbatasan untuk mendapatkan kenikmatan dari barang yang dikonsumsi atau dimiliknya.

marginal_utility burger

Seperti gambar burger di atas. Jika kita mengkonsumsinya sebanyak 1 porsi, kita akan mendapatkan kenikmatan yang cukup besar. Selain terasa enak di lidah, di perut juga terasa nyaman. Tapi jika kita tambah burger kedua, ketiga dan seterusnya, yang terjadi bukan bertambah nikmat, tapi eneg. Itu artinya kenikmatan semakin menurun.

Begitu pula dengan notebook. Jika memiliki 1 notebook Acer ini, maka produktifitas akan meningkat. Tapi jika satu orang mempunyai lebih dari satu, maka notebook satunya akan lebih banyak menganggur. Mubadzir kan? Jadi yang sudah punya notebook, sementara minggir dulu 😀 *DilemparSandalSamaEmak-Emak* hahaha.

***
“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

Saya, Oom Barrie dan Peter Dukung PLN Bersih

Saya dan PLN

Pernah, suatu hari, saya didatangi petugas PLN yang mau minta makan menyerahkan slip tagihan rekening yang belum dibayar. Saat itu sudah lebih dari tanggal 20. Penyebabnya ada miskomunikasi antara saya dengan kakak yang selama ini mendapat tugas untuk membayar tagihan listrik.

Setelah saya jelaskan kalau yang mendapat bagian bayar listrik itu kakak saya, akhirnya petugas PLN ngasih usul agar saya bayar dulu saja. Kalau ternyata kakak saya sudah bayar, uang saya akan dikembalikan hari itu juga. Untuk kepentingan ini, beliau meninggalkan nama dan nomer handphone-nya.

Selepas beliau pergi, saya hubungi kakak saya dan ternyata tagihan listrik sudah dibayar meski memang telat sehari sebelumnya. Saya laporkan ini ke petugas tadi dan tidak lama kemudian beliau datang lagi mengembalikan uang saya.

Bukan masalah besar kecilnya nominal itu, tapi kesungguhan untuk mengembalikan uang saya dengan cepat menjadi poin plus dimata saya meski pada saat itu beliau posisinya tidak sedang menganggur. Kesungguhan untuk bekerja dengan baik tercermin dari bapak tadi. Baik secara langsung atau tidak, kinerja beliau menggambarkan seperti apa PLN melaksanakan tugasnya.

1Saya tidak punya pengalaman banyak bersinggungan dengan PLN. Bagi saya, so far so good. Di tempat saya, salah satu wilayah di Kabupaten Malang juga pernah terjadi pemadaman listrik, tapi tidak sering. Kalaupun terjadi, salah satu penyebabnya karena faktor alam, misalnya ada pohon tumbang. Selain itu, listrik yang padam kami anggap seperti orang bekerja, kadang perlu hari libur juga :D.

Alasan-cropTestimoni saya diatas tidak lantas membuat saya abai dengan kenyataan yang dihadapi oleh saudara-saudara yang ada di daerah lain. Adanya kesaksian dimana beberapa daerah mengalami mati lampu seperti minum obat, 3 kali sehari, tentu sudah cukup mengganggu. Tentu saja hubungannya dengan masalah kenyamanan hidup dan produktifitas dalam berkarya. Tapi saya yakin, masalah ini sudah mendapat perhatian cukup serius dari pihak PLN sendiri.

Mengurusi masalah distribusi listrik ke seluruh negeri dan menjaganya agar semua sistem bisa berjalan dengan sempurna tentu tidak mudah. Tidak semudah seperti Pak Tarno yang dengan entengnya merapalkan mantra: “Bim salabim…jadi apa? Prok..prok..prok…”. Berbagai kendala teknis dan non teknis yang menghadang PLN untuk mensuplai listrik dengan cukup itu pastilah ada, dan kita harus mengakuinya.

