Author: Sofi Mahfudz

Please add the following required packages to your document preamble:
% \usepackage[table,xcdraw]{xcolor}
% If you use beamer only pass “xcolor=table” option, i.e. \documentclass[xcolor=table]{beamer}
\begin{table}[]
\centering
\caption{My caption}
\label{my-label}
\begin{tabular}{

{\columncolor[HTML]{FE996B}}l
{\columncolor[HTML]{FFFFC7}}l }
Operating System & Windows Home 10 \
CPU & Intel® Core™ ke-7 i7-7700HQ \
Storage & I TB dan 128 GB SSD \
Memory & 8GB DDR4 dengan kecepatan2400MHz \
Display & 15,6” full HD, 72\% NTSC dan 100\% sRGB \
Grafis & Nvidia GTX 1050 VRAM 4GB GDDRS \
Kamera & VGA Web Camera \
Audio & Harman Kardon \
Connectivity & USB 3.1 Gen 1 dengan konektor USB Type-C ™, HDMI dan Card reader \
Dimensi Ketebalan & 19.2mm \
Berat & 2.2 kg dengan baterai \
Baterai & 3 cells 42 Whrs \
Sensor Sidik Jari & Ada \
Garansi & 2 tahun
\end{tabular}
\end{table}

Advertisements
ASUS VivoBook Flip 14 TP410U, Aku Terpikat Pesonanya

ASUS VivoBook Flip 14 TP410U, Aku Terpikat Pesonanya

“Assalamualaikum Mbak Sofi. Ada yang baru lagi ini” Sapa salah satu editor ke inboxku. Beberapa jam sebelum tulisan ini dibuat.

“Waaah, apa itu?” Feelingku bicara. Mau ada pesanan tulisan lagi kayaknya. Fyi, beta adalah penulis siluman a.k.a ghost writer.

“10 tulisan. Deadline Jumat 12 Januari 2018…bla…bla…bla…”

“Okey, Mas. Siap”

Chat yang singkat. Kututup aplikasinya di laptop.

Kemudian otakku berhitung. Selama 5 hari ini aku harus menyeleseikan 12 tulisan. 10 pesanan editor. 2 tulisan ekstra, seperti tulisan ini.

Semuanya harus segera aku kerjakan. Supaya tepat waktu. Kebiasaan sebagai penulis yang suka berburu singa mati sudah kutinggalkan.

Selain itu juga, karena laptop ini pinjaman. Dari kakakku.

Sewaktu-waktu beliau bisa saja kirim WA. Seperti biasanya, menanyakan apa laptop ini sudah nganggur. Kalau iya, mau diambil. Mengingat beliau juga harus mengerjakan laporan-laporan untuk kepentingan sekolahnya.

Sejak PC-ku koma, aku memang tandem dengan kakakku. Berbagi laptop. Gantian.

Tempat tinggal yang  terpisah membuat kami harus sering wara wiri bawa laptop kesana kemari. Sudah mirip kura-kura lagi setrika.

Sampai kapan kondisi ini kujalani? Entahlah. Mungkin sampai menang di give away ini

Semoga 1 buah laptop ASUS VivoBook FLIP 14 TP410U ini salah satunya jatuh ke tanganku.

Aamiin. 🙂

***

Itu harapan yang serius.

Laptop ASUS VivoBook Flip 14 TP410 ini memang punya aura memikat orang. Dan aku salah satu ‘korban’nya.

Sungguh aku tergiur ingin memilikinya. Harapannya, dengan memiliki laptop sendiri, (paling tidak) aku nggak perlu pinjam-pinjam lagi.

***

Apa yang membuat ASUS VivoBook Flip 14 TP410 ini begitu memikatku?

Berikut ini akan aku jabarkan pesonanya. Satu-per-satu. Secara gamblang!

Pesona #1: Desain Tampilannya Memukau

Asus-VivoBook-Flip-14-TP410-696x450

Bentuknya tipis, hanya 14.8mm. Bobotnya pun hanya 1.6kg termasuk dengan baterainya. Bentang layarnya selebar 14 inchi dengan full HD 1920X1080 piksel. Perpaduan ini ditambah dengan warna grey yang menyelimutinya membuat laptop ASUS VivoBook Flip TP410U tampak sangat menawan. Elegan. Wah. Berkelas. 

Apa untungnya memiliki laptop tipis nan ringan ini?

Ya tentu saja biar semakin mudah dibawa kemana mana. Saat aku harus pergi, tinggal masukin tas, beres. Bentuknya yang tipis juga memungkinkan aku untuk mencampurnya jadi satu di tas dengan buku atau baju.

Selain praktis, dari aspek kesehatan, bentuk laptop yang seperti ini juga akan menguntungkan aku. Saat laptop ini masuk tas ransel, punggungku yang menjadi sandaran tas ini juga tidak akan merasakan beban terlalu berat. Sehingga resiko mengalami kifosis seperti yang pernah aku alami saat SMA dulu bisa diminimalkan. Supaya tidak terjadi lagi

Pesona #2: Laptop ASUS VivoBook FLIP 14 TP410U Ini Convertible.

Asus-VivoBook-Flip-TP410

Karena convertible, maka laptop ini bisa digunakan dalam 4 model gadget. Difungsikan seperti laptop kerja dengan gaya konvensional, bisa. Dibentuk menjadi tablet untuk menikmati game atau hiburan supaya lebih khusyuk, oke. Dibuat model seperti tenda atau dibuat standing mode, juga bisa.

‘Tulang’nya yang lentur kaya punya balerina memungkinkan laptop ini bisa diputar-putar hingga 360 derajat. Sangat memanjakan pemakainya yang mudah bosan dengan model laptop konvensional.

PESONA #3: Cute Outside, Fierce Inside

Laptop ASUS VivoBook FLIP 14 TP410U ini memenuhi kualifikasi sebagai laptop idaman. Cantik luarnya, garang dalamnya.

Supaya bisa bekerja dengan sangat  baik, ASUS menciptakan laptop VivoBook ini lengkap dengan prosesor mutakhir dari intel yakni i7-7500U. Dengan RAM 8GB. Bersanding dengan OS Windows 10 asli.

Prosesor intel core i7-7500U ini memiliki kecepatan hingga 3.5GHz. Seperti kita tahu, semakin tinggi GHz-nya, semakin cepat pula laptop itu bekerja. Dengan perpaduan komponen-komponen ini, bisa membuat pogram-program yang kujalankan serta banyaknya data yang harus kuproses akan bisa dieksekusi sama laptop ini dalam waktu singkat. Sangat pro multitasking.

Kalau prosesornya kerjanya semakin cepat, tentu daya yang diperlukan semakin besar. Gimana, dong?

Nah, inilah uniknya Asus VivoBook ini. Antara kecepatan prosesor dan daya tidak saling menegasikan atau melemahkan satu sama lain. Meski kencang saat bekerja, prosesor yang ditanam di laptop ini dibuat hemat daya. Nilai TDP-nya hanya 15 watt saja.

Untuk mengakomodir kebutuhan kita akan ruang penyimpanan data, ASUS merancang tempat penyimpanan dalam kapasitas besar. Ada SSD (Solid State Drive) sebesar 128GB. Kapasitas sebesar ini membuat proses booting dan buka tutup aplikasi bisa berjalan dengan cepat dan mulus.

Selain SSD yang besar, juga ada HDD (Hard Disk Drive) yang tidak kalah wow-nya. Kapasitasnya sebesar 1 TB. Satu-Tera-Byte!

Memangnya kita bisa menyimpan apa saja dengan HDD 1 TB itu?

Diperkirakan, dengan HDD sebesar itu kita bisa menyimpan MP3 16.660 jam, 320.000 foto digital, 1.000 jam video digital serta menyimpan 250 koleksi film DVD dengan durasi rata-rata 2 jam!.

Selain itu, Asus VivoBook Flip TP410UR ini mempunyai dedicated graphic card dari Nvidia yakni GT 930MX yang dilengkapi dengan video memori sebesar 2GB. Dengan adanya dedicated graphic card berarti RAM dan datanya terpisah. Sehingga memori 2GB akan dimanfaatkan dan tidak perlu menggunakan memori sistem. Dengan kondisi ini, proses membuat desain dan grafis akan menjadi lebih mantap.

Dengan kualifikasi seperti diatas, keinginanku untuk menginstal banyak aplikasi canggih demi kepentingan desain juga akan semakin mudah diwujudkan.

Sesungguhnya aku iri dengan blogger-blogger yang bisa menyajikan konten dengan visualisasi yang sangat keren. Hadirnya infografis dan video yang menarik, termasuk berbagai gambar bergerak di blognya membuat kita akan betah berlama-lama ‘nongkrong’ disana.

Aku juga ingin seperti merekaaa….

Tapi, syaratnya aku harus menginstal berbagai aplikasi seperti CorelDraw, Adobe Flash maupun Adobe Photoshop yang semua itu memerlukan dukungan laptop dengan spesifikasi canggih seperti halnya ASUS VivoBook FLIP 14 TP140.

Selain untuk kepentingan menulis dan membuat desain, seandainya aku punya laptop ASUS VivoBook Flip TP410U, bisnis onlineku juga akan bisa lebih terurus dengan baik.

Online shopku namanya Phi Massa. Sebuah distributor jaket. Dengan dukungan laptop canggih, gerakku untuk membesarkan usaha ini akan lebih mudah. Misalnya semakin gampang untuk membuat konten-konten promosi dengan desain yang cantik. 

Phi Massa

Selama ini, page ini seperti tidak terurus. Salah satu kendalanya karena ketiadaan laptop sebagai fasilitas untuk mengeksekusinya.

PESONA #4: Laptop ASUS VivoBook FLIP 14 TP410U Ini Punya Daya Tahan Yang Bagus.

Dengan aktifitas utama yakni menulis, bisnis, dan juga nonton hiburan, kebutuhanku akan internet sangat besar. Aku perlu laptop yang bisa anteng ketika diajak internetan berjam-jam.

ASUS VivoBook Flip memenuhi ekspektasiku ini. Laptop ini tahan hingga 10 jam diajak internetan. Ini bisa terjadi karena laptop ini memakai prosesor yang hemat energi. Juga dilengkapi dengan baterei 3 cell 55 Whrs.

