Indonesia Bebas Narkoba? Bisa!

Keluarga pun Kena…

Sungguh tidak menyangka bahwa narkoba akhirnya bisa menyentuh salah satu keluarga kami. Suatu ketika, beberapa tahun lalu, ada kabar bahwa salah satu anak kerabat yang tinggal diluar kota, masuk penjara karena kasus narkoba!

Kaget sekali. Tidak membayangkan bahwa Danang –sebut saja begitu- harus terkena kasus itu. Padahal anaknya kalem dan perangainya sopan. Sebagai putra sulung, dia bisa diandalkan menjadi sosok yang bertanggung jawab. Ayahnya yang seorang naib (penghulu) tentu telah membekalinya dengan pendidikan agama.

Tapi, keluarganya memang tidak sempurna. Orang tuanya harus bercerai dan secara resmi Danang menjadi salah satu anak korban broken home di Indonesia. Luka-luka yang muncul akibat perpisahan orang tuanya yang akhirnya secara tidak langsung membuat jiwanya terguncang hingga akhirnya lari ke narkoba.

Setelah melalui berbagai tahapan penyembuhan, saat ini Danang sudah bertransformasi menjadi sosok yang lebih baik. Danang yang pernah terjerumus di jahatnya dunia narkoba sekarang menjadi sosok family man untuk keluarga kecilnya.

Jatuhnya Danang ke dunia narkoba menyadarkan kami bahwa penyalah guna narkoba itu memang ada. Siapapun bisa terkena jika tidak dilakukan upaya-upaya pencegahan.

Tiga hari lalu, koran Radar Malang merilis berita bahwa di salah satu sudut kota kami, Malang, terjadi penggerebekan terhadap sebuah rumah yang disinyalir menjadi pabrik narkoba. Dari semua penghuni rumah yang semuanya WNA dari Cina berjumlah 12 orang, hanya beberapa yang tertangkap. Sekali lagi tidak menyangka, Malang menjadi salah satu kota tujuan para gembong narkoba memperluas jaring-jaring bisnisnya.

Mencuatnya kasus ini membenarkan pernyataan BNN Provinsi Aceh bahwa kita harus lebih aware terhadap penyebaran narkoba. Karena bisa jadi pengusaha narkoba yang produknya merusak bangsa itu ternyata menjadi tetangga kita.

1

Kabar tentang pabrik narkoba di Kota Malang ini menjadi salah satu stimulus bagi saya untuk membuka file-file memori yang mengendap di otak. Betapa narkoba sudah menapak perjalanan yang panjang.

Perjalanan Panjang Narkoba

Awalnya, cikal bakal narkoba bersifat boleh karena digunakan untuk kepentingan medis, misalnya untuk proses anestesi ketika operasi dilakukan. Bahkan Bangsa Sumeria dulu memakai opium sebagai salah satu senjata untuk berburu, karena opium ini bisa melemahkan hewan buruan.

Alexander The Great yang namanya tercatat dibanyak buku sejarah juga memperkenalkan opium kepada masyarakat Persia dan India. Manfaat yang diambil dari serbuk sari opium pada masa itu sebagai varian bumbu masakan karena khasiat yang terkandung didalamnya yakni bisa untuk relaksasi.

Karena manfaat dari opium yang berguna untuk kepentingan medis, membuat opium menjadi produk legal yang diperjual belikan di pasaran.

Setelah opium muncul morfin. Sebelas duabelas dengan opium, morfin ini juga awalnya digunakan untuk kepentingan medis. Tapi ternyata keberadaan benda ini yang sifatnya legal dipasaran membuat banyak orang kecanduan, termasuk para tentara yang menjadi korban Perang Dunia 1.

Melihat dampak yang ditimbulkan akibat bebasnya jual beli produk yang bisa membuat orang teler ini yang akhirnya ini mendorong Inggris mengeluarkan UU yang melarang penggunaan obat-obatan semacam morfin secara bebas. Ini terjadi pada tahun 1878. Langkah ini diikuti Amerika pada tahun 1906 dengan mengeluarkan UU yang melarang jual beli narkotika termasuk morfin dan heroin secara bebas. Tetapi, masyarakat saat itu sudah banyak yang mengalami kecanduan dan akhirnya mereka membeli di pasar gelap.

Dan akhirnya, rantai jual beli narkoba mengulur sampai hari ini. Perputaran uang dari bisnis jual beli narkoba telah mencapai angka lebih dari ratusan juta dolar. Sindikat narkoba tidak hanya satu negara, tapi sudah terhubung antar negara. Narkoba menjadi masalah universal.