‘Ah, terlalu membela PLN’. Bisa jadi ada yang menanggapi seperti itu. Hey, saya bertestimoni sesuai dengan kenyataan yang saya alami. Kalau pelayanan yang diberikan PLN yang saya rasakan memang baik, haruskah saya mengatakan sebaliknya? Saya harus berperilaku seperti seorang gentleman, dong 🙂 Selain itu, dengan memberikan pandangan yang positif, secara tidak langsung menjadi dukungan saya bagi PLN untuk terus memberikan performa terbaiknya.

Dalam ilmu parenting, jika anak kecil dihadapkan pada serangkaian pendapat yang buruk-buruk tentangnya, maka dia akan menjadi sosok anak yang minder. Potensi besar yang ada pada dirinya tidak akan mudah berkembang. Karena dalam alam bawah sadarnya tertanam bahwa dia lemah, tidak mampu, buruk dan sebagainya. Jika punya salah, seharusnya memberitahukan apa yang mesti diperbaiki sekaligus memupuk semangatnya untuk bisa tampil lebih baik lagi. Anak yang mendapat asupan didikan seperti ini akan menjadi anak yang optimis.

Ini pula yang berlaku dalam menilai seperti apa kinerja PLN. Saya tidak menafikan masih adanya kekurangan PLN dalam memberikan pelayanan. Tapi juga tidak lupa memberikan dorongan semangat bagi PLN untuk terus bergerak maju.  3 fixSaya angkat topi atas upaya PLN menciptakan clean and good governance di lingkungannya. Turut senang juga ketika CEO PLN mendapat penghargaan anti korupsi. Penghargaan ini bisa dipandang sebagai bentuk dukungan dari masyarakat untuk BUMN ini agar tampil lebih baik lagi. Terlebih dengan programnya yang dinamakan dengan PLN Bersih.

finding-neverland-400-80Salah satu hal yang tidak bisa disangkal dari belum membaiknya pelayanan institusi publik termasuk PLN karena masih ada ‘kotoran-kotoran’ yang melekat di dirinya. Sebagai institusi yang mengendalikan hajat hidup orang banyak terkait masalah listrik, PLN bisa dipandang sebagai ‘lahan basah’ untuk memperkaya diri.

Banyak berkeliaran berita tentang penyalahgunaan di tubuh PLN. Misalnya adanya kartel yang bermain dengan PLN sehingga menguasai arus jual beli spare part. Selain itu juga adanya praktek suap yang terjadi terkait dengan pemasangan listrik baru. Berbagai penyelewengan ini jika terus dibiarkan akan menimbulkan inefesiensi dalam sistem pasokan energi.

Katanya CEO PLN mendapat penghargaan anti korupsi, kok masih ada anak buahnya yang menyeleweng?

Jika dalam institusi yang baik dan berusaha menjadi baik kemudian ada yang berbuat tidak baik, maka pihak yang menyimpang itu kita sebut sebagai ‘Oknum’. Oknum-oknum itu selalu ada di setiap institusi. Program PLN Bersih dihadirkan salah satunya untuk memberantas karakter-karakter tidak baik dari oknum seperti ini.

Tetangga sebelah rumah saya baru saja mengalami masalah listrik. Listriknya mati dan itu terjadi habis Maghrib. Saat itu juga dilaporkan ke petugas PLN. Dalam bayangan tetangga saya mungkin petugas PLN akan datang keesokan harinya mengingat hari sudah malam. Tapi ternyata malam itu juga sehabis sholat Isya, petugas datang dengan mobil PLN nya.  Setelah selesei membetulkan, petugas PLN pulang begitu saja tanpa mau menerima uang tanda terima kasih dari tetangga saya tadi. Kalau lihat cara kerja seperti ini, apakah kita akan terus menggebyah uyah atau menyamaratakan bahwa kinerja semua petugas PLN buruk?

Strategi Menciptakan PLN Bersih

Seperti disinggung dimuka, bahwa memang masih ada oknum ‘salah jalan’ yang mengotori tubuh PLN. Dan ketika memutuskan maju ke ‘medan perang’ untuk membersihkan semua ‘kotoran’ yang menempel di tubuhnya, PLN telah menyiapkan berbagai strateginya. Beberapa strategi berikut ini erat hubungannya dengan bagaimana masyarakat bisa berpartisipasi.