***

Pesona Asus Vivobook Flip 14 Tp410U Dan Dampaknya Pada Diriku

Aku merasa Asus VivoBook Flip 14 TP410 ini bisa jadi mood boosterku.

“Kamu tampak cantik jika memakai itu”. Pernah dengar pujian kaya gini?

Believe it or not, kadar kecakepan dan rasa percaya diri seseorang bisa naik atau bahkan menurun drastis berdasarkan apa yang melekat pada dirinya.

Meski wajahnya terlihat biasa menurut standar penilaian masyarakat awam, tapi karena dia memakai busana yang cantik dan tampak pantas, maka kadar kecantikan dan rasa percaya dirinya akan bertambah. Pun sebaliknya.

Pepatah Jawa yang mengatakan bahwa ‘Ajining Rogo Soko Busono’ itu benar adanya. Sulit dibantah.

Pepatah itu memiliki spektrum makna yang luas. Tidak hanya fokus pada busana saja, letterlijk. Makna ‘busono’ bisa terkait dengan kecerdasan, attitude atau bahkan aset yang dimiliki. Dalam hal ini kita ambil contoh laptop.

Aku yang kadang bisa menjadi sosok moody, perlu sesuatu yang bisa memperbaiki moodku. Laptop ASUS VivoBook Flip 14 TP410U adalah jawabannya 😀

Berdasarkan pengalamanku, salah satu hal yang bisa membuat moodku membaik adalah dengan berselancar di dunia maya. Membaca konten-konten positif. Atau menonton film dan video yang tersimpan di laptop canggih ini.

Saat mood kembali normal, karena pengaruh bacaan dan tontonan yang positif, rasa percaya diriku juga bisa ikut terangkat. Sehingga aku tidak merasa iri, marah atau rendah diri. Efek berikutnya, otak akan lebih kreatif berpikir untuk menghasilkan karya-karya. Faktor psikologis yang berbicara.

Seandainya aku memiliki ASUS VivoBook FLIP 14 TP410U ini, pasti hidupku terasa lebih hidup. Sesuai makna VivoBook itu sendiri.

***

Kalau setelah membaca postingan ini kamu jadi pengen memiliki ASUS VivoBook FLIP 14 TP410U juga, kusarankan untuk segera membelinya. Biar bisa cepat menikmati segala hal keren yang ditawarkannya.

Selain produknya sendiri yang memang didesain sangat bagus, pihak ASUS juga masih memberi pelayanan paska beli (after sales service) dengan sangat baik kepada customernya. Salah satunya, laptop yang akan kamu beli ini memiliki garansi 2 tahun. Menyenangkan, bukan?

Jadi, tunggu apalagi? 🙂

A405-ASUSINTELNO1

Belum Wow Banget, Tapi Yakin Jurang Toleh Ini Bisa Buatmu Ingin Kembali Mengunjunginya

Belum Wow Banget, Tapi Yakin Jurang Toleh Ini Bisa Buatmu Ingin Kembali Mengunjunginya

Tidak sengaja, menurutku. Tapi sesungguhnya Allah sudah merancang semuanya sedemikian rupa. Sedetil-detilnya.

Aku sudah lama dengar ada tempat rekreasi baru yang tidak begitu jauh banget dari rumah. Tapi belum tergerak kesana sejak dibuka pada medio 2017. Entah kenapa bisa mendadak mengajak Mbak Nia, tetanggaku, untuk pergi mengunjunginya. Pada suatu sore. Mendekati tutup tahun 2017

Mbak Nia hari-harinya sibuk di toko. Sedangkan aku tidak mungkin pergi lama kalau tidak ada masku yang mendampingi Ibuku.

Kami seperti ada di frekuensi yang berbeda kalo soal janjian jelong-jelong. Nggak nyambung.

Sore itu terasa klop. Semesta mendukung. Mbak Nia bisa ninggal toko. Ibuku ada Mas yang mendampingi.

Tjocoque!

Maka….
Berangkatlah kami ke Jurang Toleh di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Orang orang sering menyebutnya Bon Klopo saja. Nama yang serumpun dengan Bon Appetit #Ngawur

Kami sepeda motoran. Celotehan si kecil Mikail di bangku tengah sebagai backsound-nya selama perjalanan.

Karena akan lewat jalan kampung dengan banyak jalan bercabang, maka aku sudah ikhlas seandainya nanti ada adegan kesasar.

Tapi sesungguhnya peluang kesasar bisa diminimalkan. Kan rumusnya: ‘Orang-orang adalah kompas berjalanmu’. Tinggal tanya, beres.

Tapi kita ga sampai kesasar. Mbak Nia cukup ampuh mengingat rute yang ada. Soalnya doi pernah kesana.

Mendekati lokasi, kita disuguhi pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Angin sepoi-sepoi yang menerpa menambah rasa bahagia.

Mendadak aku merasa asing dengan diri sendiri.

Orang desa tapi masih terkagun-kagum dengan suasana khas pedesaan. Sawah yang membentang. Dengan latar belakang bukit bukit. Ditambah jalan aspal yang mulus. Jadi pengen balapan aja #eh. Duh, ga bisa menggambarkan detailnya. ‘Loe harus datang sendiri dan merasakan sensasinya’, begitu kira-kira.

26196003_1801173696567523_1075756628870099727_n
Jalan menuju Jurang Toleh. Dokpri

Tapi hidup memang tidak selamanya berjalan mulus. Pun jalan kesana. Ada beberapa bagian jalan yang bergelombang. Sebagai cobaan kecil untuk para petualang. Tapi itu nggak papa banget. Masih bisa ditolerir.

Tiba dilokasi, parkir sepeda dan bayar 2 ribu. Itu saja biayanya. Masuknya? Free of charge alias heratis.

Baru menginjakkan kaki di area resmi, ada payung-payung terbang instagramable yang menyambut.

flying
Flying Umbrellas. Dokpri

Disebelah kiri payung terbang, ada spot untuk pengunjung yang ingin foto a la suku Indian. Dengan menyewa baju dan topinya. Cukup merogoh uang Rp. 5000 untuk topi dan Rp. 7.000 untuk bajunya, kita sudah bisa merasakan sekilas jadi member KW Suku Apache.

Lanjut kita turun ke area bawah melalui jalan berundak.

26168361_1801174136567479_5541405507452614804_n
Jalan Berundak. Dokpri

Terdengar dibelakang ada suara anak-anak kecil yang aku kenal. Pas ditoleh.

Ladalah.

Pasukannya Bibi Lung, ternyata. Teman satu linting kami. Bibi Lung tersenyum menyambut kami di gazebo bawah. Jadi, deh. Piknik simpel a la kami makin terasa menyenangkan. Njagong aja dulu di gazebo situ. Sambil menikmati sepoi-sepoinya angin.

26219561_1801173766567516_5955032295177665191_n
Tampak di depan sana ada dermaga cinta. Dokpri

Saat kami berkunjung, danaunya lagi surut airnya. Mungkin ini yang menjadi penyebab dermaga cinta jadi kurang difungsikan. Entahlah. Awal-awal dibuka, konon ini salah satu spot foto favorit pengunjung.

lokasi-jurang-toleh-malang
Saat Dermaga Cinta masih difungsikan. Dok. Jawa Pos-Dakatour

Melempar pandangan ke kanan, ada tempat nongkrong diatas pohon. Model tempat nongkrong yang lagi ngehits. Pasti seru kalo duduk-duduk diatas sana.

bibi lung
Pasukan Bibi Lung lagi nongkrong di atas pohon. Dok. Bibi Lung

Lapar? Kita pesan mie ayam saja, yuk. Cuma goceng. Rasanya lumayan. Atau kalau mau milih menu lain, bisa banget. Di lokasi memang ada beberapa penjual makanan pengganjal perut. Menikmatinyai sambil lihat birunya danau di depan mata. Nikmeh.

Kalau kita sering dengar frasa: ‘Bahagia Itu Sederhana’, maka jalan-jalan ke Jurang Toleh adalah salah satu buktinya. Murah. Mudah. Bahagia rasanya.

***
Bahwa (katanya) kita akan ketagihan kesana, kubuktikan sendiri. Belum lama berjeda, aku dan Tini, tetangga juga, mengunjunginya lagi. Kangen dengan suasana damainya.

26196036_1801170223234537_6670901479569992795_n
Jejak dari Jurang Toleh. Dokpri

‘Sekarang sudah ada kamar mandinya. Bagus’, kata Tini. Sebuah statemen kesaksian before after untuk progres yang terjadi di Jurang Toleh. Saat kami tiba di lokasi.

Tampak beberapa bapak-bapak sedang bekerja. Membuat taman atau entah apa. Lokasi wisata ini memang perlu terus dibenahi. Disana-sini.

Berlokasi dipinggir danau adalah sebuah anugerah tersendiri dengan segala potensi yang bisa digali. Sayang kalau potensi pesonanya tenggelam karena kurangnya perawatan dan pengembangan.

Jurang Toleh, teruslah mempercantik diri…

 

Dengan Acer Switch Alpha 12, Bisnis Lancar, Hobi Tersalurkan

Suatu Ketika…

Bos, laporan e wes mari?” [Bos, laporannya sudah selesei?]

Sebuah pesan masuk ke HP. Dari kakak saya, Bos Besar. Beliau ingin ngecek, apa laporan keuangan yang harus saya setor setiap bulannya sudah selesei?

Kami saat ini memang sedang merintis sebuah perusahaan keluarga.

Meski bisnis kami masih di fase BATITA, tapi kami berusaha mengerjakannya secara serius dan profesional. Iklim yang berusaha kami ciptakan juga a la perusahaan besar. Misal, sebutan untuk Kakak saya yang menjadi bos besar adalah CEO. Kakak yang lain ada yang menempati posisi yang kami sebut sebagai Area Manager.

Saya yang bertugas pegang uang dan mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan keuangan, mendapat sebutan Finance Manager, #ehm. Ya, meski performa belum sekeren Finance Manager-nya perusahaan multinasional, paling tidak sudah dapat titel yang terasa manis ketika diucapkan dan didengar. Itu! 🙂

“Durung. Mene ae, piye?. [Belum. Kalau besok, gimana?]. Kayake hari ini ga bisa. Kompiku masih tak pake untuk nulis. Deadline malam ini”. Balas saya mencoba meminta pemahaman.