Yang kaya dari hasil berbisnis narkoba semakin banyak mengingat harga jualnya yang tidak murah dan peminatnya yang terus bertambah. Yang tumbang karena dampak buruk dari narkoba juga tidak sedikit. Setidaknya saat ini ada 4 juta warga Indonesia yang memerlukan rehabilitasi dari ketergantungan narkoba.

Banyaknya angka tentang jumlah orang yang jatuh di lembah ini menunjukkan bahwa proses penyebaran narkoba telah berhasil. Para penyalah guna narkoba telah merata di berbagai strata. Mulai dari rakyat biasa hingga para public figure yang sering muncul di layar kaca.

Sampai saat ini, narkoba menjadi salah satu kata yang harus diperangi. Mengapa narkoba harus diperangi?

Narkoba diperangi karena banyaknya ancaman bahaya yang dibawa oleh benda itu. Untuk pemakai narkoba setidaknya ada 4 efek buruk yang terjadi.

Pertama, dampak fisik. Para penyalahguna narkoba akan mengalami berbagai dampak buruk yang terkait dengan fisiknya, misalnya gangguan pada jantung, kulit, syaraf, otak, pembuluh darah, tulang dan sebagainya. Berbagai penyakit akan bermunculan begitu seseorang mengkonsumsi narkoba.

Kedua, dampak mental. Ketergantungan mental yang dialami oleh penyalah guna narkoba menyebabkan yang bersangkutan akan dihantui oleh keinginan-keinginan untuk kembali memakai, meski dampak fisik sudah disembuhkan. Dampak ini termasuk sulit dihilangkan. Pengguna narkoba yang sudah memasuki taraf pecandu akan merasakan sekali dampak mental ini.

Ketiga, dampak emosional. Salah satu contoh dampak emosional yang dialami oleh penyalahguna narkoba adalah emosinya yang tidak stabil. Dari ketidakstabilan emosi ini bisa menyebabkan runtuhnya rumah tangga atau terlibat kasus kejahatan, misalnya mencuri.

Keempat, dampak spiritual. Orang yang menjadi penyalahguna narkoba juga akan mengalami disorientasi dalam hal spiritual. Apa yang dia pikirkan hanyalah bagaimana bisa mengkonsumsi narkoba. Maka urusan yang berhubungan dengan Tuhan menjadi tidak penting lagi. Norma-norma agama seolah hilang setelah dia menjadi penyalahguna narkoba.

Empat dampak itu dialami oleh pemakai. Bagaimana dampak buruk yang dirasakan oleh masyarakat dan Negara akan semakin banyaknya pemakai narkoba?

Banyak kasus-kasus perceraian, tindakan asusila, tindakan kejahatan yang muncul karena pelaku adalah pengguna narkoba. Jika seseorang sudah ketagihan narkoba, sedang harga obat-obatan itu tidak bisa dibilang murah, maka jalan pintas yang sering ditempuh adalah dengan melakukan kejahatan, misalnya mencuri.

Selain itu banyak rumah tangga hancur karena karena salah satu anggota keluarga menjadi pemuja narkoba. Harta habis tak bersisa dan akhirnya pasangan meminta berpisah dan meninggalkan luka-luka pada anak-anaknya.

Rusaknya masyarakat akibat kecanduan narkoba tentu akan merugikan negara baik materi maupun non materi. Bagaimana negara bisa maju jika banyak penduduknya yang teler?

Kemudian muncul pertanyaan, bisakah Indonesia bebas narkoba? Mengingat banyaknya penyalahguna dan semakin cerdiknya para pengedar berburu mangsa.

Jawabnya: Bisa!

Untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba, setidaknya ada 3 hal yang harus dilakukan, yaitu:

1. Pahami dan Kenali

Untuk menciptakan masyarakat yang paham terhadap narkoba, ada banyak jalan yang bisa ditempuh. Misalnya dengan melakukan penyuluhan ke berbagai kelompok masyarakat, menampilkan iklan di TV hingga mengadakan lomba blog seperti yang dilakukan BNN Propinsi Aceh.

Kegiatan lomba menulis yang memberikan hadiah tentu akan menstimulasi banyak orang untuk mengikuti. Untuk bisa mengikuti lomba dengan membuat tulisan tentang narkoba, tentu peserta harus membaca banyak literatur. Dari banyaknya informasi yang diserap akan membuat mereka paham. Setelah paham, selain untuk menulis, maka mereka akan menjadi corong informasi ke lingkungannya. Dari satu orang memberitahu 2 orang, kemudian 2 orang tadi memberitahu 10 orang, 10 orang tadi bisa jadi akan memberitahu 1 kampung. Proses penyebaran informasi dengan strategi mouth to mouth ini akan berjalan sangat efektif. Sehingga masyarakat akan semakin aware dengan narkoba dan bahaya yang terkait dengannya.