1. Kemudahan Melapor

Masyarakat diberikan keleluasaan untuk mengadukan berbagai masalah terkait dengan kinerja petugas PLN. Misalnya ada petugas PLN yang melakukan pungli di lapangan, masyarakat bisa melaporkan ini ke kantor PLN. Caranya? Silahkan pilih metode dibawah ini yang memungkinkan untuk dilakukan.

  • Kirim SMS pengaduan ke 081281022000. Ini adalah layanan SMS PLN Peduli.
  • Telepon ke 123 atau Call Centernya PLN
  • Jika Anda suka online, pengaduan atau apapun yang berhubungan dengan PLN bisa menghubungi facebook PLN atau berkicau di akun twitternya yaitu @PLN_123.

Dengan fasilitas internet dan handphone yang sudah sangat mudah ditemui di masyarakat, rasa-rasanya tidak ada alasan lagi untuk tidak melapor jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai aturan. Jangan bilang tidak pernah internetan jika ternyata setiap hari facebook-an. 😀

Dengan melaporkan penyalahgunaan yang terjadi, berarti ikut menerapkan Whistle Blowing system. Jika merasa memiliki bakat dan minat menjadi whistle blower, daripada menjadi penyebar gossip tetangga, alangkah baiknya jika energinya dialihkan untuk ikut mengontrol PLN dalam melaksanakan tugasnya. 😀

2. Listrik Pintar

Listrik Pintar

Sebelumnya saya tidak ngeh ketika beberapa tetangga saya menggunakan listrik yang memakai sistem rekening isi ulang. Saya belum sampai mendalami alasan diluncurkannya program ini. Baru setelah menjelajah website, baru faham kalau ini adalah salah satu cara untuk menutup peluang terjadinya penyelewengan oleh oknum PLN. Selain itu dengan sistem ini, masyarakat diajak untuk berlaku bijak terkait besarnya kebutuhan listrik mereka

Bagaimana Masyarakat Harus Bertindak?

Keberhasilan mewujudkan PLN Bersih membutuhkan kerjasama dari masyarakat juga, termasuk blogger salah satunya. Jika petugas PLN sudah dibekali dengan serangkaian aturan untuk melaksanakan tugasnya, seharusnya masyarakat juga membekali dirinya untuk menjadi partner yang baik bagi PLN. Contohnya menerapkan etika berkomunikasi.

Mengingat pelanggan PLN ini tidak hanya satu dua orang saja, maka dalam melaporkan penyelewengan, masyarakat juga harus bertindak sesuai aturan. Misalnya menyebutkan data diri, alamat, permasalahan secara jelas. Tidak melampiaskan pandangan dengan marah-marah atau dengan bahasa yang tidak mudah dipahami.

Di website PLN Bersih ditemukan banyak sekali pembaca yang mengeluarkan uneg-unegnya dengan bahasa yang sulit dicerna. Selain itu juga tidak menyebutkan identitasnya. Yang ada justru memaki dan mengeluarkan uneg-unegnya sesuka hati. Kolom komentar di situs tersebut seperti tidak ubahnya tembok ratapan. Bagaimana pihak PLN bisa merespon dengan baik jika duduk persoalannya tidak disampaikan dengan jelas?

Mari kita menengok ke harian Jawa Pos. Di sana ada kolom khusus bagi pembaca yang ingin menyampaikan aspirasinya terkait dengan pelayanan publik oleh institusi tertentu. Di situ dalam menyampaikan pendapatnya, pembaca yang bersangkutan menyebutkan data dirinya secara jelas. Namanya siapa, tinggal dimana, masalahnya apa, terkait dengan institusi mana, semuanya terpampang dengan gamblang. Dan lihat hasilnya, semua keluhan yang ada dapat ditanggapi dengan baik oleh institusi yang dituju. Kalau sudah begitu, kemungkinan masalah terpecahkan mendekati 100%.