Mohon maklum, komputer saya ini tidak bisa diajak nyambi-nyambi. Bukan karena saya tidak bisa menulis sekaligus mengerjakan laporan keuangan, tapi karena memang kemampuan komputer saya sudah L-E-L-E-T. Tanda kalau ia sudah menua.

Aturannya: kalau mau mengerjakan tulisan di word, ya harus fokus di itu dulu. Jangan sambil membuka Excel untuk mengetikkan angka demi angka. Kalau memaksa komputer bekerja ganda, kursor akan lama berpusing-pusing dan bisa jadi akhirnya malah hang!

Dampak dari tidak trengginas-nya komputer, membuat saya sering mengerjakan tulisan atau hal lain lebih lama dari biasanya. Dulu, ketika masih menjadi content writer, saya bisa menyeleseikan tulisan di kisaran angka 2 jam. Komputer masih oke diajak multitasking. Sambil ngetik, sambil browsing nyari data. Semuanya berpindah-pindah dalam waktu yang cepat.

Sekarang? Tidak lagi.

Saat ini, komputer saya menjadi semacam pelatih kesabaran pribadi. Sering, saya menunggu komputer loading sambil tengeng-tengeng lelah. Menekan tombol reload current page karena loading tidak sempurna juga lebih sering dilakukan. Bahkan Google beberapa kali ngece dengan menyuguhkan opsi ‘Muat HTML Biasa Untuk Koneksi Lambat’ ketika saya harus buka email. Kasihannya diriku…

Meski sudah tidak menjadi content writer, tapi saya masih tetap menulis. Untuk dimasukkan blog atau untuk publish di media sosial lainnya. Ingin bisa terus menghasilkan tulisan yang baik menjadi motivasi saya untuk terus (belajar) menulis. Tidak ada bosan. That’s why, I call it passion. Tidak berhenti karena bosan dan tidak lelah untuk belajar.

Karena passion menulis dan berbisnis inilah yang mendorong saya sejak beberapa waktu lalu kepingin banget memiliki komputer atau notebook yang lebih canggih.

Kalau komputer atau notebook yang saya miliki lebih wow kualitasnya, saya yakin, saya bisa lebih produktif menulis dan lincah dalam berbisnis. Mau melakukan riset untuk tulisan atau untuk pengembangan produk, pemasaran atau hal-hal yang lain, pasti lebih mudah dan cepat.

Notebook Impian

Tidak jarang, saya membayangkan betapa enaknya kalau bisa memiliki perangkat kerja yang canggih. Kerja jadi lebih cepat. Sehingga jatah kita menghabiskan waktu di depan notebook menjadi lebih singkat. Nah, karena seringnya timeline FB saya menampilkan postingan review produk notebook Acer Switch Alpha 12 dari teman-teman, saya jadi ngiler, ingin memilikinya juga.

Kesan sekilas, sudah bodinya cantik, ringan, performanya bagus pula. Good inside, good outside. Perfecto!

Seperti apa sih profil dari notebook Acer Switch Alpha 12 yang sering wara wiri di layar computer saya? Yuk, kita kulik lebih detail. Saya yakin, Anda juga akan tergoda untuk memilikinya. Tidak Percaya? Buktikan saja! 🙂

Berdasarkan situasi, kondisi dan kebutuhan saya, hal hal yang menarik tentang notebook Acer Switch Alpha 12, saya peringkatkan seperti berikut ini:

1. Saya meletakkan aspek ‘daleman’ Acer ini dalam peringkat pertama. Syarat perangkat yang sangat membantu saya untuk mengurusi bisnis dan menuangkan hobi menulis adalah kecepatannya dalam bekerja.

Dengan memakai Intel® Core™ generasi ke-6, notebook Acer Switch Alpha 12 bisa memenuhi keinginan itu. Proses berpindah aplikasi atau berpindah dari web satu ke web lain akan begitu mudah dilakukan. Sangat cepat.

2. Karena menulis sering membutuhkan konsentrasi yang tinggi, maka ketenangan lingkungan sekitar mutlak diperlukan. Sampai saat ini saya dipaksa merasa biasa mendengarkan CPU yang berbunyi. Dengan Acer Switch Alpha 12, suara berisik itu tidak akan didengar lagi. Karena kipas untuk pendingin mesin notebook ditiadakan. Lah?

1
Source: http://www.acerid.com

Ya, dengan teknologi Liquid Loop™, angan-angan tidak mendengar suara berisik dari gadget kita bisa menjadi nyata. Liquid Loop™ ditanam di notebook ini bertujuan untuk mendinginkan mesin notebook sehingga tidak panas. Oleh karena itu kipas menjadi tidak diperlukan. Jadinya suara berisik dari kipas yang bekerja, sudah tidak akan ditemui lagi.

3. Daya tarik berikutnya adalah karena Acer Switch Alpha 12 ini enak dibawa kemana-mana. Lha wong bobotnya cuma 1.25 kg saja. Dicangking pakai jari kelingking bisa itu. Aih, lebay-nya diriku. 😀

2
Source: http://www.acerid.com

Tapi memang notebook ini termasuk ringan banget dibanding tetangga-tetangganya. Jadi, dicangklong atau ditenteng tidak akan memberatkan. Cukuplah beban hidup yang berat, notebook jangan ikut-ikutan 😀

4. Sebagai anggota Jamaah Mata Minus Indonesia, kualitas layar menjadi hal yang begitu penting. Acer Switch Alpha 12 paham dengan masalah ini. Maka dihadirkanlah layar monitor yang lebih ramah pada indera penglihatan kita.

3
Source: http://www.acerid.com

Display-nya dibuat 22”. Resolusinya juga tinggi QHD (2261 x 2441). Masih juga dilengkapi dengan teknologi IPS sehingga mata kita bisa menjelajah dengan lebih leluasa karena area pandang yang lebih luas. Dengan kelebihan diatas, masih ditambah juga dengan fitur Acer BlueLight Shield. Ini adalah teknologi yang bisa melindungi penglihatan kita dari emisi cahaya biru. Sehingga mata kita tidak cepat kering dan capek.

Membayangkan memiliki notebook Acer Switch Alpha 12 dengan segala kelebihan yang dimilikinya, kok rasanya PUAS, gitu.

Switchable Me a la saya pun akan lancar. Selancar jalan tol di pagi buta 🙂

acer-switchable-me-story-competition

Ketika Nanti Saya Berusia Cantik

Di India, baru baru ini ada kontes menulis bertema When I am 64. Pesertanya siswa sekolah. Mereka diminta menceritakan tentang rencana kegiatan ketika umur mereka mencapai angka 64-an. What will they do.

Rentang usia ketika berstatus siswa sekolah hingga usia kepala 6 itu jauh sekali, lho. Tapi mereka sudah diminta membayangkan ingin punya kehidupan seperti apa di hari tuanya.

Merencanakan hidup bukan hal tabu. Termasuk impian-impian apa yang ingin dicapai ketika usia berada pada angka sekian-sekian.

Menata Hidup, Merancang Masa Depan. Meminjam istilah dari judul bukunya Doktor Marwah Daud Ibrahim. Tapi, menggandakan uang tidak termasuk dalam life plan ini, ya 😀

Begitu pun dengan saya.

Sekarang saya masih berada di periode #UsiaSeksi, eh.

Yakali, kalau usia mereka yang berada di angka 35-45 disebut #UsiaCantik, maka saya dan yang lain yang usianya dibawah angka 35, shohih dong kalau menyebut diri sedang berada di #UsiaSeksi atau #UsiaMenawan atau #UsiaMempesona  😀 Terserah memilih sebutan yang mana. Mari kita buat kesepakatan-kesepakatan yang menyenangkan, ahaha

Nah, ketika berada di fase #UsiaCantik nanti, saya merencanakan, setidaknya saya sudah atau sedang mengerjakan beberapa impian.

Maka, mari kita bermimpi…

***

il_340x270-427093124_6mx3
Sumber: http://www.quotesgram.com

“Mbak Sofi, saya dari Universtas xxx. Ingin mengadakan acara bertema bla bla bla pada tanggal sekian. Mbak bisa menjadi salah satu pembicaranya? Target kami, auditorium berkapasitas 4 ribu orang, penuh. Dengan buku Mbak yang lagi happening, kami yakin target itu bisa tercapai.”

Sebuah pesan masuk ke email.

Cek jadwal di hari itu, kosong.
Suami ngasih lampu hijau, karena tidak mepet dengan jadwal keberangkatan kami ke Benua Biru. Sip.

“In Sha Allah bisa,”balas saya

Maka, H-1, saya terbang ke tempat acara di pulau tetangga. Alhamdulillah, seperti acara-acara sebelumnya, respon peserta luar biasa. Sesi book signing molor dari jatah waktu yang ditentukan. Saking banyaknya peserta yang ingin saya membubuhkan tanda tangan di buku mereka.

Andai bisa, tanda tangannya pakai stempel. Tinggal tok tok tok, selesei. Cepat. Tapi bagaimanapun, tanda tangan asli lebih otentik dan nyeni. Meski ada sensasi kemeng di tangan juga 😀

Atas pencapaian itu, saya hanya bisa bilang: hadza min fadhliy robbi.

Ini bukan tentang berapa eksemplar buku saya yang terjual, tapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa saya berikan. Salah satu dinamika hidup saya di #UsiaCantik.

***

Road show dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya bisa ribuan kilometer, ditambah dengan mengurus keluarga kecil bahagia, tanpa didukung fisik yang prima, akan sulit terlaksana dengan sempurna.

Demi bisa memiliki fisik sehat dan prima di #UsiaCantik, tentu ada ikhtiarnya. Menjaga pola makan dan olahraga teratur mampu mewujudkan impian saya tentang tubuh idaman. Ini yang disebut makin tua, makin sehat dan bahagia. Bukan sebaliknya.