Setelah menyerap informasi tentang narkoba, langkah berikutnya adalah mengenali. Mengenali apa? Mengenali lingkunganya. Adakah disekitarnya orang-orang yang memiliki ciri-ciri sebagai pemakai narkoba? Apakah disekitarnya terdapat sesuatu yang mencurigakan seperti yang terjadi di Malang? Dimana di lingkungan penduduk ternyata terdapat satu rumah yang disinyalir sebagai pabrik narkoba.

Untuk bisa mengenali pemakai narkoba, masyarakat harus paham dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh pemakai narkoba. Ciri-ciri pemakai narkoba, antara lain:

Ciri Fisik
• Tangannya dipenuhi bintik-bintik yang tidak wajar yang muncul karena suntikan.
• Matanya merah dan cekung.
• Produksi keringat berlebihan
• Wajah terlihat semakin kusam

Ciri Emosi
• Emosi labil sehingga mudah marah
• Nafsu makan tidak stabil
• Lebih sensitive terhadap apapun yang ada disekitarnya.

Ciri Tingkah Laku
• Lebih suka mencuri karena kehabian uang sedang dia sudah kecanduan untuk segera mengkonsumsi narkoba
• Menjadi pribadi yang cuek dengan lingkungan
• Menjadi phobia air
• Mudah berbohong
• Sering bermimpi buruk

Dengan melakukan tindakan mengenali lingkungan, jika ada hal-hal yang mencurigakan, bisa segera diambil tindakan. Jika menemukan ada yang kecanduan, segera dilaporkan ke BNN yang ada di masing-masing daerah untuk selanjutnya direhabilitasi. Jika menemukan ada gembong narkoba di dekat tempat tinggal, segera dilaporkan polisi untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

2. Cegah

Prinsip Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati juga diterapkan untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba. Pintu-pintu yang sekiranya menjadi jalan masuknya narkoba harus ditutup. Rokok adalah salah satu pintu menuju pemakaian narkoba. Maka tindakan pencegahan harus dilakukan misalnya dengan melakukan gerakan stop rokok.

Selain itu, upaya pencegahan agar tidak semakin banyak korban yang jatuh karena narkoba adalah dengan membekali pelajaran agama yang lebih. Pelajaran agama harus ditambah porsinya dalam kurikulum pendidikan nasional. Selain itu pelajaran yang berisi tentang narkoba dan bahayanya harus sering disampaikan kepada para siswa.

3. Obati

Saat ini ada sekitar 4 juta pemakai narkoba di Indonesia. 4 juta orang ini harus diobati. Supaya tidak semakin parah dan juga tidak ‘menular’.

Salah satu langkah pengobatan berskala nasional yang harus diapresiasi adalah Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba yang dilakukan oleh BNN (Badan Narkotika Nasional). Program nasional ini harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

BE3A51BB-D700-40F0-8A2C-ADB6E5498BF8_w640_r1_s_cx0_cy19_cw0

Nantinya dalam program ini, para penyalahguna narkoba tidak hanya diberi tindakan medis untuk menyembuhkan ketergantungannya, namun juga dilakukan rehabilitasi sosial. Setelah dilakukan rehabilitasi medis dan sosial, kemudian dilakukan tindakan pasca rehabilitisi.

Dengan penerapan model rehabilitasi yang tidak hanya focus ke sisi medis saja, diharapkan para penyalahguna akan benar-benar sembuh dan tidak kembali lagi ke jalan yang salah.

4. Tegakkan Hukum

Untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba, pemerintah tidak hanya fokus kepada program rehabilitasi para pengguna saja, namun juga fokus untuk memutus mata rantai perdagangan narkoba.

Penerapan hukuman mati yang dilakukan terhadap beberapa orang dari Bali Nine beberapa waktu lalu tentu akan membuat para pengedar dan calon pengedar narkoba berpikir seribu kali sebelum menjalankan aksinya.

Demikian pemaparan singkat tentang beberapa langkah untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba. Poin-poin yang saya sampaikan diatas bisa jadi terbaca sangat sederhana. Tapi jika semua itu dilakukan secara konsisten dengan dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa Indonesia, maka angan-angan akan terciptanya Indonesia Bebas Narkoba akan terwujud juga.

Malang, 15 Juni 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s