Come on, guys. Kalau kita menuntut PLN bisa memberikan kinerja terbaiknya, kita harus melakukan tugas kita sebagai masyarakat yang melapor dengan cara-cara yang baik pula.

Blogger Power

Kecuali orang-orang yang ndableg, alam semesta beserta seluruh isinya termasuk saya yang seorang blogger amatir ini mendukung program PLN BERSIH. Apa yang bisa dilakukan oleh seorang blogger untuk mendukung PLN Bersih?

Lakukan sesuai bidangmu, kata orang bijak. Karena posisi kita sebagai blogger, maka yang bisa kita lakukan tentu tidak jauh dari dunia blogging. Menjadi whistle blower jika ada penyelewengan, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara memberikan pelaporan yang baik kepada PLN adalah salah satu wujud dukungan menciptakan PLN Bersih melalui tulisan. Meski ‘hanya’ melalui tulisan, tapi kekuatannya tidak bisa diremehkan. Blogger yang juga menjadi citizen journalist bisa berposisi sebagai sumber informasi dan agen perubahan. Cepatnya penyebaran informasi di dunia maya bisa menggerakkan ribuan massa.

Semoga Program PLN Bersih bisa menjadi titik penting bersihnya pengelolaan negara ini berikut segala potensi sumberdaya nya. Bukan hanya sebagai trend setter yang sifatnya sesaat, harapannya program PLN Bersih bisa menjadi pioneer dalam mewujudkan clean and good governance di institusi lainnya secara berkelanjutan. Next, semoga ada MK Bersih, DPR Bersih, KEJAKSAAN Bersih, KEPOLISIAN Bersih, TEST CPNS Bersih, DEPAG Bersih dan sebagainya.

end Harapan terwujudnya PLN Bersih bukan hal yang mustahil. Jika PLN dan masyarakat bisa bekerjasama, terjadi colletive action, maka menciptakan negara sejahtera terutama dalam bidang penyediaan listrik bukan hanya angan-angan belaka. Sebagai blogger, saya, Oom Barrie dan juga Peter siap turut serta didalamnya. Karena bagaimanapun, menyalakan lilin masih lebih baik daripada mengutuk kegelapan.

 ***

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba BlogBlogger Dukung PLN Bersih

logo

Strategi Menghadapi Persaingan a la Ratu Oleh-Oleh

Pendahuluan

Tahun 2009, tim yang saya pimpin berhasil memenangkan kompetisi hibah business plan dari Dikti. Saat itu kami mengusung konsep bisnis berjualan oleh-oleh khas Malang di kampus Universitas Brawijaya. Brand yang kami usung bernama RATU OLEH-OLEH. Nama ini muncul karena awalnya tim kami digawangi oleh 2 mahasiswi. Seiring berjalannya waktu, ada beberapa mahasiswa yang bergabung mengelola usaha ini.

Logo Ratu Oleh-Oleh
Logo Ratu Oleh-Oleh

Ribuan mahasiswa yang menuntut ilmu di kampus Universitas Brawijaya kami pandang sebagai ‘lahan basah’. Apalagi banyak diantara mereka yang berasal dari luar kota. Asumsinya, setiap kali mudik, mereka akan membutuhkan buah tangan khas Malang. Peluang ini yang akan kami eksekusi.

Di sekitar kampus, sudah banyak orang yang lebih dulu memiliki pemikiran sama dengan kami yakni menyediakan item kebutuhan oleh-oleh khas Malang untuk para civitas akademika dari beberapa kampus yang ada di Malang. Pemikiran ini diwujudkan dengan mendirikan toko oleh-oleh di sekitar kampus. Jika Anda pergi ke Malang, Anda tidak akan kesulitan menemukan toko oleh-oleh. Dengan tempat yang representatif didukung dengan display yang menarik plus berbagai atribut pengikat lainnya, membuat toko oleh-oleh menjadi tidak kekurangan pembeli.