Rasa syukur semakin membumbung ketika ada yang berkomentar: “Di usia 35+, Mbak Sofi kelihatan lebih cantik dan segar. Terlihat lebih muda, juga” Ahhaaay, compliment yang membuat saya terbang.

Berbagi adalah middle name saya. Mendapat pujian seperti itu, saya balas dengan membeberkan rahasia saya terlihat awet muda. Kebaikan dibalas dengan kebaikan.

Inilah 3 benda yang bersengkokol membantu saya menghadang tanda-tanda penuaan.

img_8983
http://thesmartlocal.com

Dengan kandungan Centella Asiatica (pegagan)-nya, produk ini mampu mengoptimalkan proses regenerasi kulit saya. Upayanya melindungan kulit saya dari paparan UVA dan UVB juga maksimal. Hasilnya, kekencangan kulit saya tetap terjaga meski umur terus bertambah. Produk perawatan wajah yang begitu praktis dan mampu memberikan hasil yang memuaskan.

***

“Mbak, file yang aku kirim kemarin gimana? Ada masukan?” Dalam salah satu kesempatan, sahabat saya bertanya lewat telepon. Kami sedang menjalani Long Distance Friendship. Saya di sini, teman saya diluar kota. Meski begitu, jauhnya jarak tidak menghalangi kami tumbuh dan membaik bersama.

Seperti beberapa hari sebelumnya, kami sukses melakukan presentasi bisnis di depan calon investor, yang semuanya dari luar negeri. Deal. Alhamdulillah.

Proyek kami tentang social entrepreneurship. Proyek bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara materi, tapi juga bisa memberi dampak positif untuk masyarakat luas terutama perempuan dan anak-anak.

Enaknya memiliki sahabat yang sekufu itu ya begitu.

***

Di #UsiaCantik, hidup saya terasa sempurna.

Dikelilingi oleh keluarga tercinta. Memiliki sahabat-sahabat yang suportif. Komunitas yang menyenangkan. Kondisi fisik yang prima. Kegiatan positif yang datang silih berganti. Prestasi demi prestasi yang berhasil digenggam. Semuanya membuat saya merasa begitu dilimpahi karunia yang luar biasa oleh Allah.

Hal-hal buruk ada juga yang menyapa, tapi saya selalu berusaha melihat semuanya dari sisi kacamata positif. That’s why, banyak yang mengatakan aura bahagia selalu terpancar dari wajah saya 🙂

Usia yang terus merambat hingga sampai ke level #UsiaCantik, tidak sampai membuat kami merana galau gundah gulindang tak berfaedah. Cukuplah kegalauan yang tidak perlu dihabiskan stoknya beberapa tahun silam  😀

Sekarang, bagaimana kami bisa sempat merasakan merana galau gundah gulana, jika banyak rencana-rencana menyenangkan sedang berbaris rapi di depan mata. Minta segera disapa 🙂

***

Ah, bayang-bayang #UsiaCantik saya yang begitu menyenangkan…:)

“Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.”

Eksis Disaat Krisis, Seni Mengolah Derita Saat Tanggal Tua Tiba

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

***
Konon, jika ingin keringat kita baunya terasa lebih mendamaikan di hidung tetangga, maka sering-seringlah makan daun beluntas. Ia bisa menjadi deodorant alami. Terserah mau dimakan dengan cara apapun. Dilalap enak. Dibuat bothok juga bisa.

Bagi kami, beluntas adalah hiburan saat Tanggal Tua tiba.

Adalah kakak saya, disuatu waktu ketika perut kami minta diisi sedang lauk tidak ada, akhirnya ngramban daun beluntas. Daun beluntas itu dicuci bersih terus dicampur dengan adonan tepung yang sebelumnya sudah diberi sedikit air, irisan dringu bawang dan cabe-cabean. Tidak lupa diberi sedikit garam. Beberapa butir vitsin ikut terjun juga ke adonan. Ingin turut menyedapkan makanan, katanya. Itu dulu, sekarang penyedapnya pakai Royco. Derajat ke-MSG-annya lebih rendah. Mari, tumbuh cerdas bersama MSG #eh

1
Bahan Membuat Deligu

Nah, setelah diaduk merata, digorenglah adonan itu dengan sedikit minyak. Bagusnya, proses menuang adonan ke wajan memakai teknik menuang seperti membuat rempeyek. Jadi tengahnya tebal, pinggirnya kriuk-kriuk asoy. Tapi jika tidak, juga tidak apa-apa. Setelah menunggu beberapa saat, pizza ndeso a la kami siap untuk disantap menemani nasi.

deligu

Kami menyebut makanan itu dengan Deligu. Plesetan dari Terigu. Selain beluntas, daun kenikir juga bisa digunakan untuk membuat deligu ini.

Enak? Sangat!.

Dengan modal beberapa sendok terigu, beluntas, bawang bawangan plus cabe-cabean, jadilah lauk lezat pelipur lara. Lupa sudah akan fakta bahwa saat itu dompet sedang tidak bergembira. Kalau dirupiahkan, modal makanan ini paling hanya seharga 1.500-an. Lha wong harga terigu yang dipakai seperempat kg- nya hanya 2000 rupiah. Sedang untuk membuat deligu bundar satu piring, kira-kira hanya perlu ¼ dari seperempat kg-nya.

Siapa sangka, kreasi makanan yang muncul saat-saat kepepet ketika kami masih duduk dibangku SMA-SMP dulu, justru akhirnya menjadi salah satu menu favorit kami saat ngumpul bareng, hingga kini. Ngobrol ngalor ngidul sambil menikmati deligu yang masih panas baru keluar dari penggorengan. Nyoss!

Awalnya hanyalah makanan yang sifatnya ‘daripada nggak ada yang dimakan’, tapi akhirnya malah jadi camilan primadona. Bolehlah kita sebut penemuan deligu di Tanggal Tua ini sebagai blessing in disguise.

Moral of the story: Jangan takut dengan Tanggal Tua. Bisa jadi, banyak hal-hal kreatif yang berhasil kita lakukan, sesuatu yang mungkin tidak terjadi ketika hidup berjalan normal.

***

2

Ada yang tahu, punya hubungan apa antara uang receh dan selotip ini?

Jadi, saat Tanggal Tua tiba, salah satu langkah saya untuk bisa eksis adalah dengan gerilya ‘recehan dollar’. Ketemu, dikumpulkan. Terus mencari sampai terpenuhi jumlah yang diinginkan. Uang receh yang diabaikan ketika dompet lagi makmur, tiba-tiba menjadi salah satu barang yang dicari begitu musim paceklik tiba.

Karena menyulitkan orang lain itu dekat dengan dosa, maka biar mudah menghitungnya, saya susun saja uang receh menjadi bertumpuk. Kadang pecahan 100 sebanyak 10 biji, jadilah 1000. Atau pecahan 500 disusun 10, jadilah 5000. Kemudian uang recehan yang bertumpuk itu, kita kasih selotip plastik transparan di kanan-kiri-atas-bawah sehingga mereka menjadi satu padu, tidak berlarian kemana-mana.

Kalau beli sesuatu ke toko, saya serahkan uang receh yang sudah dikelompokkan itu sambil berkata: “Bayarnya pake pecahan dollar, ya”.

Para penjual itu ho-oh ho-oh saja. Tidak menolak. Kok bisa? Bisa!

Pertama, uang-uang receh itu masih menjadi alat transaksi yang sah di negeri ini.

Kedua, uang recehan itu sudah tertata manis jadi satu. Jadi memudahkan para penjual untuk menghitungnya.

Ketiga, sesungguhnya dengan memberikan uang receh, saya sedang membantu mereka. Ketika stok uang receh mereka banyak, mereka bisa menghindarkan diri dari bilang ke konsumen: ‘Kembaliannya permen, ya’. Mereka, para pemilik toko itu, juga main media sosial, lho. Jadi mereka paham bahwa banyak netizen yang rasan-rasan soal uang kembalian yang diganti permen. Tahu dirilah ya, jadinya.

See, tanpa terasa, dengan membayar pakai recehan, saya membantu mereka menghindari mendholimi pembeli dengan tidak memberi uang kembalian dengan permen. Jadi pahala, kan? #SemacamMembesarkanHatiDiriSendiri

Itu secuplik cerita saya ketika menghadapi Tanggal Tua, bagaimana versi Anda?

***

Ada berapa orang di dunia ini yang pernah mengalami momen-momen Tanggal Tua? Pastinya buaanyyak. Tak Terhitung. Nah, orang-orang yang pernah mengalami momen Tanggal Tua itu pasti berada di situasi dan kondisi yang beraneka rupa. Maka, supaya lebih ringkes, saya coba klasifikasikan sikon Tanggal Tua menjadi 3 versi:

Versi Kelas Atas

Sesuai dengan golongannya, meski hidupnya mapan pan-pan-pan, ada saat-saat mereka juga mengalami momen Tanggal Tua. Tentu saja Tanggal Tua versi mereka. Misalnya begini:

‘Sorry, gue nggak jadi ikut Loe liat pameran mobil. Lagi Tanggal Tua. Ada uang, tapi udah gue alokasikan untuk liburan minggu depan. Khawatir gue cuma bisa ngiler.’ 

Versi Kelas Menengah

Kelas menengah, ketika mereka mengalami momen Tanggal Tua, mereka ada di situasi masih pegang uang. Cuma jumlahnya lebih sedikit dibanding jumlah biasanya. Meski Tanggal Tua, mereka masih bisa internetan dari smartphone. Dengan begitu, akses menjadi Pemburu Diskon masih tersedia.

“Din, letakkan hape loe bentar. Masa dari tadi gue dicuekin?”

“Bentar, gue lagi ngecek Matahari Mall, nih. Lagi butuh parfum. Siapa tahu ada diskonan”

“Kenapa ga beli di xxx, aja?”

“Lagi Tanggal Tua. Nyari diskonan. Lagian disini barangnya bagus-bagus dan banyak yang lebih murah”

Versi Kelas Bawah

Versi Tanggal Tua untuk masyarakat kelas bawah ya berarti benar-benar tidak ada uang. Sekedar untuk beli lauk sebagai partner nasi pun tidak ada.

Bu, lawuhe nopo?” [Bu, lauknya apa?]