Mahasiswa meski statusnya belum menjadi pekerja, tapi jika masalah keuangan banyak yang tidak kekurangan. Saya pernah melihat salah seorang mahasiswa yang membeli oleh-oleh yang jumlahnya luar biasa, kira-kira sebesar kardus kulkas, yang akan dia bawa ke luar kota. Saya pikir, oleh-oleh yang begitu banyak paling untuk syukuran orang sekampung. Apapun motivasinya, yang jelas permintaan oleh-oleh khas Malang bagi para pendatang termasuk mahasiswa tetaplah tinggi.

Strategi Menghadapi Persaingan

Besarnya permintaan oleh-oleh khas Malang kami pandang sebagai peluang. Tapi, bagaimana caranya berjualan? Apakah perlu membuka toko oleh-oleh di pinggir jalan yang tentu saja untuk sewa rukonya terbilang mahal? Selain mahal, apakah siap jika harus bersaing face to face dengan toko oleh-oleh lain yang sudah mapan dan terkenal?

Think out of the box! Tim kami tidak akan bersaing dengan usaha oleh-oleh di medan yang sama. Tim kami harus mencari celah untuk membuat usaha kami berbeda. Lantas, apa wujud ‘think of out the box’ yang kami lakukan?

1. Mendekati Pasar

Ya, karena kami waktu itu masih mahasiswa, maka pasar potensial yang bisa kami garap adalah teman-teman mahasiswa yang jumlahnya puluhan ribu belum termasuk pegawai kampusnya. Kami merancang akan membuka stan di salah satu sudut kampus yang sekiranya menjadi salah satu center point dari aktifitas warga kampus.

2. Menyentuh Sisi Sensitif Konsumen

Selain mendekati pasar dengan membuka stan di area kampus Universitas Brawijaya, kami melakukan tindakan yang sekiranya sulit dilakukan oleh para pesaing yang sudah mapan membuka toko di pinggir jalan. Kami berusaha untuk ‘mengikat’ rasa memiliki serta memunculkan rasa bangga akan almamater. Untuk mewujudkan ini, kami merancang model packaging yang mengusung identitas Universitas Brawijaya. Ada logo kampus di tas kemasannya. Apa boleh menggunakan identitas kampus di kemasan produk kami? Boleh, tentunya setelah kami mengajukan ijin ke pihak kampus.

Ketika pertama kali membuka stan, momen yang kami rasa pas dan berpeluang mendatangkan banyak pembeli adalah pada saat bulan Ramadhan karena di akhir bulan Ramadhan banyak penghuni kampus yang melakukan mudik ke daerah masing-masing. Sejak pertengahan bulan Ramadhan kami mendirikan stan di titik lokasi yang kami incar. Selain berada di jalan utama di area kampus, lokasi kami juga berdekatan dengan hotel kampus yang ramai. Lokasi yang sungguh strategis.

Untuk menjaring pembeli, kami menyebar banyak brosur terutama ke teman-teman mahasiswa Universitas Brawijaya berikut para pegawai yang berkarya di kampus ini. Ini contoh brosur kami:

page

Strategi menjauhi pesaing dengan mendekati pasar ternyata membuahkan hasil. Selain dari warga kampus Brawijaya sendiri termasuk para tamu dari hotel kampus, pembeli kami juga datang dari kampus tetangga. Ketika kami tanya dapat dari mana informasi tentang keberadaan kami? Jawabnya karena mendengar cerita tentang kami dari temannya. Strategi mouth to mouth menunjukkan taringnya.

Itulah strategi kami menghadapi persaingan bisnis. Jika kami bersikap sok-sok an dengan menantang para kompetitor yang sudah kuat, sedangkan kami adalah pendatang baru, bisa dipastikan kami tidak akan berhasil. Ibarat bayi gajah menantang induknya. Hanya aroma kekalahan yang akan tercium.

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Esai Ciputra Entrepreneurship 2013 yang diselenggarakan oleh Ciputra Entrepreneurship