Ganok lawuh. Ga nduwe duit gae blonjo. Sego, nyel” [Nggak ada lauk. Nggak punya duit untuk belanja. Cuma nasi saja]

Beda golongan, beda pula versi Tanggal Tua. Jadinya, segala advice yang cocok untuk golongan satu, tidak cocok untuk golongan lainnya. Misalnya, ada tips menghadapi Tanggal Tua dengan menyisihkan sebagian gaji bulanan. Begitu gaji bulanan cair, langsung disisihkan. Jaga-jaga ketika Tanggal Tua datang.

Bisa jadi saran ini cocok untuk golongan menengah keatas, tapi tidak cocok untuk kalangan bawah. Boro-boro menyisihkan, apa yang didapat hari ini, ya cukupnya untuk hari ini saja. Ngepres.

Meski begitu, setidaknya masih ada hal-hal umum yang bisa diterapkan oleh semua kalangan ketika menghadapi Tanggal Tua. Apa itu?

Pertama, pupuk keyakinan bahwa Allah Maha Segala-Galanya. Tidak sulit bagi-Nya untuk membuat  hambaNya terbebas dari derita Tanggal Tua. Entah dengan cara apa dan lewat siapa, yang penting keyakinan ini harus di install dulu.

sujiwotedjo

Kedua, jadilah sosok yang kreatif. Stok uang boleh menipis, tapi kemampuan berpikir jangan sampai ikut terkikis. Karena Tanggal Tua, maka muncullah ide kreatif membuat deligu. Karena Tanggal Tua, cerita tentang Budi akhirnya diabadikan.

Cerita Budi?

Iya. Tentang Budi yang bisa bertindak kreatif saat Tanggal Tua menyapanya. Kisahnya bisa dilihat disini. #JadilahSepertiBudi

Ayo ditonton. Siapa tahu menginspirasi.

Terakhir, yang penting, jangan Lupa bahagia bahkan ketika Tanggal Tua tiba.

Nyaman Ber-Traveling Dengan Grand New Veloz

Masih pagi, di masjid juga baru selesei adzan Subuh, tapi di rumah sudah terlihat repotnya. Tidak ada acara hajatan. Hanya saja jam 7 nanti kami akan melakukan perjalanan ke luar kota.

Pilihan travelling kami kali ini adalah silaturrahim ke rumah saudara di Lamongan. Katanya silaturrahmi akan memperpanjang umur dan rizki, benar tak? 🙂

Untuk perjalanan kali ini kami tidak melewati jalur Mojokerto seperti biasanya, tapi lewat Surabaya dulu, mampir ke saudara lainnya.

Mobil untuk keluarga stylish yang kinyis-kinyis warna merah nan gagah siap mengantar kami. Mobil baru yang resmi menjadi bagian dari keluarga kami sejak beberapa waktu lalu. Saya kenalkan, namanya Grand New Veloz, produk terbarunya Toyota. Mobil ini lahirnya bareng dengan Grand New Avanza yang dijuluki sebagai MPV Terbaik di Indonesia.

1

Mobil ini bisa memuat 7 orang peserta travelling hari ini termasuk sopir. Kapasitas tempat duduk yang cukup untuk anggota keluarga memang menjadi alasan pertama kami memilih Grand New Veloz. Kabinnya luas dengan pengaturan kursi yang fleksibel. Penumpang bisa bebas bergerak. Tidak membuat kaki kemeng, apalagi untuk perjalanan jauh.

mesin_-_2Halo…halo…kunci mobilnya mana?” Salah satu kakak saya teriak-teriak mencari wireless key.. Gimana, sih. Kok bisa sampai lupa dengan kunci mobil. Tanpa benda kecil itu, niscaya kami nggak bisa naik mobil.

SAFETY-AVANZA-VELOZ_08Kunci mobil ini memiliki kemampuan istimewa karena dilengkapi dengan immobilizer. Dengan immobilizer, tindakan pencurian mobil bisa dicegah. Karena hanya kunci yang cocok dengan data pemilik asli yang bisa menjalankan mobil.

Pencarian kunci mobil akhirnya berakhir. Kuncinya ketemu. Pelajaran penting yang bisa diambil, jika sudah membeli Grand New Veloz, tugas selanjutnya adalah meng-upgrade memori otak pemiliknya. Sayang dong kalau mobilnyaa udah canggih, tapi orangnya pelupa 😀

Setalah drama gedebag-gedebug, mempersiapkan ini itu selesei, tepat jam 7 akhirnya kami siap berangkat.

Seatbelt ada yang belum terpasang” Kakak yang jadi joki memperingatkan penumpang. Kok sopir tahu? Iya, karena di depan ada panel untuk ngecek apakah penumpangnya semua sudah dipasang seatbelt-nya.

SAFETY-AVANZA-VELOZ_04

“Secanggih apapun mobilnya, attitude penumpang tetap menjadi faktor utama” katanya menambahkan. Iya, benar juga.

Grand New Veloz ini memang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur untuk keselamatan penumpang. Misalnya sabuk pengaman yang terstandar dan side impact beam yang mampu mencegah penumpang dan pengemudi dari benturan samping.

SAFETY-AVANZA-VELOZ_02

SAFETY-AVANZA-VELOZ_03

SAFETY-AVANZA-VELOZ_06

Dari rumah saya sudah membayangkan kalau nanti menuju arah Surabaya udara akan semakin panas. Ternyata benar. Itu yang tampak dari pemandangan di luar. Lha, kami? Santai-santai saja, dong. Kan ada AC 🙂

Semakin mendekati wilayah Surabaya, jalanan semakin padat. Salah satu karakteristik di Indonesia, yang disebut kota besar seperti Surabaya, Jakarta adalah pemandangan macetnya. Kalau nggak macet rasanya nggak lengkap 😀

Setelah keperluan di Surabaya selesei, kami langsung cuss ke Lamongan. Jalanan lancar, sampai akhirnya…

Ciiittt…

Mobil nge-rem mendadak. Semua kaget. Hampiiirr Ya Allah. Tiba-tiba ada sepeda motor nyelonong memotong jalan. Huft. Seandainya mobil ini tidak dilengkapi dengan ABS (Anti Lock Braking System), saya nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi sedang jarak mobil dan motor begitu dekat.

SAFETY-AVANZA-VELOZ_05

Untungnya juga kami semua memakai seatbealt, jadi tidak sampai ada efek buruk akibat pengereman mendadak. Salah satu ujian kesabaran di jalan raya memang menghadapi pengguna jalan lain yang tidak taat aturan.

Setelah beberapa lama, akhirnya kami melewati hutan di Kecamatan Mantup Lamongan. Jika sudah melewati area ini, tandanya semakin dekat dengan tempat tujuan. Salah satu yang cukup menantang ketika harus berkunjung ke rumah saudara ini adalah jalannya yang tidak rata yang panjangnya berkilo-kilo meter.

Jalan-rusak
Hanya ilustrasi

Yang tidak terbiasa dengan jalan berlubang, grunjal-grunjal seperti ini pasti akan pusing dan mabuk. Tapi dengan mengendarai mobil ini, kami tidak merasakan itu, termasuk Ibu kami yang sudah sepuh merasa fine-fine aja. Karena apa? Karena ada suspensi MacPherson Strut dan suspense belakang yang mampu meredam goncangan sehingga penumpang akan tetap merasa baik-baik saja.

COMFORT-AVANZA-VELOZ_06

Jika melihat kondisi jalan yang rusak itu, paling akan terbersit pertanyaan: ‘Ini bener di Jawa, ta? Kirain di Indonesia Timur’. Padahal benar kalau ini di Jawa.

Bukannya tidak ada upaya dari pemerintah dan masyarakat setempat untuk membuat jalannya mulus. Jalan itu sudah direnovasi berkali-kali. Hanya saja karena sering dilewati truk-truk pengangkut tebu, jalan yang sudah dibuat mulus menjadi rusak lagi.

banSelain karena dilengkapi dengan suspensi canggih yang menjadikan mobil tahan goncangan, mobil ini juga memiliki roda yang cocok untuk medan menantang seperti ini.

Akhirnya kami bisa sampai rumah saudara dengan selamat. Jarak yang jauh antara Malang-Lamongan ternyata bisa kami taklukkan hanya dalam waktu 4 jam lebih sedikit.

Prestasi ini tentu karena mesin mobil kami yang memang joss!. Grand New Veloz ini memakai mesin dual VVT-I. Keunggulan dari mesin ini adalah tenaga lebih kuat, lebih cepat, dan pemakaian bahan bakar yang lebih erit. Kombinasi yang sangat menguntungkan.

PERFORMANCE-AVANZA-VELOZ_02

Perjalanan sepanjang dan selama itu tidak membuat kami capek. Karena memang kendaraan yang kami tumpangi benar-benar nyaman, jadi tubuh menjadi rileks selama di jalan. Ibu yang fisiknya tidak muda lagi juga masih terlihat segar.

Dengan penampilan dan performa yang ditunjukkan oleh mobil kami ini dari Malang ke Lamongan, semakin menguatkan kesan bahwa Grand New Veloz adalah mobil dengan exterior dan interior stylish dan trendy lifestyle.

Kami kembali ke Malang keesokan harinya setelah sholat maghrib. Kali ini kami melewati rute Mojokerto. Jalanan sudah pasti gelap. Apalagi di pedesaan, dimana penerangan umum tidak begitu bagus. Harus melewati hutan, lagi.

Tapi keadaan ini bukan masalah besar. Karena sistem pencahayaan di mobil kami sangat mendukung untuk menaklukkan malam yang gelap gulita. Kerjasama yang apik antara projector halogen, fog lamp, rear lamp dan rear reflector membuat berkendara di malam hari terasa nyaman.

Lamp1lamp2Sesampainya di Kota Pasuruan, karena perut terasa lapar, akhirnya kami putuskan mampir ke depot yang berjualan rawon. Dingin-dingin menyantap rawon panas, hmm..mantaaapp..

1386137444Seporsi rawon yang menggoda disajikan didepan mata. Yuk, kita mulai menyantapnya…

***
Drrtt..drtt..drtt..
[Esmeralda Memanggil…]
“Halo…”
“Hei, Sof. Kamu belum bangun?”
“Hmm..”
“Udah dikirim belum foto-fotonya ke emailku? Nanti sore lho DL-nya.”
“Iya”
“Cepetan mandi! Kutunggu foto-fotonya”
“Tahu nggak, kamu baru saja menggagalkan acara makanku”. Dongkol.
“Lho, kamu ini mau makan atau baru bangun?”
“Aku barusan mimpi mau makan rawon. Rawon dengan empal daging. Udah terhidang di depan mata. Baru mau nyendok pertama, tiba-tiba rawonku lenyap gara-gara telponmu ini. Huh!”

“Hahahaha…ya ampuuunnn…ya maap…”
“Dasar!!!”

***

Referensi:
http://www.toyota.astra.co.id/product/avanza-veloz/

http://www.burpple.com/rawon-sakinah-bangilan

http://www.bijaks.net

http://autotekno.sindonews.com/read/1032313/120/spesifikasi-toyota-grand-new-avanza-dan-veloz-1439385234/

Words: 991

Vic Hayes, Dari Belanda Merubah Peradaban Dunia

Bisa jadi, satu-satunya makhluk gaib yang tidak ditakuti dan justru menjadi incaran masyarakat modern saat ini adalah sinyal Wi-Fi. Kenapa disebut makhluk gaib? Karena ia tidak terlihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya nyata disekitar kita.

Dulu ada ungkapan: ‘Dimana ada gula, disitu ada semut’. Sekarang ungkapan itu sepertinya harus direvisi menjadi ungkapan yang lebih kekinian: Dimana ada ‘Free Wi-Fi’, disitu berkerumun manusia.

Hadirnya Wi-Fi menjadi salah satu faktor pendorong -selain internet- berubahnya peradaban manusia. Jika dulu interaksi antar sesama banyak dilakukan dengan cara face to face, sekarang model itu digantikan oleh interaksi dalam kultur virtual. Maka muncullah virtual traveler, virtual student, virtual office hingga virtual family.

Seperti kita ketahui, Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah produk teknologi yang membuat proses transfer data bisa dilakukan tanpa memakai kabel. Wi-Fi bekerja menggunakan gelombang radio elektromagnetik.

Berikut ilustrasinya:
Wireless LAN bekerja seperti halnya modem ketika melakukan transfer data dari dan ke internet. Ketika peralatan wireless itu akan mengirimkan data, maka alat-alat itu akan memainkan fungsinya dengan mengubah data digital yang ada menjadi sinyal radio. Kemudian ketika menerima, peralatan-peralatan itu akan berfungsi dengan mengubah sinyal radio menjadi data digital yang kemudian diolah oleh computer atau perangkat elektronik yang lain.

image001
Sumber: http://cara-kerja-wifi.blogspot.com/

Perubahan sinyal radio menjadi data digital memakai prinsip persamaan Maxwell. Persamaan ini merupakan hasil karya James Clerk Maxwell.

Kata Maxwell, setiap ada perubahan dalam medan magnet akan menghasilkan medan listrik. Begitu juga sebaliknya. Ketika arus listrik bergerak melalui konduktor, sebagian dari energinya akan terlepas dan membentuk medan magnet di ruang bebas. Medan magnet yang muncul dari energi yang dilepaskan itu akan membentuk medan listrik juga. Peristiwa saling melepas-menciptakan ini terjadi berulang-ulang dan bergantian sampai arus listrik yang pertama terputus. Energi yang muncul dari aktifitas ini yang kemudian disebut sebagai gelombang radio atau radiasi elektromagnetik.

Transmitter bertugas menghasilkan gelombang radio. Sedang yang bertugas menangkap atau mendeteksi gelombang radio di udara adalah receiver. Supaya kedua alat ini bisa bekerja maksimal sesuai dengan fungsi masing-masing, maka kehadiran antena begitu diperlukan.

Berangkat dari persamaan Maxwell ini, ketiga alat yang dijadikan satu ini dalam peralatan wireless LAN yang membuat computer atau gadget yang lain bisa melakukan tugasnya dalam proses transfer data.

Gambar diatas hanya ilustrasi cara kerja Wi-Fi. Kemudian, seperti apakah bentuk sinyal Wi-Fi itu?

Mewakili rasa penasaran jutaan manusia tentang seperti apa sih bentuk sinyal Wi-Fi itu, seorang ahli astrobiologi yang juga mantan pegawai NASA, Dr. Browning Vogel mencoba memvisualisasikan bentuk sinyal Wi-Fi. Kira-kira seperti inilah bentuk sinyal Wi-Fi. Keberadaannya memenuhi ruang udara.

image002
http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448
image003
Sumber: http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: siapa yang menciptakan Wi-Fi?
Ternyata, yang menciptakan Wi-Fi bukan ahli IT dari Sillicon Valley, tapi dari Belanda. Yes! Penemu teknologi Wi-Fi adalah Vic Hayes. Beliau adalah peneliti senior di Delft Technology University, Belanda.

Bersama dengan tim-nya di IEEE Standar Workgroup, beliau menyusun IEEE 802.11, standar jaringan tanpa kabel yang kemudian dikenal sebagai Wi-Fi. Standar WLAN 802.11 yang pertama ini dirilis pada tahun 1996.

Ketika Pak Hayes menemukan perangkat teknologi ini, namanya bukan Wi-Fi tapi standar IEEE 802.11. Supaya lebih mudah diucapkan –ini salah satu alasannya- akhirnya produk ini dinamakan dengan Wi-Fi.

Banyak penghargaan yang diraih Pak Hayes terkait dedikasinya yang luar biasa. Inilah infografis tentang biografi singkat Pak Hayes.

image004Bagaimana Pak Hayes bisa memiliki prestasi secemerlang ini? Dari kajian terhadap beberapa literatur, setidaknya ada 4 karakter yang beliau miliki yang menjadi factor utama hadirnya banyak prestasi di kehidupan beliau:
1. Memiliki passion yang kuat dibidang IT.
Kata orang tua: ‘Apapun profesi yang engkau geluti, berlakulah professional’. Sikap professional didorong oleh passion. Pak Hayes jelas memiliki passion di bidang IT. Buktinya adalah hasil dari perjuangannya yang sekarang kita nikmati yakni Wi-Fi. Banyak tantangan dan halangan yang beliau hadapi ketika menciptakan Wi-Fi ini, tapi tantangan dan hambatan itu bisa dengan mudah beliau atasi. Resepnya karena beliau mencintai pekerjaan itu.

2. Memiliki jiwa leadership yang tinggi.
Dengan jiwa leadershipnya, proses penciptaan Wi-Fi bisa dilakukan dengan sangat baik dan akhirnya bisa menghasilkan produk yang cukup murah sehingga memberi banyak manfaat untuk masyarakat luas.

Tugas inovator bukan hanya tentang menciptakan inovasi baru, tapi juga memelihara agar perjalanan inovasi itu tetap pada jalurnya.

Setelah mengomandani IEEE selama 10 tahun yang sukses menghasilkan Wi-Fi, sekarang Pak Hayes berada dalam posisi memelihara. Beliau sekarang mengepalai sub komite regulasi di Wi-Fi Alliance yang bersama-sama dengan pemerintah seluruh dunia memastikan bahwa mereka mengalokasikan spectrum yang sama untuk komunikasi menggunakan Wi-Fi.

Selain duduk di komite regulasi di Wi-Fi Alliance, sebagai upaya untuk ‘memelihara’ temuannya dan mengenalkannya kepada masyarakat luas, Pak Hayes bersama koleganya John Groenewege dan Wolter Lemstra, menerbitkan buku berjudul “The Innovation Journey of Wi-Fi: The Road Toward Global Success” yang terbit pada tahun 2010

3. Seorang inovator adalah seorang pemimpi
“In the beginning of the ’90s, we dreamed of having our chipset in each laptop. Then we were just dreaming. Now it’s real”, kata Pak Hayes. Mimpi yang dulu muncul, sekarang menjadi kenyataan setelah melalui kerja keras untuk mewujudkannya.

Bercerita tentang kesuksesan orang Belanda dalam menciptakan berbagai inovasi bukan hanya tentang menjadi ‘sosok di pinggir jalan yang memberi tepuk tangan’, tapi juga tentang menangkap hikmah atau pelajaran darinya. Sehingga semangat menciptakan prestasi yang ada disana, di negeri Belanda, bisa ditularkan dan diwujudkan disini, di negeri Indonesia.

Referensi

http://lbbonline.com/news/wi-fi-a-very-european-success-story/

http://www.networkworld.com/article/2202036/wireless/living-legend–vic-hayes.html

http://cara-kerja-wifi.blogspot.com/

http://gizmodo.com/what-the-world-would-look-like-if-you-could-actually-se-846030448

Strategi Membangun Persepsi Bahwa Local Brand Lebih Keren #SmescoNV

Sebelum ke pembahasan tentang strategi membangun persepsi bahwa Local Brand Lebih Keren, kita bahas dulu pertanyaan: mengapa muncul istilah local brand? Mengapa harus tercipta dikotomi local brand dan bukan local brand?

Self Defense

Gaung ‘Satu Masyarakat Satu Dunia’ sudah lama terasa. Antara satu negara dengan negara lain sudah semakin kabur sekatnya. Orang bisa keluar masuk sebuah negara dengan mudah. Ini juga diikuti dengan arus perpindahan barang yang juga semakin tidak bisa dipersulit.

Secara alami, persaingan mulai terjadi. Antara produk hasil karya anak negeri yang akhirnya nanti kita kenal sebagai Local Brand melawan produk asing. Menggaungkan istilah local brand di tengah gempuran produk asing adalah bagian dari strategi pertahanan diri (self defense).

Dengan model pertahanan diri seperti ini, memaksa masyarakat Indonesia untuk sadar dan paham akan keberadaan merek lokal. Setelah paham. selanjutnya masyarakat akan mengambil tindakan lanjutan dengan lebih memilih produk dari produsen sebangsa dan setanah air dibanding produk asing.

‘Local Brand Lebih Keren’ adalah jargon yang diusung oleh SMESCO (Small and Medium Enterprises and Cooperatives), lembaga pemerintah yang fokus dalam mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia kepada dunia luar.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah ini dalam membantu para pelaku usaha di Indonesia tidak akan membuat hasil optimal jika pihak produsen sendiri tidak berupaya membuktikan bahwa jargon ‘Local Brand Lebih Unggul’ adalah nyata.

Kemudian, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana membuat masyarakat aware dengan merk lokal dan tercipta persepsi bahwa merek lokal lebih keren?

Brand Awareness

Brands exist in the mind of consumers, kata Keller. Brand bukan hanya tentang nama atau logo perusahaan, tapi merupakan indicator nilai (value indicator) dari apa-apa yang kita tawarkan. Brand atau merek termasuk intangible asset yang bisa menambah atau mengurangi nilai produk yang diterima konsumen.

Aspek penting terkait brand atau merek adalah bahwa konsumen bisa membedakan merk-merk yang ada dalam sebuah kategori produk. Misalnya, seseorang yang ingin membeli mobil. Dihadapannya disediakan dua pilihan mobil yang model dan spesifikasinya mirip. Terlihat identik. Tapi, mobil yang satu ‘Made in China’, satunya ‘Made in Japan’ dengan harga lebih mahal. Jika orang tersebut memiliki persepsi yang positif terkait ‘Made in Japan’, maka orang tersebut akan memilih mobil buatan Jepang meski konsekuensinya dia harus merogoh kocek lebih dalam. Ini adalah contoh brand awareness.

Beberapa waktu lalu, di beranda FB muncul postingan tentang nilai dari sebuah produk yang sama-sama bentuknya tapi beda namanya. Sweet Ice Tea versus Es Teh.

Sumber: https://m.la-lights.com
Sumber: https://m.la-lights.com

Ternyata, meski bentuk teh-nya sama, dituang di gelas yang juga sama, tapi hanya karena namanya berbeda, yang satu memakai nama berbau internasional, satunya memakai bahasa lokal, harganya menjadi berbeda tajam.

Dari kasus teh ini, bisa dikatakan bahwa nama produk yang berbau kebarat-baratan lebih unggul nilainya dibanding jika memakai nama lokal. Masyarakat kita sampai saat ini secara sadar atau tidak masih pro yang versi barat. Makanya, banyak produsen dalam negeri yang memilih nama-nama berbau bule untuk produknya. Selain karena menyasar masyarakat internasional, juga karena nama-nama tersebut lebih terlihat keren dan berkelas. Sebut saja Essenza produk pecah belah asli Indonesia tapi dikira dari Italia, Jeans Lea yang dikira produk Amerika ternyata produk sini juga. Juga ada Edward Ferrer, Terry Palmer, Polytron dan masih banyak lagi yang ternyata termasuk produk lokal yang mendunia.

Jadi, bagaimana caranya membangun persepsi bahwa Local Brand Lebih Keren?

Ada 2 hal utama yang harus dilakukan oleh para produsen dalam negeri yakni meningkatkan kualitas produk serta mengelola merk dengan baik. Keduanya ibarat 2 sisi mata uang, tidak dapat dipisahkan.

1. Terus Meningkatkan Kualitas Produk

Apa kabar Nokia? Vendor handphone yang dulu merajai pasar telepon genggam kini sudah lenyap dari pasaran. Tidak benar-benar lenyap sih karena masih ada produknya yang beredar di pasaran. Tapi dibanding dengan masa kejayaannya dulu, kondisi sekarang tidak ada apa-apanya.

Nokia boleh berjaya di pasar telepon genggam, tapi dia melupakan satu hal: inovasi. Sehingga ketika Samsung muncul dengan Android-nya, Nokia menjadi kelabakan. Belum lagi gempuran dari vendor telepon genggam dengan logo Apel Krowak.

Pelajaran penting dari kasus Nokia adalah bahwa diatas langit masih ada langit. Jangan terlena dengan pencapaian saat ini, jika tidak ingin disalip secara tiba-tiba oleh lawan. Terus meningkatkan kualitas produk adalah cara mempertahankan kekuatan merk di masyarakat.

Begitu pula dengan produk Made in Indonesia. Syarat utama yang harus dipenuhi supaya pantas menyandang status ‘Local Brand Lebih Keren’ adalah dengan jalan terus berinovasi. Tidak berhenti meningkatkan kualitas produknya.

Apalagi di tengah arus globalisasi yang ganas seperti yang terjadi hari ini dan hari-hari selanjutnya. Orang luar bisa dengan mudah meniru produk dalam negeri. Jika produsen dalam negeri tidak terus berupaya meningkatkan kualitas produknya, ya siap-siap saja melambaikan tangan ke kamera; dadaaaahh…

Jadi, bagaimana bisa memaksakan pendapat bahwa ‘Local Brand Lebih Keren’ jika para produsen sudah cukup puas dengan pencapaian yang ada?. Dipandang berat ya berat. Tapi jika permintaan akan kualitas produk yang lebih baik dipandang sebagai tantangan yang mengasyikkan, maka ketika menjalani proses untuk membuat produk lebih bermutu akan terasa menyenangkan.

2. Mengelola Merk Yang Baik

Cara mengelola merk dengan baik:

• Melalui Media Sosial

Niluh Djelantik adalah produsen alas kaki hand made dari Bali yang juga mendunia. Ia tidak hanya merajai pasar alas kaki yang berkualitas nan berkelas di Indonesia, namun juga berhasil menembus pasar mancanegara.

Sebelum secara permanen memakai brand Niluh Djelantik, nama yang dipakai terutama untuk pasar luar negeri adalah Nilou. Tapi karena ada sedikit masalah, akhirnya diputuskan memakai Niluh Djelantik. Dari analisis nama, terlihat kalau nama ini Bali banget. Nama dengan ciri khas daerahnya begitu kentara.

Meski begitu, brand Niluh Djelantik bisa memposisikan dirinya sebagai merk premium. Persepsi atas alas kaki yang ada embel-embel Niluh Djelantik pasti harganya mahal, berkualitas dan elegan. Artinya, meski memakai nama merk yang berkesan kedaerahan, tapi karena pengelolaan akan merk nya terjadi dengan baik, maka jadinya merk yang dibuat tetap berkelas.

Kalau kita mengamati cara Mbak Niluh berinteraksi dengan customer-nya, kita akan membaca pesan bahwa Mbak Niluh yang merupakan representasi dari Niluh Djelantik adalah sosok yang cerdas, seksi, mengutamakan kualitas dan pelayanan. Dengan apa yang dilakukan Mbak Niluh dalam bersosial media, secara tidak langsung beliau telah menunjukkan cara mengelola merk dengan baik.

Ada lagi produsen yang bisa me-maintain mereknya dengan baik melalui social media, yakni brownies Dapur Gladys. Poetry Gladys sang empunya usaha hanya mengandalkan tenaga dirinya dengan dibantu beberapa asistennya untuk memenuhi pesanan brownies.

Karena banyaknya pesanan yang tidak sebanding dengan kecukupan supply-nya, maka diberlakukan sistem waiting list. Bukan hanya satu dua hari, konsumennya rela menunggu hingga berbulan-bulan. Pengelolaan terhadap sistem antriannya juga unik. Pemesanan hanya dilakukan via twitter dan dibuka hanya pada saat-saat tertentu. Dengan cara ini, kesan brownies yang enak nan eksklusif begitu kentara dan tetap terjaga. Dan tentu saja, brand Dapur Gladys menjadi semakin baik.

• Melalui Endorsement

Salah satu strategi membangun brand di jaman digital saat ini adalah dengan mengendorse orang beken. Salah satu teman saya berjualan mutiara Lombok dengan brand Indah Mutiara Lombok.

Seperti kita tahu, pengusaha mutiara di Lombok banyak sekali. Nah, untuk mengelola brand IML-nya, teman saya ini mengendorse artis. Sebutlah Astrid Uya Kuya, Henidar Amroe, Umi Pipik, Lyra Virna dan lain-lain. Masyarakat Indonesia tahu siapa mereka, bagaimana kehidupannya. Karena mengendorse orang dari kalangan elit sehingga image yang melekat pada Indah Mutiara Lombok adalah perhiasan mahal dan berkelas. Meski range harga produknya bervariatif, bahkan ada yang berkisar di bawah 100 ribu.

Penutup

Kampanye besar-besaran ‘Local Brand Lebih Keren’ yang dilakukan oleh Smesco untuk memajukan UKM Indonesia patut diapresiasi. Inilah salah satu bentuk peran negara dalam melindungi masyarakatnya.

Bahwa sedahsyat apapun gempuran produk asing, harus ditanamkan dalam diri setiap anak negeri bahwa ‘Local Brand Lebih Keren’. Hanya saja, upaya luar biasa ini tentu tidak akan membuahkan hasil optimal jika para pelaku usahanya sendiri tidak menerapkan –paling tidak- 2 strategi seperti yang dijabarkan diatas. Bukankah begitu?

Referensi:
Keller, K.L. (2004).Strategic Brand Management– Building, Measuring, and Managing Brand Equity. Pearson Education.

https://m.la-lights.com/fun/es-teh-manis-vs-sweet-ice-tea-150619o.html

Tempe, Dari Indonesia Membelai Lidah Masyarakat Dunia

Kisah Duta Tempe Di Inggris
William Mitchell, dari namanya terlihat jelas kalau dia bukan orang Indonesia. Namanya khas bule. Dia memang bukan orang asli sini, pun tidak memiliki keluarga berdarah Indonesia.

Dia adalah warga negara Inggris yang beberapa tahun menjadi guru di Jakarta. Fasih berbahasa Indonesia dan begitu mencintai salah satu makanan rakyat Indonesia, Tempe.

Sebegitu cintanya Mitchell pada tempe, hingga ketika dia harus balik ke Inggris, dia bertekad untuk bisa membuat tempe sendiri. Maka selama berada di negeri ini, salah satu fokus kegiatannya adalah belajar membuat tempe di berbagai produsen tempe termasuk produsen tempe di Malang.

Kini, toko tempe-nya telah berdiri di salah satu kota yang disebut sebagai A Leading Global City yaitu London Inggris. Bisa dikatakan bahwa William ikut andil membuat tempe semakin mengglobal. Salah satu faktor penyebabnya karena dia mendirikan usaha tempe di kota London yang sangat internasional. Konsumennya adalah masyarakat dari berbagai belahan dunia yang tinggal disana.

4

William bukan hanya seorang pedagang tempe biasa. Tapi dia adalah seorang produsen sekaligus pemasar tempe yang memiliki passion kuat terhadap makanan asli Indonesia itu.

“Saya bule tukang tempe. Saya punya tiga pekerjaan, buat tempe, masak tempe dan promosikan tempe,” ucap William.

Tempe, dalam perjalanan panjangnya telah melahirkan duta-duta yang siap mempromosikan dirinya. William ‘hanyalah’ salah satu orang yang menjadi kaki tangan Indonesia mengenalkan tempe kepada masyarakat dunia. Di berbagai belahan bumi yang lain, sudah banyak orang yang memproduksi dan mengenalkan tempe Indonesia kepada masyarakat sekitar. Salah satunya adalah Tofurky Company.

Tofurky Company yang berbasis di Amerika adalah perusahaan pembuat tempe sejak tahun 70-an. Dan produknya yang menjadi best seller hingga kini adalah tempe khas Indonesia.

Bangganya saya menjadi orang Indonesia…

Malang Kota Keripik Tempe

Seperti disebut diatas, William belajar membuat tempe salah satunya kepada produsen tempe di Malang. William pasti memiliki alasan kuat mengapa memilih belajar membuat tempe Malang, bukan tempe dari daerah lain. Meski tempe kini sudah menjadi makanan umum masyarakat Indonesia, tapi tetap ada daerah yang begitu lekat dengan identitas tempenya. Salah satunya Malang.

Tempe yang diproduksi di Malang berbeda dengan tempe yang diproduksi di daerah lain. Bahkan, Kota Kediri, yang notabene termasuk tetangga Kota Malang, sedikit banyak tempenya berbeda dengan tempe Malang. Itulah kenapa ada sebutan Tempe (khas) Malang.

Bersyukur, Malang memiliki anggota masyarakat yang kreatif-kreatif. Dikenal sebagai pusat tempe, warga Malang berupaya berpikir inovatif; bagaimana caranya supaya tempe bisa dikonsumsi menjadi lebih variatif. Tidak melulu menjadi tempe goreng. Hingga akhirnya muncullah ide membuat keripik berbahan baku tempe.

Sekarang keripik tempe menjadi icon oleh-oleh kota Malang. Rasanya tidak lengkap jika Anda berkunjung ke Malang tapi tidak membeli keripik tempenya. Sama seperti ketika Anda pergi ke Jogja tanpa membeli Bakpia-nya atau jalan jalan ke Bandung tanpa membeli peuyeum-nya.

2

Camilan keripik tempe tidak hanya dibuat dalam rasa original, tapi juga dihadirkan dengan berbagai varian rasa yang menggoda. Ada rasa keju, barbeque, pizza, balado, ayam bakar, jagung bakar dan lain sebagainya.

Sentra produksi keripik tempe di Malang ada di daerah Sanan Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing. Di daerah ini, sepanjang mata memandang akan ditemukan berbagai toko yang menjual aneka keripik tempe atau plang nama produsen keripik tempe.

3

Beberapa kali saya berkunjung ke sentra industri keripik tempe ini dan banyak hal yang membuat saya terpesona. Salah satunya adalah pengerjaan pembuatan keripik tempe yang dilakukan secara manual.

Batangan tempe yang besar-besar diiris memakai pisau tajam dengan ketipisan yang luar biasa. Calon keripik tempe memang harus dibuat tipis, karena tipis tidaknya tempe berpengaruh ke tingkat kerenyahan. Ketika saya berkunjung ke salah satu UKM disana, terlihat beberapa pegawai yang mengiris tempe sambil mengobrol. Pandangan matanya tidak selalu fokus ke tempe. Kalau bukan ahlinya, niscaya yang keiris bukan tempenya, tapi jari-jari tangannya, hiii…

Pesona keripik tempe aneka rasa sudah merambah kemana-mana. Tidak hanya terbatas di daerah Jawa Timur saja atau keluar pulau, namun juga sudah merambah mancanegara. Australia, Singapura, Jepang, Amerika adalah beberapa negara yang menjadi jujugan ketika keripik tempe hendak berlabuh.

Mengapa Tempe Begitu Mempesona?

Selain karena rasanya yang memang enak, mudah dimasak dan bisa dikonsumsi dalam berbagai kesempatan sebagai camilan, juga karena kandungan gizi yang dimilikinya.

Tempe merupakan makanan yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi. Proses fermentasi biji kedelei ini memakai beberapa jenis kapang Rhizopus, misalnya Rhizopus oryzae, Rhizopus Stolonifer atau Rhizopus oligosporus yang sering kita sebut sebagai ‘ragi tempe’.

Tugas dari kapang yang tumbuh di biji kedelei ini menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi lebih sederhana sehingga gampang dicerna oleh manusia.
Dari sisi kuantitatif, kandungan gizi yang ada pada tempe sedikit lebih rendah dibanding kandungan gizi pada biji kedelai. Tetapi, dari sisi kualitas, nilai gizi tempe lebih unggul.

Kandungan Gizi dan Khasiat Tempe

1. Asam Lemak

Selama terjadinya proses fermentasi tempe, asam lemak tidak jenuh atau polyunsaturated fatty acids PUFA mengalami peningkatan. Sedangkan asam linoleat dan asam palmitat mengalami penurunan. Meningkatnya asam lemak tidak jenuh bisa menurunkan kolesterol serum yang dampaknya bisa menurunkan efek negatif sterol dalam tubuh. Dalam bahasa yang berbeda, tempe adalah makanan yang rendah kolesterol.

2. Vitamin

Ada 2 kelompok vitamin dalam tempe, yakni vitamin larut air berupa vitamin B kompleks serta vitamin larut lemak yang terdiri dari vitamin A, D, E, K.

Bisa dikatakan bahwa tempe adalah sumber vitamin B yang cukup potensial. Ada vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B6 (piridoksin), asam nikotinat, asam pantotenat serta vitamin B12 (sianokobalamin).

Biasanya Vitamin B12 hanya dijumpai pada produk-produk hewani. Tidak ada makanan nabati yang mengandung vitamin B12. Perkecualian untuk tempe yang ternyata mengandung vitamin B12. Makanan ini menjadi satu-satunya bahan pangan nabati yang mengandung vitamin B12.

Dalam 100 gr tempe kering terkandung vitamin B12 yang berkisar antara 1.5 hingga 6.3 mg. Jumlah ini sudah bisa mencukupi kebutuhan vitamin B12 satu orang perhari.

Adanya kandungan gizi seperti ini tentu menjadi kabar gembira buat para vegetarian. Selama mereka menghadirkan tempe dalam menu sehari-hari, maka kebutuhan vitamin B12 akan tetap tercukupi meski mereka tidak mengkonsumsi daging.

3. Mineral

Selain kaya akan vitamin, tempe juga mangandung mineral baik makro maupun mikro dalam jumlah yang cukup. Dalam setiap 100 gr tempe terdapat mineral besi sebanyak 9.39 mg, tembaga 2.87 serta zink 8.05 mg.

Mineral-mineral yang terdapat di tempe ini bisa dimanfaatkan tubuh dengan lebih baik karena kapang tempe menghasilkan enzim fitase. Fungsi dari enzim fitase ini menguraikan asam fitat menjadi fosfordan inositol. Nah, dengan terurainya asam fitat ini, maka manfaat mineral-mineral pada tempe akan terserap secara maksimal.

4. Antioksidan

Saat ini, masalah penuaan dini menjadi momok bagi banyak kaum perempuan. Sehingga produk-produk anti penuaan banyak bermunculan di pasar.

Sebenarnya proses penuaan bisa diperlambat dengan cara mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan. Terkait dengan kandungan antioksidan, kabar gembira untuk para pencemas masalah penuaan, bahwa dalam makanan bernama tempe terdapat banyak kandungan antioksidan-nya.

Antioksidan yang ada pada tempe bentuknya isoflavon. Ada 3 jenis isoflavon dalam tempe yakni daidzein, glisitein serta genistein. Selain bisa menghambat penuaan, sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina menemukan bahwa genistein dan fitoestrogen yang ada pada tempe bisa mencegah terjadinya kanker prostat dan kanker payudara. Dua penyakit yang menakutkan bagi banyak kalangan manusia.

Cerita Tentang Gurihnya Keripik Tempe

Sebagai warga Malang, kehadiran keripik tempe selain enak di lidah, keripik tempe juga enak di kantong.

Lha, bagaimana bisa?

Jadi, tahun 2010, saya mengikuti kompetisi antar mahasiswa seluruh Indonesia bernama Program Wirausaha Mahasiswa (PMW).

Saya melihat bahwa keripik tempe menjanjikan potensi yang besar untuk diangkat sebagai produk bisnis di lingkungan kampus. Apalagi saat itu saya sedang kuliah di Universitas Brawijaya. Kampus dimana mahasiswa-mahasiswanya adalah representasi dari daerah seluruh Indonesia.

Berbisnis keripik tempe yang merupakan oleh-oleh khas Malang kepada para mahasiswa tentu sangat layak untuk dilakukan. Alhamdulillah ternyata saya dan tim menjadi salah satu pemenang dan berhak mendapatkan dana hibah belasan juta rupiah.

Akhirnya saya mendirikan stan sentra oleh-oleh khas Malang di lingkungan kampus Universitas Brawijaya dengan keripik tempe aneka rasa sebagai produk yang berada di garda depan. Alhamdulillah (lagi), ternyata keripik tempe menjadi produk terlaris di stan kami.

Inilah cerita saya tentang tempe dan contoh olahan tempe yakni keripik tempe yang sudah mendunia.

Indonesia kaya akan makanan yang sudah mendunia. Setelah bercerita tentang tempe, semoga selanjutnya saya bisa bercerita tentang makanan khas Indonesia dari daerah lain yang juga sudah mengglobal. Dimulai dari jelajah gizi di Padang, mungkin 🙂

poster-jelajah-gizi